Tampilkan postingan dengan label SP Daniel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SP Daniel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2019

19.53 -

Dan 2:31-45

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi


Selasa, 26 November 2019: Hari Biasa XXXIV - Tahun C/I (Hijau)
Bacaan: Dan 2:31-45; MT Dan 3:57, 58, 59, 60, 61; Luk 21:5-11


Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. Adapun patung itu, (1A) kepalanya dari emas tua, (1B) dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, sedang (1C) pahanya dari besi dengan (1D) kakinya sebagian dari besi dan (2) sebagian lagi dari tanah liat. 

Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi (3) batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.

Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja: Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di mana pun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu — (4) tuankulah kepala yang dari emas itu. 

Tetapi sesudah tuanku akan muncul (5A) suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian (5B) suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.

Sesudah itu akan ada (5C) suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. 

Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. 

Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.

Tetapi pada zaman raja-raja, (6) Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. ALLAH yang maha besar TELAH MEMBERITAHUKAN kepada tuanku raja APA YANG AKAN TERJADI DI KEMUDIAN HARI; MIMPI ITU adalah BENAR dan MAKNANYA DAPAT DIPERCAYAI."


Renungan


1. Kerajaan Allah akan tetap untuk selama-lamanya

(1A-D, 2) Di Babel dikenal dengan negeri yang berlimpah para seniman. Namun dalam mimpinya, Nebukadnezar merasa heran karena ia melihat patung yang amat besar, patung itu terbuat dari logam dan tanah liat. (3) Apakah makna di balik keanehan itu? 

Makna mimpi: (4) Nebukadnezar adalah raja di atas segala raja, yang kerajaannya berasal dari Allah. Kepala emas menggambarkan takhta Nebukadnezar. (5AB) Kerajaan Media dan kerajaan Persia. (5C) Kerajaan Yunani.

Apa makna besi dan tanah liat di sini? Maknanya adalah suatu campuran kekuatan dan kelemahan yang sangat besar pula. Artinya, kekuatan dan kelemahan menjadi satu bagian keutuhan. Namun, semua kerajaan itu akan runtuh. Pada masa itulah, (6) Allah akan mendirikan kerajaan-Nya yang tidak akan binasa selamanya.

Pesan yang disampaikan Daniel kepada Nebukadnezar sangat jelas. Sekuat dan sehebat apa pun sebuah kerajaan pada akhirnya akan runtuh juga. Namun, ada satu kerajaan yang tidak akan runtuh, yaitu kerajaan Allah. Secara tidak langsung Daniel menyampaikan pesan kepada Nebukadnezar untuk hidup dalam kerajaan Allah. Pertanyaannya adalah maukah kita hidup dalam kerajaan-Nya?


03.31 -

Dan 5:1-6, 13-14, 16-17, 23-28

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Rabu, 27 November 2019: Hari Biasa XXXIV - Tahun C/I (Hijau)
Bacaan: Dan 5:1-6, 13-14, 16-17, 23-28; MT Dan 3:62, 63, 64, 65, 66, 67; Luk 21:12-19


Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu. Kemudian dibawalah (1) perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu. 

(2) Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan.

Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: "Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda? Telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa.

Tetapi telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau dapat memberikan makna dan dapat menguraikan kekusutan. Oleh sebab itu, jika engkau dapat membaca tulisan itu dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, maka kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas, dan dalam kerajaan ini engkau akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga."

Kemudian Daniel menjawab raja: "Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku. 

Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku. 

Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini. Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mené, mené, tekél ufarsin. Dan inilah makna perkataan itu: Mené: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Tekél: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia."


Renungan


1. Belajar dari sejarah

(1) Raja Belsyazar rupanya tidak belajar dari sejarah. Ia lupa bahwa ayahnya pernah dihukum Tuhan hingga hidup seperti hewan. Itu terjadi karena Nebukadnezar telah berlaku tinggi hati dan keras kepala di hadapan Allah (Dan 5:19-21).

(2) Tuhan marah kepada manusia yang melecehkan hadirat-Nya. Kemarahan Tuhan itu lalu disampaikan melalui tulisan di dinding. Sungguh mengerikan akibat yang terjadi karena kesombongan dan akibat yang harus diderita bila orang tidak belajar dari sejarah. 

Oleh karena itu penting bagi kita untuk membaca Kitab Suci dan perlu juga merenungkan teladan apa yang kita dapatkan dari tiap tokoh yang kita pelajari dan peringatan apa yang harus kita camkan baik-baik agar jangan sampai kita jatuh ke dalam kesalahan yang sama. Dengan demikian hidup kita akan terus diasah menjadi hidup yang semakin berpadanan dengan kebenaran Allah.


03.21 -

Dan 6:12-28

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Kamis, 28 November 2019: Hari Biasa XXXIV - Tahun C/I (Hijau)
Bacaan: Dan 6:12-28; MT Dan 3:68, 69, 70, 71, 72, 73, 74; Luk 21:20-28

 
Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati (1A) Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. 

Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: "Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Jawab raja: "Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." 

Lalu kata mereka kepada raja: (2A) "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya." 

Setelah (3A) RAJA mendengar hal itu, maka SANGAT SEDIHlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya.

Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: (2B) "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!" 

Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" 

Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. Lalu pergilah (3B) RAJA ke istananya dan BERPUASAlah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia TIDAK DAPAT TIDUR.

Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?" 

Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu! (1B) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." 

Lalu (3C) SANGAT SUKACITAlah RAJA dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah (4) DANIEL dari dalam gua itu, dan TIDAK TERDAPAT LUKA APA APA-APA padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. 

(2C) Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. 

Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa (3D) di seluruh kerajaan yang kukuasai ORANG HARUS TAKUT DAN GENTAR KEPADA ALLAHnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."


Renungan


1. Teladan keberanian beriman

(1AB) Bagi Daniel, ibadah adalah bagian terpenting dari seluruh hidupnya. Ia sungguh yakin bahwa Allah yang dilayani dan ditaatinya adalah Allah yang hidup dan berkuasa mengatupkan mulut singa-singa yang buas itu. 

(2ABC) Orang-orang yang menyebarkan tuduhan kepada Daniel dihukum setimpal dengan kejahatan mereka. (3A-D, 4) Tuhan menyatakan kuasa-Nya. 

Kisah Daniel mengajarkan dan memberikan teladan bagi kita tentang keberanian beriman yang utuh kepada Tuhan. Iman yang sedemikian itulah yang benar di hadapan Allah. Di masa Perjanjian Baru ini, kuasa kemenangan Kristuslah yang memampukan orang beriman bertahan menghadapi berbagai tantangan dan tekanan hidup.


03.10 -

Dan 7:2-14

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Jumat, 29 November 2019: Hari Biasa XXXIV - Tahun C/I (Hijau)
Bacaan: Dan 7:2-14; MT Dan 3:75, 76, 77, 78, 79, 80, 81; Luk 21:29-33


Berkatalah Daniel, demikian: "Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. 

Yang pertama rupanya (1) seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. 

Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya (2) seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak. 

Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya (3) seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.
Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang 

keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. (4) Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh. Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong. 
Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. 

Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka (A) hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya.

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit (B) seorang seperti ANAK MANUSIA; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu DIBERIKAN kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan KEKUASAAN SEBAGAI RAJA, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah KERAJAANNYA yang TIDAK AKAN MUSNAH.


Renungan


1. Sastra Apokaliptik

Kitab Daniel merupakan sebuah kitab apokaliptik yang berisi tentang beberapa penglihatan masa depan dan sejarah dari empat kerajaan dunia (1-4), penghukuman Allah dan kedatangan Kerajaan Allah.

Kata "apokaliptik" berasal dari bahasa Yunani yang artinya "menyingkapkan" atau "membukakan" dan merujuk pada sesuatu yang sebelumnya tersembunyi dan sekarang telah disingkapkan (Dan 7:16-27). Dari sinilah kata "apokaliptik" kemudian menjadi sebutan untuk gaya tulisan yang banyak menggunakan simbol.

Daniel melihat suatu gambaran tentang ancaman bahaya yang besar bagi umat manusia. Ancaman itu sulit dikalahkan karena memiliki kekuatan yang dahsyat (A). Namun ia percaya bahwa Anak Manusia diberi kuasa yang kekal (B).

Jadi, janganlah takut dalam menghadapi si jahat. Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Rm 8:31).


Selasa, 30 April 2019

22.04 -

Dan 12:1-3

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Minggu, 18 November 2018: Hari Minggu Biasa XXXIII - Tahun B/II (Hijau)
Bacaan: Dan 12:1-3; Mzm 16:5, 8, 0-10, 11; Ibr 10:11-14, 18; Mrk 13:24-32


Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. 


Renungan


1. Orang benar bercahaya seperti bintang

Menjadi seorang bintang adalah dambaan setiap orang di dunia ini. Menurut pemahaman orang kebanyakan, seorang bintang adalah orang yang hebat, memiliki prestasi luar biasa, dikagumi oleh banyak orang, sukses atau orang yang terkenal/populer. Secara umum definisi seorang bintang adalah orang terbaik di suatu bidang tertentu.

Bagaimana arti seorang bintang di pemandangan mata Tuhan? Orang dapat dikatakan seperti 'bintang' apabila ia berhasil dalam menjalankan panggilan hidupnya sesuai yang ditentukan oleh Tuhan, yaitu bekerja dan menghasilkan buah. 

Daniel, sekalipun hidup di tengah-tengah suatu bangsa yang menyembah berhala, ia tidak terbawa arus. Ia tetap mampu menjaga hidupnya berkenan di hati Tuhan sehingga kehidupannya menjadi berkat bagi banyak orang. Bagaimana dengan kehidupan kita? Sudahkah hidup kita memberkati banyak orang?

Tuhan Yesus memberkati.


Sabtu, 27 April 2019

09.59 -

T Dan 13:1-9, 15-17, 19-30, 33-62

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Senin, 8 April 2019: Hari Biasa Pekan V Prapaskah - Tahun C/I (Ungu)
Bacaan: T Dan 13:1-9, 15-17, 19-30, 33-62; Mzm 23:1-3a, 3b-4, 5, 6; Yoh 8:1-11


Adalah seorang orang diam di Babel, Yoyakim namanya. Ia mengambil seorang isteri yang bernama SUSANA anak Hilkia. Isterinya itu AMAT SANGAT CANTIK dan TAKUT AKAN TUHAN. Karena orang tuanya benar maka anak mereka dididik menurut Taurat Musa.

Adapun Yoyakim adalah amat kaya dan dimilikinya sebuah taman yang berdekatan dengan rumahnya. Oleh karena ia paling terhormat di antara sekalian orang maka orang-orang Yahudi biasa berkumpul padanya. Nah, dalam tahun itu ada dua orang tua-tua dari antara rakyat ditunjuk menjadi hakim.

Tentang mereka itulah Tuhan telah berfirman: "Kefasikan telah datang dari Babel, dari kaum tua-tua, dari para hakim yang berlagak pengemudi rakyat." Orang-orang tua-tua itu sering mengunjungi rumah Yoyakim tempat setiap orang yang mempunyai suatu perkara datang kepada mereka.

Apabila menjelang tengah hari rakyat sudah pergi masuklah Susana untuk berjalan-jalan di taman suaminya. Kedua orang tua-tua itu setiap hari (1A) MENGINTIP SUSANA, apabila ia masuk dan berjalan-jalan di situ. Maka TIMBULLAH NAFSU BERAHI kepada Susana DALAM HATI kedua orang tua-tua itu. Mereka lupa daratan dan membuang muka, sehingga tidak memandang Sorga dan tidak ingat kepada keputusan yang adil.

Sedang mereka menunggu saat yang baik maka pergilah SUSANA ke taman itu seperti yang sudah-sudah. Ia hanya disertai dua orang dayang, KARENA CUACA PANAS panas maka ia MAU MANDI di taman itu. Tiada seorangpun ada di sana kecuali KEDUA ORANG TUA-TUA ITU itu yang BERSEMBUNYI sambil MENGINTIP Susana.

Kata Susana kepada dayang-dayangnya: "Ambilkanlah aku minyak dan urap dan tutuplah pintu-pintu taman, maka aku dapat mandi."

Segera setelah dayang-dayang itu keluar bangunlah kedua orang tua-tua itu dan bergegas-gegas menuju Susana. BERKATALAH MEREKA: "Pintu-pintu taman sudah tertutup dan tidak ada seorangpun melihat kita. (1B) KAMI SANGAT CINTA BERAHI KEPADAMU. Berikanlah hati saja dan TIDURLAH BERSAMA-SAMA DENGAN KAMI. Tetapi kalau engkau tidak mau, pasti kami naik saksi terhadapmu, bahwa seorang pemuda kedapatan padamu dan bahwa oleh karena itulah maka dayang-dayang itu kausuruh pergi."

Bernafaslah Susana lalu berkata: "Aku terdesak sekeliling. Sebab jika hal itu kulakukan, niscaya mati menanti aku. Jika tidak kulakukan, maka aku tidak lobos dari tangan kamu. Namun demikian lebih baiklah aku jatuh ke dalam tangan kamu dengan tidak berbuat demikian, dari pada berbuat dosa di hadapan Tuhan."

Lalu Susana berteriak-teriak dengan suara nyaring. Tetapi kedua orang tua-tua itupun berteriak-teriak pula melawan Susana. Yang satu lari membuka pintu taman. Demi teriak di taman itu didengar oleh orang-orang yang ada di dalam rumah, bergegas-gegas masuklah mereka lewat pintu samping untuk melihat apa yang terjadi dengan Susana.

Setelah kedua orang tua-tua itu memberikan keterangan-keterangan maka amat malulah para pelayan, sebab belum pernah hal semacam itu dikatakan tentang Susana. Ketika keesokan harinya rakyat berkumpul lagi pada Yoyakim, suami Susana, datang pula kedua orang tua-tua itu penuh dengan angan-angan fasik terhadap Susana untuk membunuh dia.

Di depan rakyat mereka berkata: "Suruhlah ambil Susana anak Hilkia, isteri Yoyakim!" Maka diambillah ia. Datanglah Susana dengan disertai orang tuanya. Anak-anaknya dan kaum kerabatnya. Sanak saudara dan semua yang melihat Susana menangis.

Sementara (2A) KEDUA ORANG TUA-TUA ITU berdiri di tengah-tengah rakyat dan MELETAKKAN TANGAN MEREKA DI ATAS KEPALA SUSANA, maka (3B) SUSANA sendiri MENENGADAH KE SORGA sambil menangis, sebab HATINYA TETAP PERCAYA PADA TUHAN.

Kemudian KATA KEDUA ORANG TUA-TUA ITU: "Sedang kami berdua saja berjalan-jalan di taman, masuklah ia bersama dengan dua sahaya, lalu pintu-pintu taman itu ditutup dan disuruhnya sahaya-sahaya itu pergi. Lalu datanglah seorang pemuda yang bersembunyi di situ kepadanya dan berbaring sertanya. Ketika kami yang ada di sudut taman melihat kefasikan itu maka berlari-larilah kami kepada mereka. Walaupun kami melihat mereka tidur bersama-sama di sana, namun kami tidak dapat menangkap pemuda itu karena ia lebih kuat dari kami. Ia membuka pintu lalu melarikan diri. Tetapi dia ini kami pegang dan kami menanyakan siapa pemuda itu. Ia tidak mau memberitahu kami. Inilah kesaksian kami."

Himpunan RAKYAT PERCAYA akan mereka, oleh karena mereka adalah orang tua-tua di antara rakyat dan hakim. Lalu HUKUMAN MATI DIJATUHKANNYA kepada Susana.

Maka (3C) BERSERULAH SUSAN dengan suara nyaring: "Allah yang kekal yang mengetahui apa yang tersembunyi dan yang mengenal sesuatu sebelum terjadi, Engkaupun tahu pula bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadap aku. Sungguh, aku mati meskipun tidak kulakukan sesuatupun dari apa yang mereka bohongi aku." Maka (3D) TUHAN MENDENGARKAN SUARANYA.

Ketika Susana dibawa keluar untuk dihabisi nyawanya, maka (3E) ALLAH MEMBANGKITKAN ROH SUCI dari seorang anak muda, DANIEL namanya. Berserulah ia dengan suara nyaring: "Aku ini tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!"

Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya: "Apakah maksudnya yang kaukatakan itu?" Danielpun lalu berdiri di tengah-tengah mereka, KATANYA: "Demikian bodohkah kamu, hai orang Israel? ADAKAH KAMU MENGHUKUM seorang puteri Israel TANPA PEMERIKSAAN DAN TANPA BUKTI? Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!

Bergegas-gegas kembalilah rakyat lalu orang-orang tua itu berkata kepada Daniel: "Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahulah kami. Sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua."

Lalu kata Daniel kepada orang-orang yang ada di situ: "Pisahkanlah mereka berdua itu jauh-jauh, maka mereka akan kuperiksa."

Setelah mereka dipisahkan satu sama lain maka DANIEL memanggil seorang di antara mereka dan BERKATA kepadanya: "Hai engkau, yang sudah beruban dalam kejahatan, sekarang engkau ditimpa dosa-dosa yang dahulu telah kauperbuat dengan menjatuhkan keputusan-keputusan yang tidak adil, dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah, meskipun Tuhan telah berfirman: Orang yang tak bersalah dan orang benar janganlah kaubunuh. Oleh sebab itu, jika engkau sungguh-sungguh melihat dia, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?"

(2B) SAHUT ORANG TUA-TUA ITU: "DI BAWAH POHON MESIU." Kembali DANIEL BERKATA: "Baguslah ENGKAU MENDUSTAI KEPALAMU SENDIRI! Sebab MALAIKAT ALLAH SUDAH MENERIMA FIRMAN DARI ALLAH untuk membelah engkau!"

Setelah orang itu disuruh pergi Danielpun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya. Kemudian (2C) BERKATALAH DANIEL kepada orang itu: "Hai keturunan Kanaan dan bukan keturunan Yehuda, (1C) KECANTIKAN TELAH MENYESATKAN engkau dan NAFSU BERAHI TELAH MEMBENGKOKKAN HATImu. Kamu sudah biasa berbuat begitu dengan puteri-puteri Israel dan merekapun terpaksa menuruti kehendakmu karena takut. Tetapi puteri Yehuda ini tidak mau mendukung kefasikanmu! Oleh sebab itu, katakanlah kepadaku: Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur?"

SAHUT ORANG TUA-TUA ITU: "DI BAWAH POHON BERANGAN." Kembali DANIEL BERKATA: "Baguslah ENGKAU MENDUSTAI KEPALAMU SENDIRI. Sebab MALAIKAT ALLAH SUDAH MENUNGGU-NUNGGU DENGAN PEDANG TERHUNUS untuk membahan engkau, supaya membinasakan kamu!"

Maka berseru-serulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji (3A) ALLAH yang MENYELAMATKAN SIAPA SAJA YANG BERHARAP KEPADA-NYA. Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya. Sesuai dengan Taurat Musa kedua orang itu dibunuh. Demikian pada hari itu diselamatkan darah yang tak bersalah.



Renungan



1. Nafsu berahi membengkokkan hati

(1ABC) Setiap orang yang MEMANDANG perempuan serta MENGINGINKANNYA, SUDAH BERZINAH dengan dia DI DALAM HATINYA (Mat 5:28). Kecantikan dapat menyesatkan dan nafsu berahi dapat membengkokkan hati. (2ABC) Akibat dari dusta.

(3A-E) Allah menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya.

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5:24).

Tuhan Yesus memberkati.


09.26 -

Dan 3:14-20, 24-25, 28

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Rabu, 10 April 2019: Hari Biasa Pekan V Prapaskah - Tahun C/I (Ungu)
Bacaan: Dan 3:14-20, 24-25, 28; MT Dan 3:52, 53, 54, 55, 56; Yoh 8:31-42


Berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu. Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"

(1) Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa. Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.

Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!" 

Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

Berkatalah Nebukadnezar: (2) "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka.



Renungan



1. Teladan iman yang terpuji

(1) Sadrakh, Mesakh, dan Abednego diberi kesempatan untuk memilih. Menaati perintah raja Nebukadnezar yang berarti mendapat pengampunan, atau taat kepada Allah yang disembahnya, dengan menanggung segala risiko.

(2) Amarah sang raja, tidak menggetarkan komitmen untuk tetap setia menyembah Allah yang hidup. Sikap iman inilah yang membuat raja Nebukadnezar mengakui kemuliaan Allah.

Kemerdekaan orang beriman menjadi kesaksian yang bagus bagi orang-orang yang tidak percaya. Bagaimana dengan hidup kita? Sudahkan kita bersaksi tentang iman kita?

Tuhan Yesus memberkati.