Tampilkan postingan dengan label SP 1-3 Yohanes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SP 1-3 Yohanes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Januari 2020

1 Yoh 5:5-13

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Jumat, 10 Januari 2020: Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: 1 Yoh 5:5-13; Mzm 147:12-13, 14-15, 19-20; Luk 5:13-16


Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa (1B) YESUS adalah ANAK ALLAH? Inilah Dia yang telah (1C) DATANG DENGAN AIR DAN DARAH, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan (1A) ROHlah YANG MEMBERI KESAKSIAN, karena Roh adalah kebenaran.

Sebab ada tiga YANG MEMBERI KESAKSIAN [DI DALAM SORGA: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga YANG MEMBERI KESAKSIAN DI BUMI]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan (2A) KESAKSIAN YANG DIBERIKAN ALLAH TENTANG ANAK-NYA. 

Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa (2B) MEMILIKI ANAK, ia MEMILIKI HIDUP; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang (2C) PERCAYA KEPADA NAMA ANAK ALLAH, tahu, bahwa kamu MEMILIKI HIDUP YANG KEKAL.


Renungan


1. Manusia yang memiliki hidup

(1AB) Roh memberi kesaksian: IDENTITAS YESUS sebagai ANAK ALLAH. (1C) Yesus datang sebagai SUMBER AIR KEHIDUPAN, MEMBERI JAMINAN KESELAMATAN dengan mencurahkan darah-Nya atau hidup-Nya (Kej 9:5; Ul 12:23 》darah adalah nyawa), supaya orang yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal. 

(2ABC) Allah memberi kesaksian: YESUS adalah SUMBER DAN TUJUAN HIDUP KITA.

Dalam perspektif biologis indikator manusia hidup, jika manusia itu bernafas. Dalam perspektif sosiologis, jika manusia itu masih berinteraksi dengan sesama. 

Dalam perspektif teologis, manusia itu bernapas dan berinteraksi sosial itu tidak cukup untuk dikatakan sebagai sosok yang hidup, tapi MANUSIA YANG MEMILIKI HIDUP ialah MANUSIA YANG MEMILIKI YESUS. Dasar teologis ini menegaskan bahwa DI LUAR YESUS TIDAK ADA HIDUP.

Kita semua adalah anak-anak Allah yang memiliki tugas dan tanggungjawab untuk terus bersaksi bahwa Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam anak-Nya. Semoga Roh Kudus akan selalu menuntun dan menguatkan kita, untuk terus bersaksi bagi kemuliaan nama-Nya.


Kamis, 09 Januari 2020

1 Yoh 3:22 - 4:6

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Senin, 6 Januari 2020: Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: 1 Yoh 3:22 - 4:6; Mzm 2:7-8, 10-11; Mat 4:12-17, 23-25


Demikianlah kita ketahui, bahwa (1A) kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab JIKA KITA DITUDUH OLEHNYA, ALLAH adalah LEBIH BESAR DARI PADA HATI KITA serta MENGETAHUI SEGALA SESUATU.

Saudara-saudaraku yang kekasih, (1B) JIKA HATI KITA TIDAK MENUDUH KITA, MAKA KITA MEMPUNYAI KEBERANIAN PERCAYA untuk mendekati Allah (1 Yoh 3:19-21) dan (3B) apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita (2A) menuruti segala perintah-Nya dan (2B) berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. 

Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa (3A) Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

Saudara-saudaraku yang kekasih, (4) JANGANLAH PERCAYA AKAN SETIAP ROH, tetapi UJILAH ROH-ROH ITU, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang TIDAK MENGAKU YESUS, TIDAK BERASAL DARI ALLAH. Roh itu adalah ROH ANTIKRISTUS dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab ROH YANG ADA DI DALAM KAMU, LEBIH BESAR DARI PADA YANG ADA DI DALAM DUNIA. Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.

Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya ROH KEBENARAN dan ROH YANG MENYESATKAN.


Renungan


1. Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu

(1AB) Yohanes menasihatkan untuk tidak mendengar suara hati. ALLAH LEBIH MENGENAL KITA DARI PADA KITA MENGENAL DIRI SENDIRI. Oleh karena itu sepatutnyalah kita menyerahkan segalanya bukan kepada penilaian hati melainkan pada belas kasihan Allah. Allah yang menilai bukan suara hati. BETAPAPUN KUAT DAN HEBATNYA SUARA HATI MENUDUH, KITA DAPAT MENGHAMPIRI ALLAH YANG PENUH BEKAS KASIHAN DAN PENGAMPUNAN. Inilah dasar keberanian kita untuk menghampiri Allah dan memohon pada-Nya. 

(2AB) KASIH adalah BUKTI kelihatan bahwa kita PERCAYA PADA YESUS dan MEMILIKI RELASI DENGAN ALLAH yaitu relasi yang dilandasi dan diwarnai dengan dan oleh kasih. 

(3AB) Allah telah mengaruniakan Roh Kudus kepada kita. Roh yang diberikan pada kita merupakan jaminan kuat bahwa kita adalah anak-anak Allah. Jadi, Yohanes mendorong orang percaya untuk memperdalam relasi dengan Allah sehingga memiliki keberanian yang semakin kuat untuk menghampiri dan meminta apa saja pada Allah dalam doa.

(4) Orang yang tidak memiliki pengenalan yang benar tentang Kristus mudah sekali menyesatkan dan disesatkan.


1 Yoh 4:7-10

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Selasa, 7 Januari 2020: Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: 1 Yoh 4:7-10; Mzm 72:2, 3-4ab, 7-8; Mrk 6:34-44


(*) Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab KASIH itu BERASAL DARI ALLAH; dan setiap orang yang MENGASIHI, lahir dari Allah dan MENGENAL ALLAH. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi ALLAH yang telah mengasihi kita dan yang TELAH MENGUTUS ANAK-NYA SEBAGAI PENDAMAI bagi dosa-dosa kita.


Renungan


1. Membalas kasih Tuhan

Tak berkesudahan kasih setia-Nya, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi (Rat 3:22-23). Tuhan Allahmu memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan (Ul 7:9). 

(*) Oleh karena YOHANES telah benar-benar merasakan bagaimana Tuhan sangat mengasihinya (Yoh 19:26), maka ia MEMBALAS KASIH TUHAN 
dengan menunjukkan kasihnya kepada jemaat Tuhan, menyebutnya sebagai saudara yang dikasihi. Kemudian ia mengajak jemaat untuk saling mengasihi.

Jadi, hidupkanlah kasih Allah di dalam diri kita supaya nyata bahwa kita adalah anak-anak Allah yang lahir dari Allah dan yang mengenal Allah. 


1 Yoh 4:18 - 5:4

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Kamis, 9 Januari 2020: Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: 1 Yoh 4:18 - 5:4; Mzm 72:2, 14, 15bc, 17; Luk 4:14-22a


Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa (A) MENGASIHI ALLAH, ia harus JUGA MENGASIHI SAUDARANYA. 

Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.

Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah (B) KASIH KEPADA ALLAH, yaitu, bahwa kita MENURUTI PERINTAH-PERINTAHNYA. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.


Renungan


1. Tanda anak-anak Allah

Kapankah kita sungguh-sungguh mengasihi Allah? Kita sungguh mengasihi Allah ketika kita berbuat kasih kepada sesama (A). Dengan berbuat kasih kepada sesama kita sesungguhnya telah melakukan perintah-perintah Allah (B). Dan melakukan perintah Allah adalah tanda bahwa kita sungguh-sungguh menjadi anak-anak Allah.

Seperti Yesus datang untuk menggenapi firman Allah, yakni dengan membawa pembebasan bagi sesama (Luk 4:18-19). Demikian pula dengan kita, hendaknya menjadi seperti Kristus, berusaha melaksanakan apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita lewat sabda-Nya.

Ketika kita membangun relasi yang intim dengan Tuhan, Roh-Nya akan menuntun kita dan kita dapat menjalani kehidupan dengan sukacita. Meskipun badai kehidupan menerpa kehidupan kita, kita tidak mudah menghakimi Tuhan atau segala pengalaman buruk yang kita alami, sebab kita yakin bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu (Rm 8:28).

Sebagaimana Allah mengasihi kita, maka kita juga dipanggil untuk mengasihi sesama. Jadi. siap sedialah melakukan tindakan cinta kasih bagi orang yang membutuhkan.


Jumat, 03 Januari 2020

1 Yoh 2:22-28

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Kamis, 2 Januari 2020: Peringatan St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianze - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: 1 Yoh 2:22-28; Mzm 98:1, 2-3ab, 3cd-4; Yoh 1:19-28; RUybs.


Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang ANTIKRISTUS akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka BERASAL DARI ANTARA KITA, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita (1 Yoh 2:18-19). 

Siapakah PENDUSTA itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah ANTIKRISTUS, yaitu dia yang MENYANGKAL baik BAPA maupun ANAK. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. 

Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang BERUSAHA MENYESATKAN kamu. 

Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Maka sekarang, anak-anakku, TINGGALLAH DI DALAM KRISTUS, SUPAYA apabila Ia menyatakan diri-Nya, KITA BEROLEH KEBERANIAN PERCAYA percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. 


Renungan


1. Waspadalah penyesatan

Iblis menyamar sebagai malaikat Terang, pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Mereka adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus, mereka datang memberitakan Yesus atau Injil yang lain (2 Kor 11:4, 13-15). 

Jadi, waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Karena banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang TIDAK MENGAKU, bahwa YESUS KRISTUS telah datang sebagai manusia.

Mereka akan muncul mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga (Mat 24:4-5, 24-252 Yoh 1:7). 


1 Yoh 2:29 - 3-6

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)



Penanggalan liturgi

Jumat, 3 Januari 2020: Hari Biasa Masa Natal - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: 1 Yoh 2:29 - 3-6; Mzm 98:1, 3cd-4, 5-6; Yoh 1:29-34


Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga (1) kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. 

Saudara-saudaraku yang kekasih, (2) sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. 

Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. 

Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. 

Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.


Renungan


1. Bukti sebagai anak-anak Allah

(1, 2) Kita yang berdosa sebenarnya tidak layak menerima kasih-Nya yang sedemikian besar, namun dalam ketidaklayakkan itulah Ia mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya.

Jadi, perubahan status menjadi anak-anak Allah sama sekali bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus
(Tit 3:5; 2 Tim 1:9).

Apakah perubahan status ini mengubah kasih kita kepada Tuhan, dulu mengasihi dunia dan diri sendiri kini mengasihi Dia? Bisa ya, bisa juga tidak! Perubahan status yang hanya melekat kepada pemberian-Nya, tidak akan mengubah hidup kita. Sebaliknya perubahan status yang dialami karena melekat pada Allah akan mengubah hidup kita.

Pengakuan sebagai anak-anak Allah membutuhkan bukti dari hidup seorang Kristen, sungguhkah ia hidup untuk mengasihi Allah yang terwujud konkrit dalam kasihnya kepada sesama. Di dalam dirinya terpancar kebenaran dan kasih Allah karena ia berasal dari Allah.


Minggu, 29 Desember 2019

1 Yoh 2:12-17

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Senin, 30 Desember 2019: Hari keenam dalam Oktaf Natal - Tahun A/II (Putih)
Bacaan: 1 Yoh 2:12-17; Mzm 96:7-8a, 8b-9, 10; Luk 2:36-40


Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat.

Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat. 

(*) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab SEMUA YANG ADA DI DALAM DUNIA, yaitu (1) KEINGINAN DAGING dan (2) KEINGINAN MATA serta (3) KEANGKUHAN HIDUP, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.


Renungan


1. Mengalahkan dunia

(*) Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah (Yak 4:4). Ingatlah! Kita telah ditebus dari cara hidup kita yang sia-sia dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat (1 Ptr 1:18-19). Kita telah menjadi milik Kristus Yesus, kita harus menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5:24). 

Mungkinkah kita yang masih hidup di dunia ini tidak terikat perkara-perkara dunia? Jika kita berpikir mustahil, berpikirlah ulang, sebab Yesus sendiri berkata: "Aku telah mengalahkan dunia." (Yoh 16:33). Bahkan murid yang dikasihi-Nya berkata: "Kita berasal dari Allah. Roh yang ada di dalam kita, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." (1 Yoh 4:4). Percayakah kita bahwa bersama Tuhan Yesus kita bisa mengalahkan dunia?


Minggu, 07 Juli 2019

1 Yoh 2:3-11

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


 Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21) 


Penanggalan liturgi

Sabtu, 29 Desember 2018: Hari kelima dalam Oktaf Natal - Tahun C/I (Putih
Bacaan: 1 Yoh 2:3-11; Mzm 96:1-2a, 2b-3, 5b-6; Luk 2:22-35 


Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. 

Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. 

Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. 

(*) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. 


Renungan 


1. Hidup sama seperti Kristus 

Jika kita menyadari status kita sebagai anak Tuhan, maka kita akan menjalani suatu kehidupan menurut apa yang telah ditetapkan Tuhan bagi kita, sebagaimana Kristus taat mengerjakan apa yang ditetapkan oleh Bapa-Nya (Yoh 4:34 - Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya). 

Itulah sebabnya selama berada di bumi Yesus tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Waktu dan segenap keberadaan hidup-Nya sepenuhnya dicurahkan untuk melakukan kehendak bapa-Nya secara sempurna. 

(*) Hidup sama seperti Kristus bukan berarti kita selalu hidup dalam penderitaan, tetapi hidup seturut firman-Nya sehingga kita akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kita." (Yoh 8:31-32). 

Kita tak layak disebut Kristen jika hidup tak mencerminkan Kristus sama sekali! 

Selasa, 30 April 2019

2 Yoh 4-9

Sarapan Pagi
Agar Jiwa Kita Disegarkan Oleh-Nya


Firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
(Yak 1:21)


Penanggalan liturgi

Jumat, 16 November 2018: Hari Biasa XXXII - Tahun B/II (Hijau)
Bacaan: 2 Yoh 4-9; Mzm 119:1, 2, 10, 11, 17, 18; Luk 17:26-37


Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu -- bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya -- supaya kita saling mengasihi. 

Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. 

Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya. Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.


Renungan


1. Antikristus

Sekarang telah bangkit banyak antikristus. Mereka berasal dari kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita (1 Yoh 2:18-19). Jadi, mereka sudah menyimpang dari ajaran Alkitab.

Jadi, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka (1 Yoh 4:3, 5).

Tuhan Yesus memberkati.