Senin, 09 Januari 2017

22.41 -

Doa


Doa yang sejati menghantar kita untuk mengenal dan menjalin relasi yang penuh kasih dengan Allah dan diri sendiri; untuk menjalin relasi yang penuh kasih dengan sesama kita dan dengan seluruh ciptaan. 

Doa mengajarkan kepada kita sikap kontemplatif terhadap dunia sekitar menjadikan kita mampu menemukan kehadiran Allah dalam peristiwa hidup sehari-harian khususnya menemukan Allah dalam diri saudara dan saudari kita. Dengan demikian, kita dibimbing untuk menghargai misteri mereka yang berbagi hidup bersama kita (Kontemplasi » pengalaman transformasi kasih Allah yang melimpah).

Doa menumbuhkan semangat hidup yang semakin terarah kepada Allah. Semangat hidup yang terarah kepada Allah memancarkan penghayatan iman, harapan dan kasih yang memerdekakan. 

























Katekismus Gereja Katolik





Youcat



Ensiklopedi Gereja


Puji Syukur





Doa harus menyertai pembacaan Kitab Suci, supaya terwujudlah wawancara antara Allah dan manusia. Sebab kita berbicara dengan-Nya bila berdoa; Kita mendengarkan-Nya bila membaca amanat-amanat ilahi (Ambrosius, KGK 2653)




kirimkan ke


pengagum.pengikut.blogspot.com