Rabu, 12 April 2017

Tepuk tangan dan tarian roh jahat




Dalam Tuhan hanya ada kebaikan. Dalam roh jahat hanya ada keburukan. Karena bersifat kekal bahwa Tuhan selalu baik dan roh jahat selalu buruk, maka  Tuhan dan roh jahat tidak mungkin bersatu. Karena manusia bersifat situasional, maka  dalam diri manusia terjadi pergulatan antara kebaikan  dan keburukan.

Bagi manusia yang buruk, roh jahat tidak perlu menggoda, manusia sudah sering jatuh melakukan keburukan. Roh jahat cerdik, orang yang baik tidak mungkin di goda dengan cara-cara yang buruk, maka orang baik harus digoda dengan cara-cara yang kelihatan baik dan suci. Orang yang suka jalan pintas, digoda dengan korupsi. Orang yang gila jabatan, menghalalkan segala cara, paling mudah menjelekkan lawan politik.

Ketika manusia dengan alasan kebaikan akhirnya jatuh buruk:
Contoh: seorang bapak yg dengan alasan karena satu arah tempat kerja dengan tetangga perempuan, setiap hari memboncengkan tetangganya itu ke tempat kerja . Istri bapak sudah mulai cemburu, bapak mulai tidak mendengarkan istri, cekcok, akhirnya benar, terjadi perselingkuhan. Setan bertepuk tangan karena telah berhasil merusak keluarga itu.

Ketika manusia dengan alasan yang suci merusak kemanusiaan:
Contoh : Orang suka dan rajin  membaca Kitab Suci. Tentu suatu yang bagus sekali. Namun juga berhati-hatilah khususnya bagi para tokoh agama yang seringkali merasa lebih tahu Tuhan dan kitab suci.

Berapa banyak masalah tidak berprikemanusiaan  terjadi di dunia dan di Indonesia ini oleh karena alasan agama dan pengutipan ayat suci yang dipakai sebagai rujukan untuk merusak persaudaraan dan kemanusiaan? 

Apakah Tuhan gembira dengan hal ini? Atau Tuhan bangga karena merasa dibela? Bukankah Agama dan Kitab Suci itu pertama-tama untuk memuliakan Tuhan? Faktanya bahwa banyak orang sudah menjadikan agama dan Kitab suci sebagai "tuhan " tapi sebenarnya banyak orang telah kehilangan Tuhan sehingga tidak mampu menjadikan agama dan Kitab suci sebagai sarana persaudaraan, perdamaian dan kemanusiaan. 

Dalam hal ini Tuhan justru dihinakan dan .....Kembali....Gemuruh tepuk tangan  dan jogetan setan karena manusia mengatasnamakan  Tuhan, agama dan Kitab suci  atau dogma sudah saling berselisih, bermusuhan dan saling membenci....

Sumber :Renungan Selasa 10 Januari 2017 Matius 1:21b - 28, Rm Antonius Budi Wihandono)



20.48 -

Berserah tindakan iman

Mazmur 31:6 ; 37:5


Berserah berarti kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan di segala keadaan, baik suka maupun duka, saat dalam masalah, penderitaan, sakit, kesulitan, sedang diberkati, sehat walafiat hari lepas hari, bukan pada saat tertentu saja. 

Inilah yang disebut dengan tindakan iman, dimana kita mempercayakan hidup dan mempersilahkan Tuhan berkarya dalam hidup kita. Bukan iman yang setengah-tengah, bukan iman musiman, tetapi iman yang utuh. 

Mengapa perlu memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan? Supaya hidup kita sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. 

Ini tidaklah mudah karena sebagai manusia kita cenderung mengandalkan kekuatan dan kepintaran sendiri dibanding tunduk kepada kehendak Tuhan. Namun untuk berkenan kepada Tuhan tidak ada jalan lain selain harus mau dibentuk.

(Sumber: Roti dari sorga 13 April 2017)

20.32 -

Si perfeksionis kelelahan

Sikap perfeksionis biasanya menghalangi terajutnya jalinan kerjasama yang baik dalam tim kerja.

Si perfeksionis kurang bisa mempercayai hasil pekerjaan orang lain.

Positifnya, Ia memang sangat percaya tetapi negatifnya adalah ia sering merendahkan hasil pekerjaan orang lain, mencela sana sini hasil pekerjaan orang lain yang tentunya tidak bisa persis dengan hasil pekerjaannya. Semuanya bagi si perfeksionis harus serba sempurna menurut pandangannya.

Hasil dari pandangan yang demikian adalah kelelahan fisik dan mental bagi si perfeksionis ,saat ia harus memandang hasil pekerjaan orang lain sembari emosi dan cemberut.

Percaya kepada orang lain dan membuat tim kerja akan mengurangi banyak sekali kelelahan yang tidak perlu.

Memang tidak mudah ketika kita biasa melakukan tugas ini itu sendirian sambil menahan kelelahan mental dan fisik. Lalu, saat ini kita harus berbagi pekerjaan kita dengan orang lain.

Kita harus mulai mempercayai orang lain dan membuat tim kerja yang dapat saling meringankan pekerjaan.

Pada awalnya pasti sulit tetapi jika kita bersediaA, selanjutnya tim kerja tersebut akan membuat kehidupan kita jauh lebih efektif.

19.38 -

Cinta pudar karena tertutup oleh kebosanan

Suamiku berprofesi sebagai insinyur mesin, Aku mencintainya karena sifatnya yang tegar, dan perasaan hangat dan nyaman saat Aku bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun berhubungan, dan sekarang sudah dua tahun kami menikah, aku harus mengakui, aku mulai lelah dengan semua ini. Alasan-alasanku mencintainya, sekarang telah berubah menjadi penyebab kelelahanku.

Aku perempuan yang sangat sentimental, dan sangat, sangat sensitif tentang hubungan cinta dan perasaanku, aku sangat mendambakan momen-momen romantis dalam hidupku. 

Suamiku, adalah orang yang sangat berlawanan sifatnya denganku, dan ketidakmampuannya membuat momen romantis dalam pernikahan kami telah menghancurkan perasaan cintaku kepadanya.

Suatu hari, akhirnya aku memutuskan untuk menyatakan keputusanku kepadanya. Aku ingin bercerai.

“Kenapa?” tanyanya, kaget.

“Aku lelah. Gak semua hal di dunia ini harus ada alasannya kan?!” Jawabku.

Suamiku hanya diam semalaman, sepertinya ia tenggelam dalam pikirannya, dan merokok sepanjang malam. Perasaan kecewaku hanya bertambah besar melihatnya seperti itu. Disana terlihat laki-laki yang bahkan tidak dapat mengekspresikan kekecewaannya, apa lagi yang aku harapkan dari dia? 

Akhirnya suamiku bertanya kepadaku: “Apa yang bisa Aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?”

Sepertinya yang orang-orang bilang itu benar, susah untuk mengubah kepribadian seseorang, dan kurasa, aku telah kehilangan kepercayaan dan cintaku kepadanya.

Aku melihat dalam ke matanya, dan perlahan ku jawab: “Aku punya pertanyaan, kalau Kamu bisa menjawabnya, dan meyakinkanku, Aku mungkin mengubah pikiranku. Seandainya ada bunga yang terletak di tepi jurang, dan mengambilnya bisa membahayakan nyawamu, maukah Kamu mengambilnya untukku?”

“Akan Aku jawab besok” jawabnya singkat.

Harapanku hancur mendengar jawabannya.

Keesokan harinya aku terbangun, dan dia sudah tidak ada. Kutemukan sepucuk surat dengan tulisan tangannya yang jelek, dibawah segelas susu di meja makan dekat pintu depan. Aku baca perlahan kata-katanya.

“Sayangku, aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi biarkan Aku menjelaskan alasanku ...”

Baru kalimat pertama, tapi kekecewaanku semakin bertambah padanya. Kulanjutkan membaca.

“... Ketika kamu menggunakan komputer, kamu selalu bermasalah dengan program-programnya, kemudian Kamu menangis di depan monitor. Aku harus menjaga jariku, jadi aku bisa tetap membantumu memperbaiki programnya. 

Kamu selalu lupa membawa kunci pintu kalau keluar rumah, jadi Aku harus menjaga kakiku untuk berlari pulang agar Kamu bisa segera masuk ke dalam rumah. 

Kamu suka jalan-jalan, tapi Kamu selalu tersasar di tempat yang baru, jadi Aku harus menjaga mataku agar bisa memberitahu jalan yang benar. 

Kamu selalu keram setiap bulan saat “teman baikmu” datang, jadi Aku harus menjaga tanganku untuk mengelus perutmu dan meredakan rasa keram itu.”

Kamu selalu suka untuk tetap di rumah, dan aku kuwatir kamu tidak memiliki teman. Jadi aku harus menjaga mulutku, agar bisa terus menceritakan cerita-cerita lucu untuk menghilangkan kebosananmu. 

Kau selalu suka menatap komputer, dan itu buruk untuk matamu. Jadi aku harus menjaga mataku, agar kalau kita tua nanti, aku bisa membantu memotong kukumu, dan membantumu menyibak ubanmu yang mengganggu. 

Jadi aku bisa memegang tanganmu, sambil memandang pantai berdua. Jadi kamu bisa menikmati sinar matahari, dan pasir yang indah. Jadi Aku bisa menceritakan kepadamu warna dari bunga-bunga, seperti rona wajahmu saat kamu masih muda. Jadi, sayangku, kecuali aku yakin ada orang lain yang mencintaimu lebih dari aku. Aku tidak bisa memetik bunga itu, dan mati.”

Air mataku mengalir membasahi suratnya, dan merusak tinta di tulisannya sepanjang aku membaca...

“... Sekarang kamu sudah selesai membaca jawabanku. Kalau kamu puas dengan jawabanku, tolong buka pintu depan, karena aku sedang berdiri menunggumu sambil membawa roti dan susu segar kesukaanmu.”

Aku bergegas menarik pintu, dan melihat wajahnya yang penasaran, memeluk erat botol susu dan roti dengan tangannya.

Sekarang aku sangat yakin, tidak ada orang yang bisa mencintaiku sebesar cintanya kepadaku, dan aku memilih untuk tetap bersamanya, meninggalkan bunga-bunga yang aku inginkan di belakang.

Begitulah hidup. Ketika seseorang dikelilingi oleh cinta, lama-lama perasaan bahagia itu pudar, dan dia tidak merasakan cinta sesungguhnya karena tertutup oleh kebosanan.

Cinta hadir dalam berbagai bentuk, bahkan dalam bentuk yang sangat kecil dan tidak terasa. Bisa jadi, cinta hadir dalam bentuk yang sangat membosankan. Bunga-bunga dan momen romantis hanya hal yang bisa dilihat dari kekuatan cinta. Namun dibalik itu semua, ada cinta yang sebenarnya.

Pandangi wajah pasanganmu jika kau mulai merasa bosan. Pikirkan hal-hal yang membuatmu jatuh cinta kepadanya dulu..

19.20 -

Pengkhianatan dan kasih pengampunan

Ketika saya bertanya keberberapa teman dan orang yang tidak saya kenal : apa Makna Hari Raya Kamis Putih bagi dirimu ?

Sebagaian besar dan hampir 100% menjawab : Makna Kamis Putih yaitu Yesus Mengadakan Perjamuan Terakhir bersama murid murid -Nya.

Betul , memang tidak salah jawaban tersebut, tetapi kalo boleh saya artikan ... Perjamuan Terakhir adalah suatu keadaan atau kondisi dimana Yesus Berkumpul untuk terakhir bersama Murid Murid-Nya sebagai manusia.

Namun ada makna yang jauh lebih penting dan mendalam dalam Kamis Putih .. yaitu sebuah "pengkhiantan" dan "kasih pengampunan.

Mungkin kita sering kali sadar ataupun tanpa sadar disakiti oleh orang orang lain, baik itu dibohongi oleh teman kita, saudara kita, atau mungkin ditipu oleh rekan bisnis kita, uang kita dimakan ratusan Juta atau bahkan milyardan atau yang lebih menyakitkan lagi, kita dikianati oleh suami atau istri kita dalam bentuk perselingkuhan didalam rumah tangga kita.

Gimana rasanya? Pasti semua bilang sakit (sambil menangis dan meneteskan air mata)

Demikian juga dengan Tuhan Yesus yang juga merasa sakit, sedih dan kecewa ketika Dia dikhianati oleh murid-Nya sendiri. tetapi apa yang Yesus lakukan walaupun Dia telah dikhianati .. Dia tetap mengampuni Yudas Iskariot dengan penuh kasih, dengan tindakan nyata yaitu membasuh kaki para murid murid-Nya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih mau mengampuni orang yang telah menyakiti hati kita selama ini? Memang terkadang kita tidak bisa mengampni orang lain yang telah menyakiti hati kita.

Tetapi marilah sebelum kita Merayakan dan mengikuti Kamis Putih, kita minta dan mohon kepada Tuhan agar kita dimampukan untuk mengampuni dengan penuh kasih kepada orang yang telah menyakiti kita.

Tuhan Yesus bertanya satu hal kepada saya: "Apakah kamu mau mengampuni orang tersebut, yang telah menyakiti hatimu?"

Saya menjawab : "Ya Tuhan saya mau mengampuni, tetapi saya tidak bisa ..."

Yesus menjawab: "Mau apa tidak? Yang Kuinginkan hanyalah kemauan untuk mengampuni. Bisa atau tidak, biar itu menjadi urusan-Ku, Tuhanmu."

jadi, bersihkanlah hati kita dari segala sakit hati kita sebelum merayakan Kamis Putih, agar senantiasa berkat Tuhan dan kasihnya senantiasa melingkupi kita semua. 

Terkadang sakit hati diijinkan terjadi dalam hidup kita .. agar kita bisa dan boleh mengalami dan merasakan kasih pengampunan.

18.56 -

Mengapa Gereja melibatkan diri dalam perdebatan bioetika?

Gereja menyambut kemajuan sejati ilmu pengetahuan karena sesuai perintah Allah untuk memelihara ciptaan. 

Kemajuan teknologi medis, khususnya, sangat bermanfaat bagi umat manusia. Namun, melalui kemajuan tersebut manusia mendapatkan semakin banyak kuasa untuk membuat keputusan bagi orang lain.

Tiba-tiba tampaknya "berguna" untuk menumbuhkan embrio manusia di dalam cawan petri, tampaknya "layak" untuk membunuh bayi dengan disabilitas dalam rahim ibu, dan tampaknya "manusiawi" untuk menghentikan penderitaan orang yang sakit. 

Setiap kali ada penyalahgunaan kekuasaan, Gereja harus selalu berpihak di sisi korban. Penelitian tidak boleh dieksploitasi sehingga justru berbalik melawan manusia, khususnya mereka yang paling lemah dalam masyarakat. 

Gereja tidak berniat membuat larangan yang picik. Gereja ingin menyerukan martabat pribadi manusia dalam semua tahap kehidupan dan dalam segala situasi.

(Sumber: Docat80)

Senin, 10 April 2017

Bidaah

Heresy (bahasa Yunani - pilihan). Dalam PB berarti kelompok sektarian (Kis 5:17), yaitu kelompok atau pendapat yang memisahkan diri (1 Kor 11:19; Gal 5:520; 2 Ptr 2:1).

Selanjutnya bidaah berarti menyangkal kebenaran atau meragukan dengan tegas suatu kebenaran yang seharusnya harus diimani sesudah penerimaan sakramen baptis (KHK 751; 1364; KGK 2089).

Kadang-kadang tantangan bidaah mendorong Gereja untuk secara resmi menegaskan ajarannya.

(Sumber: Kamus Teologi, Gerald O'Collins, SJ, Edward G.. Farrugia, SJ)