Jumat, 10 Januari 2020

04.02 -

Yoh 10:31-42

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Jumat, 23 Maret 2018: Hari Biasa Pekan V Prapaskah - Tahun B/II (Ungu)
Bacaan: Yer 29:10-13; Mzm 18:2-3a, 3bc-4, 5-6, 7; Yoh 10:31-42


Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"

Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."

Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

(*) Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.

Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar." Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.
 

Renungan


1. Roh Tuhan menggerakkan hati

Melakukan kehendak Bapa-Nya adalah makanan harian-Nya (Yoh 4:34). Karena itu Yesus berkata kepada mereka: “(*)." Dia meyakinkan para pendengar-Nya supaya melihat mujizat-mujizat yang dikerjakan-Nya itu sebagai bukti bahwa kekuatan dan kuasa Tuhan sungguh ada dan hidup dalam diri-Nya.

Mengapa orang tidak percaya pada Yesus Kristus? Karena mata hati imannya tertutup, sehingga tidak mampu melihat bahwa mujizat yang dibuat Yesus sesungguhnya berkat kuasa Tuhan yang ada di dalam diri-Nya. Mereka tidak melihat Tuhan yang bekerja dalam diri Yesus.

Satu pesan untuk kita bahwa kalau ada orang yang selalu berbuat banyak kebaikan, selalu berbelaskasihan kepada sesama, percayalah bahwa Roh Tuhanlah yang selalu menggerakkan hati orang itu. Percayalah kepada-nya bahwa Tuhan selalu bersemayam di dalam diri orang itu.


03.25 -

Ef 3:2-3a, 5-6

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Minggu, 5 Januari 2020: Hari Raya Penampakan Tuhan - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: Yes 60:1-6; Mzm 72:1-2, 7-8, 10-11, 12-13; Ef 3:2-3a, 5-6; Mat 2:1-12


Memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, RAHASIANYA DINYAYAKAN kepadaku DENGAN WAHYU, 

yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, KARENA BERITA INJIL, TURUT MENJADI AHLI-AHLI WARIS dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.


Renungan


1. Membuka rahasia Allah

ORANG-ORANG YAHUDI melalui penyataan Allah dan pengalaman hidup nenek moyang mereka bersama Allah, MERASA bahwa mereka dikhususkan Allah. Begitu pula dengan orang-orang non Yahudi — ORANG-ORANG YUNANI para pengikut agama misteri—melalui pengalaman spiritual, mereka BERANGGAPAN bahwa hanya mereka yang memiliki hikmat ilahi. Kedua anggapan ini sungguh keliru, karenanya Paulus mengungkapkan suatu kebenaran, yaitu rahasia Allah. 

Orang-orang non Yahudi yang SUDAH PERCAYA telah DIPERSATUKAN dengan orang-orang Yahudi yang percaya DALAM SATU TUBUH, yaitu JEMAAT. Paulus mengatakan bahwa rahasia Allah ini telah memberikan pengaruh yang dahsyat terhadap diri dan pelayanannya. Olehnya Paulus didorong untuk mewartakan Injil kepada semua orang. 

Tugas kita, orang-orang yang percaya kepada Kristus pada masa kini, sebagaimana yang dilakukan oleh jemaat pada masa lampau adalah memberitakan dan menawarkan rahasia Allah itu kepada semua orang untuk mereka alami. Apakah saat ini kita semua sudah melakukannya?


1 Yoh 5:5-13

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Jumat, 10 Januari 2020: Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: 1 Yoh 5:5-13; Mzm 147:12-13, 14-15, 19-20; Luk 5:13-16


Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa (1B) YESUS adalah ANAK ALLAH? Inilah Dia yang telah (1C) DATANG DENGAN AIR DAN DARAH, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan (1A) ROHlah YANG MEMBERI KESAKSIAN, karena Roh adalah kebenaran.

Sebab ada tiga YANG MEMBERI KESAKSIAN [DI DALAM SORGA: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga YANG MEMBERI KESAKSIAN DI BUMI]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan (2A) KESAKSIAN YANG DIBERIKAN ALLAH TENTANG ANAK-NYA. 

Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa (2B) MEMILIKI ANAK, ia MEMILIKI HIDUP; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang (2C) PERCAYA KEPADA NAMA ANAK ALLAH, tahu, bahwa kamu MEMILIKI HIDUP YANG KEKAL.


Renungan


1. Manusia yang memiliki hidup

(1AB) Roh memberi kesaksian: IDENTITAS YESUS sebagai ANAK ALLAH. (1C) Yesus datang sebagai SUMBER AIR KEHIDUPAN, MEMBERI JAMINAN KESELAMATAN dengan mencurahkan darah-Nya atau hidup-Nya (Kej 9:5; Ul 12:23 》darah adalah nyawa), supaya orang yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal. 

(2ABC) Allah memberi kesaksian: YESUS adalah SUMBER DAN TUJUAN HIDUP KITA.

Dalam perspektif biologis indikator manusia hidup, jika manusia itu bernafas. Dalam perspektif sosiologis, jika manusia itu masih berinteraksi dengan sesama. 

Dalam perspektif teologis, manusia itu bernapas dan berinteraksi sosial itu tidak cukup untuk dikatakan sebagai sosok yang hidup, tapi MANUSIA YANG MEMILIKI HIDUP ialah MANUSIA YANG MEMILIKI YESUS. Dasar teologis ini menegaskan bahwa DI LUAR YESUS TIDAK ADA HIDUP.

Kita semua adalah anak-anak Allah yang memiliki tugas dan tanggungjawab untuk terus bersaksi bahwa Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam anak-Nya. Semoga Roh Kudus akan selalu menuntun dan menguatkan kita, untuk terus bersaksi bagi kemuliaan nama-Nya.


Kamis, 09 Januari 2020

1 Yoh 3:22 - 4:6

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Senin, 6 Januari 2020: Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: 1 Yoh 3:22 - 4:6; Mzm 2:7-8, 10-11; Mat 4:12-17, 23-25


Demikianlah kita ketahui, bahwa (1A) kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab JIKA KITA DITUDUH OLEHNYA, ALLAH adalah LEBIH BESAR DARI PADA HATI KITA serta MENGETAHUI SEGALA SESUATU.

Saudara-saudaraku yang kekasih, (1B) JIKA HATI KITA TIDAK MENUDUH KITA, MAKA KITA MEMPUNYAI KEBERANIAN PERCAYA untuk mendekati Allah (1 Yoh 3:19-21) dan (3B) apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita (2A) menuruti segala perintah-Nya dan (2B) berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. 

Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa (3A) Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

Saudara-saudaraku yang kekasih, (4) JANGANLAH PERCAYA AKAN SETIAP ROH, tetapi UJILAH ROH-ROH ITU, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang TIDAK MENGAKU YESUS, TIDAK BERASAL DARI ALLAH. Roh itu adalah ROH ANTIKRISTUS dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab ROH YANG ADA DI DALAM KAMU, LEBIH BESAR DARI PADA YANG ADA DI DALAM DUNIA. Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.

Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya ROH KEBENARAN dan ROH YANG MENYESATKAN.


Renungan


1. Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu

(1AB) Yohanes menasihatkan untuk tidak mendengar suara hati. ALLAH LEBIH MENGENAL KITA DARI PADA KITA MENGENAL DIRI SENDIRI. Oleh karena itu sepatutnyalah kita menyerahkan segalanya bukan kepada penilaian hati melainkan pada belas kasihan Allah. Allah yang menilai bukan suara hati. BETAPAPUN KUAT DAN HEBATNYA SUARA HATI MENUDUH, KITA DAPAT MENGHAMPIRI ALLAH YANG PENUH BEKAS KASIHAN DAN PENGAMPUNAN. Inilah dasar keberanian kita untuk menghampiri Allah dan memohon pada-Nya. 

(2AB) KASIH adalah BUKTI kelihatan bahwa kita PERCAYA PADA YESUS dan MEMILIKI RELASI DENGAN ALLAH yaitu relasi yang dilandasi dan diwarnai dengan dan oleh kasih. 

(3AB) Allah telah mengaruniakan Roh Kudus kepada kita. Roh yang diberikan pada kita merupakan jaminan kuat bahwa kita adalah anak-anak Allah. Jadi, Yohanes mendorong orang percaya untuk memperdalam relasi dengan Allah sehingga memiliki keberanian yang semakin kuat untuk menghampiri dan meminta apa saja pada Allah dalam doa.

(4) Orang yang tidak memiliki pengenalan yang benar tentang Kristus mudah sekali menyesatkan dan disesatkan.


1 Yoh 4:7-10

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Selasa, 7 Januari 2020: Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: 1 Yoh 4:7-10; Mzm 72:2, 3-4ab, 7-8; Mrk 6:34-44


(*) Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab KASIH itu BERASAL DARI ALLAH; dan setiap orang yang MENGASIHI, lahir dari Allah dan MENGENAL ALLAH. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi ALLAH yang telah mengasihi kita dan yang TELAH MENGUTUS ANAK-NYA SEBAGAI PENDAMAI bagi dosa-dosa kita.


Renungan


1. Membalas kasih Tuhan

Tak berkesudahan kasih setia-Nya, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi (Rat 3:22-23). Tuhan Allahmu memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan (Ul 7:9). 

(*) Oleh karena YOHANES telah benar-benar merasakan bagaimana Tuhan sangat mengasihinya (Yoh 19:26), maka ia MEMBALAS KASIH TUHAN 
dengan menunjukkan kasihnya kepada jemaat Tuhan, menyebutnya sebagai saudara yang dikasihi. Kemudian ia mengajak jemaat untuk saling mengasihi.

Jadi, hidupkanlah kasih Allah di dalam diri kita supaya nyata bahwa kita adalah anak-anak Allah yang lahir dari Allah dan yang mengenal Allah. 


1 Yoh 4:18 - 5:4

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Kamis, 9 Januari 2020: Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: 1 Yoh 4:18 - 5:4; Mzm 72:2, 14, 15bc, 17; Luk 4:14-22a


Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa (A) MENGASIHI ALLAH, ia harus JUGA MENGASIHI SAUDARANYA. 

Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.

Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah (B) KASIH KEPADA ALLAH, yaitu, bahwa kita MENURUTI PERINTAH-PERINTAHNYA. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.


Renungan


1. Tanda anak-anak Allah

Kapankah kita sungguh-sungguh mengasihi Allah? Kita sungguh mengasihi Allah ketika kita berbuat kasih kepada sesama (A). Dengan berbuat kasih kepada sesama kita sesungguhnya telah melakukan perintah-perintah Allah (B). Dan melakukan perintah Allah adalah tanda bahwa kita sungguh-sungguh menjadi anak-anak Allah.

Seperti Yesus datang untuk menggenapi firman Allah, yakni dengan membawa pembebasan bagi sesama (Luk 4:18-19). Demikian pula dengan kita, hendaknya menjadi seperti Kristus, berusaha melaksanakan apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita lewat sabda-Nya.

Ketika kita membangun relasi yang intim dengan Tuhan, Roh-Nya akan menuntun kita dan kita dapat menjalani kehidupan dengan sukacita. Meskipun badai kehidupan menerpa kehidupan kita, kita tidak mudah menghakimi Tuhan atau segala pengalaman buruk yang kita alami, sebab kita yakin bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu (Rm 8:28).

Sebagaimana Allah mengasihi kita, maka kita juga dipanggil untuk mengasihi sesama. Jadi. siap sedialah melakukan tindakan cinta kasih bagi orang yang membutuhkan.


Selasa, 07 Januari 2020

Bukti nyata kehadiran Yesus dalam Ekaristi




Martha Louise Robin hanya memakan Ekaristi selama lebih dari 50 tahun. Dia membuktikan bahwa adalah mungkin untuk hidup hanya dengan kasih.

Martha Robin lahir pada 13 Maret 1902, di Drome, Prancis. Dia adalah anak keenam dan terakhir dari pasangan Joseph dan Amelie-Celestine Robin, yang merupakan seorang petani. Orang tuanya pekerja keras dan bisa dianggap kelas menengah di masa sekarang. 

Ibu dan ayahnya seorang Katolik tetapi tidak menghadiri misa di gereja. Ini memengaruhi iman anak-anak mereka yang lain tetapi tidak memengaruhi Martha. Dia tertarik kepada Tuhan dan berdoa sendiri pada usia yang sangat dini.

Penyakit menyerang Martha di tahun kedua kehidupannya. Dia dan saudara perempuannya, Clemence, keduanya terserang demam penyakit Tifus. Clemence tidak selamat. Martha memang hidup tetapi lemah dan mulai melemah sejak saat itu. Dia meninggalkan sekolah pada usia 13 tahun untuk membantu pertanian keluarga. 

Namun, ia menghadiri kelas-kelas katekismusnya (menjadi katekumen) dan dibaptis pada tahun 1911. Ia menerima Komuni Suci pertamanya pada 15 Agustus 1912. 

Pada usia 16 tahun (tahun 1918) ia jatuh sakit yang membuatnya coma selama 20 bulan. Setelah ia sadar, penyakitnya tidaklah membaik, malahan memburuk, yang membuatnya tidak dapat menggerakkan kakinya. Pada tanggal 2 Januari 1929 sampai wafatnya 6 Feb 1981, ia lumpuh, tidak dapat menggerakkan kaki, lengan, bahu dan tenggorokannya, sehingga ia tidak dapat menelan, tidak dapat makan dan minum

Martha tinggal di rumah di kamar gelap karena hipersensitivitasnya terhadap cahaya. Pada awalnya dia masih bisa menggunakan ibu jari dan telunjuknya dan bisa menggunakan rosario. Akhirnya dia kehilangan kemampuan untuk melakukan hal itu. 

Yang bisa dia lakukan hanyalah menggerakkan kepalanya. Dia tidak bisa lagi makan atau bahkan menelan air. Dokter mencoba untuk memasukkan air tetapi itu akan keluar lubang hidungnya. Namun, ada satu hal yang bisa dan akan dia konsumsi. Itu adalah EKARISTI KUDUS. 

Pada awal sakitnya, Martha dikunjungi oleh Bunda Maria yang sangat menghiburnya. Suatu saat selama tahun 1928 (usia 26 tahun), Kristus sendiri menampakkan diri kepadanya dan penampakan ini mengubah dirinya selamanya. Saat itulah dia memutuskan untuk "mempersembahkan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan" dan "menawarkan penderitaannya dalam persatuan dengan-Nya dengan doa dan cinta." Dia menjadi lebih fokus pada Penderitaan Kristus sambil menjadi sangat dekat dengan Bunda Maria.

Sejak 1930-an dan seterusnya, satu-satunya makanan Martha adalah Kristus dalam Ekaristi. Tidak ada makanan atau air yang akan melewati bibirnya. 

Pada hari Jumat, ketika dia menerima Komuni Suci, dia "menghidupkan kembali" Sengsara Kristus. Pada awalnya itu secara rohani tetapi kemudian menjadi fisik. 

Pada diri Martha mulai tampak STIGMATA. Tuhan telah memasukkannya di antara orang-orang pilihan seperti St. Francis, St. Catherine dari Siena dan St. Padre Pio.

Ketika triduum Penderitaan Tuhan kita, Kematian dan Kebangkitan juga terjadi di dalam diri Martha, darah yang segar keluar pada hari Jumat, kering pada hari Sabtu dan hilang pada hari Minggu. Memang, Martha Robin mengalami Ekaristi Kudus dengan cara yang luar biasa. Ini akan menjadi hidupnya sampai dia meninggal pada 1981, periode 51 tahun.

Selama sakitnya itu, kondisinya ini kemudian diperiksa oleh dokter, seorang profesor dari fakultas kedokteran di Lyons, Dr Jan Dechaume, da Dr. Andre Ricard. Adalah suatu misteri tersendiri bahwa Martha Robin ini dapat hidup tanpa makanan selama 50 tahun, kecuali dari Ekaristi.

Suatu hari seorang FILSUF ATHEIS dan dokter bernama Paul Louis Chouchoud mengunjunginya, untuk memeriksanya. Gereja Katolik tidak menghalanginya, dan Dr. Chouchoud mendapat ijin dari uskup setempat untuk menyelidiki keadaan Martha Robin. 

Dr. Chouchoud mengkonfirmasi bahwa Martha mengalami lumpuh/ paralysis total sehingga ia bahkan tidak dapat menelan air walaupun hanya setetes saja. Yang ajaib adalah, apa yang dituliskan oleh Chouchoud, pada saat Martha menerima Komuni kudus. Dia tidak dapat menelanHosti’ tersebut, sebab otot tenggorakannya tidak dapat bergerak. Namun Hosti itu lewat secara misterius melalui bibirnya yang tertutup dan menuju saluran kerongkongannya. Martha tidak dapat makan makanan atau minuman duniawi apapun, karena ketidakmampuannya menelan dan membuka mulutnya, namun ia tidak dapat hidup tanpa Ekaristi.

Mereka dalam komunitas sains, mengungkapkan keheranan mereka bahwa sejak masa kelumpuhan totalnya tahun 1929 sampai wafatnya tahun 1981 selama lebih dari 50 tahun, Martha tidak makan dan minum (dan tidak tidur juga), namun organ dalam tubuhnya masih dapat berfungsi. Ekaristi merupakan satu- satunya makanan yang menguatkan bagi Martha. 

Dengan mujizat ini Yesus ingin menunjukkan kekuatan Ekaristi yang luar biasa, jika diterima dengan iman yang dalam dan teguh. Keadaan yang dialami oleh Martha ini menggenapi apa yang dikatakan oleh Yesus dalam Injil Yohanes, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” (Yoh 6:53-54).

Meskipun Martha tidak pernah lulus sekolah dasar, ia dapat menasihati banyak orang yang mengunjunginya dengan kata-kata bijak. Dia memiliki rasa kasih yang meluap-luap dan memiliki ingatan yang luar biasa

Selama masa hidupnya diperkirakan lebih dari 100.000 orang mengunjunginya dan menerima bimbingan darinya. Dia menghormati ribuan permintaan doa dan pengaruhnya mencapai jauh melampaui kamar kecilnya. 

Paus Fransiskus menyatakan Martha Robin "Yang dihormati" 7 November 2014. Hari ini rata-rata 40.000 orang berkunjung dan berdoa di rumah di mana Yang Dihormati Martha tinggal dan mati. 

Martha dikutip mengatakan, “I want to cry out to those who ask me if I eat, that I eat more than them, for I am fed by the Eucharist of the blood and flesh of Jesus. I would like to tell them that it is they who arrest and block the effects of this food in themselves.” 

Demikianlah kisah Martha Robin, yang merupakan salah satu dari kisah mujizat Ekaristi. Gereja Katolik tidak pernah melarang diperiksanya keadaan atau bukti- bukti yang menunjukkan tentang keajaiban Ekaristi. 

Sebab jika itu rekayasa, akan terlihat dengan sendirinya, namun jika itu fakta, maka juga akan bersinar dengan nyata. Prinsipnya Gereja Katolik tidak menghalang- halangi pemeriksaan apapun, karena percaya bahwa "Truth will speak for itself". 

Memang bagi orang yang sudah percaya, mujizat-mujizat tidaklah penting; namun bagi orang yang memutuskan untuk tidak percaya, bahkan mujizat yang terbesar sekalipun tidak akan pernah cukup. Jadi akhirnya terpulang pada kita masing- masing bagaimana kita menyikapinya, sebab Tuhan juga tidak pernah memaksa.

Semoga kita yang sudah percaya akan kehadiran Yesus dalam Ekaristi, dibimbing oleh Roh Kudus sehingga kita dapat semakin menghayatinya. Semoga setiap kali kita menyambut Ekaristi, kita dapat juga menyebutkan doa ini, yang diucapkan oleh Martha Robin,

"Tuhan ada di dalamku, betapa dalamnya misteri ini!… O Yesus, semoga suatu saat nanti kasih-Mu menyalakan aku, bukan karena hasil usahaku, tetapi karena rahmat-Mu. Tuhan, jika Engkau memberikan damai sejahtera dan kebahagiaan semacam ini di dunia, bagaimanakah indahnya nanti kebahagiaan di surga?"