Tampilkan postingan dengan label *Peperangan Rohani*. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label *Peperangan Rohani*. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2016

Peperangan rohani



Seringkali tanpa disadari dalam kehidupan berkeluarga/berkomunitas kita mempunyai musuh dalam selimut. Mengapa ini bisa terjadi? Karena tidak ada keterbukaan diantara keluarga/komunitas dalam menyelesaikan suatu masalah

Siapakah musuh-musuh kita? Setiap orang yang secara sadar atau tidak sadar mengizinkan dirinya dipakai oleh “si jahat” dengan tujuan menggganggu kita.

* Didalam membina hidup berkeluarga bukanlah hal yang mudah. Seringkali kita telah bersikap penuh kritik terhadap pasangan kita, kita hanya mengomel, mengomel, dan mengomel … meskipun pasangan kita telah berusaha sekeras mungkin untuk menyenangkan hati kita.

Keluarga (pasangan/anak-anak) bersikap kasar/kurang peka terhadap kita sehingga kita kehilangan kesabaran. Akhirnya … tanpa disadari dalam hati “memutuskan tidak berurusan dengan mereka lagi”. 

Ingatlah! Si jahat suka sekali melihat pasangan/anak-anak yang merasa diabaikan, tidak diinginkan, atau merasa lebih lemah. Ia mempunyai segala jenis daya tarik untuk ditawarkan kepada mereka (uang, obat-obatan terlarang, persahabatan yang salah dll).

* Didalam komunitas ada juga “sahabat baik” yang menyebarkan rahasia-rahasia terdalam, menggunjingkan kita dan memanipulasi atau menyakiti sesama orang percaya.

Ketika kita sedang mengalami sebuah krisis, mungkin saja si jahat melaksanakan rencananya yang jahat: mencuri, membunuh dan membinasakan umat Allah (Yoh 10:10) dengan cara mempengaruhi pikiran atau tindakan orang-orang yang terlibat. 

Jika musuh kita menyakiti dengan kata-kata dan sikap yang tidak baik, tolaklah keinginan untuk membalasnya atau bermuka masam (bdk. Ef 4:29; lih. [Ams 18:21] Kuasa perkataan). Berdoalah dalam hati dan perkatakanlah berkat Allah ke atas dia (Luk 6:27-28; Mat 5:44; Bil 6:22-27; Ams 24:17-18) maka Kristus di dalam kita akan membawa kita keluar dari yang ‘biasa’ dan masuk ke dalam yang ‘luar biasa’ dan kita akan meresponi musuh kita dengan kasih. Karena Allah juga ingin memanisfestasikan kebaikan-Nya terhadap musuh-musuh kita.

Jika Tuhan berkenan kepada jalan seseorangmaka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia.

Dalam menjalani kehidupan ini, janganlah kita menilai Allah menurut agenda kita sendiri. Jika kita keluar dari kehendak-Nya, maka si jahat akan mendakwa kita siang dan malam (Why 12:10) sehingga kita ketakutan dan kita mengambil jalan memutar (Kej 20:1-3).

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu daya Iblis (Ef 6:11-18; lih. [Ef 6:10-20] Senjata perlengkapan Allah).

Pakailah baju perang yang luar biasa ini: baju zirah kebenaran: yang akan membuat kita lebih berani karena kita sedang berjalan dalam kebenaran Allah dan bukan kebenaran kita sendiri; 

ketopong keselamatan: akan melindungi pikiran kita dari memikirkan pikiran apa pun yang iblis inginkan. Ia akan mengatakan: “Kamu adalah orang yang gagal dalam pekerjaan/membimbing anak-anak.” atau “Semua orang tidak ada yang menyayangimu, baik itu pasangan dan anak-anakmu.” dll. 

Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging (manusia), tetapi melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Ef 6:12)

Entah kita adalah orang kudus atau orang berdosa, orang Kristen baru atau orang percaya dewasa, si jahat akan melemparkan panah-panah berapinya kepada kita. Mengapa? 

Karena si jahat sangat membenci Allah. Dia juga membenci kita karena kita diciptakan segambar dengan Allah dan Allah memberkati kita. 

Jadi, dari semula semua orang ditentukan untuk menaklukkan bumi dan diberkati untuk menghasilkan buah dan memerintah bumi ini (Kej 1:27-28; Ibr 2:16).

Syarat-syaratnya:

1. Kita harus memperbarui pikiran kita dan menjadi serupa dengan gambaran Kristus. Allah ingin manusia mengubah pikiran mereka dan menjadi lahir baru sehingga mereka akan memperoleh tujuan yang telah Allah tentukan bagi semua orang, hidup selama-lamanya bersama Yesus Kristus. 

Seringkali kuasa Allah terhalang untuk bekerja dalam hidup kita karena terjebak dalam sifat manusia lama (pikiran-pikiran/sikap-sikap negatif, kemarahan, kebencian dll). 

Kita mungkin memiliki respons emosi yang normal terhadap sebuah keadaan (marah, terluka dll). Namun melalui Yesus Kristus (Flp 4:13), kita telah diberikan otoritas Allah untuk keluar dari alam emosi kita dan masuk ke dalam alam supernatural (sifat manusia baru – ingin berbuat baik kepada semua orang) sehingga respon normal itu tidak akan berubah menjadi sebuah kondisi yang berdosa (Ef 4:26-17 – Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa … janganlah beri kesempatan pada Iblis). 

Ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, maka kita dimeteraikan oleh Roh Kudus (Ef 1:13). Dengan kuasa Allah (Luk 10:19), kita akan masuk ke dalam sebuah dunia baru, dunia supernatural di mana yang mustahil menjadi mungkin karena iman. 

Kuasa mujizat-Nya yang bekerja dalam hidup kita akan memberi kita kemampuan untuk bangkit dan menjadi kuat dalam Roh Kudus. 

Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah (Yoh 3:5; Rm 14:17 – bukan soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus). Jika kita sudah dilahirkan kembali, maka akan ada perubahan dalam hidup kita

Jadi, janganlah mempunyai pola pikir cepat puas diri dengan menghadiri gereja secara teratur, tidak minum minuman keras, tidak merokok, atau tidak melakukan perzinahan. 

Sebagai anak-anak Allah buatlah perbedaan dengan anak-anak dunia sehingga Yesus akan memakai kita untuk melakukan pekerjaan Bapa di muka bumi ini

Jika kita setia pada Allah, Ia akan memakai kita sebagai bejana untuk memberkati orang lain

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rm 12:2). 

Semua orang yang dipilih-Nya dari semula, ditentukan menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya dipanggil-Nyadibenarkan-Nyadimuliakan-Nya (Rm 8:29-30). 

Tuhan tidak pernah lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat (2 Ptr 3:9). 

Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu (Kis 16:31). 

2. Pencurahan Roh Kudus-Nya

Bilamana hal ini akan terjadi? Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Roh Kudus (Penolong yang lain/Roh Kebenaran/Penghibur). Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu (Yoh 14:15-20, 25-26; Kis 1:8). 

Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia (Kis 2:17-18; Yl 2:28)

Dalam bahasa Ibrani, memberkati adalah barak, artinya berlutut (= posisi menyembah). 

Jadi, untuk mendapatkan berkat, kita harus hidup dengan sikap menyembah Allah. Jika kita masih menjalani gaya hidup dengan penuh dosa, maka Allah tidak akan memberkati dan tidak akan memberikan otoritas-Nya pada kita. 

Jadi, untuk dapat memberkati orang lain, kita sendiri harus terlebih dahulu diberkati. Tindakan memberkati ini jangan dipandang remeh, karena ketika orang-orang percaya mencampur iman dan berkat, kita mendorong Allah untuk bergerak atas janji-janji-Nya.

Ada tiga berkat spesifik: materi, warisan, dan kemenangan

Ketika kita menjalani hidup kita dengan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:23-24), kita menaruh diri kita dalam sebuah posisi untuk mewarisi segala sesuatu yang telah Allah tentukan bagi anda – kehidupan kekal, baptisan dalam Roh Kudus, dan menjadi serupa dengan gambaran Yesus Kristus. 

Dalam gambar Kristus, kita akan menaklukkan bumi dan menghasilkan buah yang mengiringi kehidupan berkemenangan, seperti kesehatan yang baik, damai sejahtera, dan sukacita dari Tuhan. 

Jika kita menyembah Iblis (Mat 4:9) hanya mendapatkan materi saja dan suatu saat akan ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (Yak 1:17).

Berkat ada di atas kepala orang benartetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman (Ams 10:6).

Sebagai sahabat, Allah mempercayai Abraham untuk menyingkapkan kepadanya rencana-Nya berkenan dengan mendatangkan penghakiman ke atas kota Sodom dan Gomora yang jahat (Yak 2:23; Kej 18:17,20-21). 

Ketika mendengar rencana-Nya, bagaimana reaksi Abraham? Apakah Abraham berlari menemui Sara untuk memberitahukan kepadanya apa yang Allah akan lakukan? Apakah Abraham mulai merengek kepada teman-temannya: “Oh, Apa yang akan kulakukan? Sesuatu yang buruk akan terjadi; tolong doakan keluargaku.” Tidak! 

Abraham mulai berbicara dengan Allah mewakili Lot dan keluarganya. Abraham mulai melindungi keluarganya melalui doa syafaat, dia terus bernegosiasi sampai Allah setuju untuk mengampuni kota itu (Kej 18:24-32). 

Meskipun Lot seorang pecundang, dia tetap berdoa untuknya (Kej 13).

Marilah kita belajar dari Mat 7:24-27

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu

» Dasar iman kita harus dibangun di atas batu karang, yaitu Kristus (2 Kor 10:4). 

Maka Yesus akan menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman dan segala pekara dapat ditanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada kita (Mat 28:20; Flp 4:13). 

Untuk mengambil tindakan berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran, kita terlebih dahulu harus membangun hubungan penuh kepercayaan dengan Allah. 

Dengan cara itu, ketika badai kehidupan datang, dapat berkata: “Tuhan, aku mempercayai-Mu, dan aku berdiri di atas firman-Mu. Aku tahu Kau setia, dan Kau tidak akan mengecewakanku.” 



Hendaknya kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri (Yak 1:22)

Menerapkan firman Allah akan membawa sebuah perubahan, mungkin tidak selalu membawa perubahan yang menyenangkan, tetapi selalu membawa perubahan yang dibutuhkan. Perubahan tidaklah mudah karena ada banyak orang Kristen yang lebih suka didoakan daripada mendoakan orang lain.

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya 

» Karena kurangnya pengetahuan, maka pada akhirnya kita akan jatuh ke dalam kehancuran, kita akan jatuh ke dalam salah satu perangkap Iblis (Hos 4:6; 2 Kor 2:11). 

Ada banyak orang Kristen telah mengangkat diri mereka sendiri begitu tinggi dalam pengetahuan luas yang tersedia tentang bagaimana membangun hubungan yang sehat sehingga pemikiran mereka telah menjadi otomatis. 

Orang-orang dengan jenis kesombongan ini tidak menikmati orang lain (mereka tidak dapat menikmati anak-anaknya/pasangannya/persahabatan). Tidak ada kasih ilahi yang beroperasi dalam pola pikir ini tapi hanya sebuah sikap yang berkata: “Aku seorang ahli.” atau “Aku selalu tahu cara yang benar untuk melakukan segala sesuatunya.”

Jika kita membesarkan anak-anak menurut firman Allah, maka Allah akan memelihara benih ilahi yang telah kita tanam dalam hidup mereka, tangan supernatural Allah akan turun ke atas anak-anak kita (Yes 55:11).

Meskipun anak-anak kita keluar dari kehendak Allah dan tersesat ke dalam gaya hidup yang berdosa, maka para malaikat akan melindunginya dan Roh Kudus akan terus menarik mereka sampai mereka mengarahkan hidup mereka kembali kepada Allah sehingga hidup mereka selaras dengan firman-Nya.

Didiklah anak muda menurut jalan yang patut baginyamaka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu (Ams 22:6)

Marilah kita melindungi keluarga/komunitas kita dengan berdoa dalam Roh Kudus (Yud 1:20) sehingga Dia akan membimbing keluarga/komunitas kita dalam kasih yang sempurna. Dan keluarga/komunitas kita akan bertindak sedemikian rupa yang akan membawa belas kasihan Allah ke dalam situasi apa pun. 

(Sumber: Warta KPI TL No. 85/V/2011 » Peperangan Rohani, Marilyn Hickey).

Kamis, 13 Oktober 2016

Perhatikan hal yang terabaikan

Untuk menjadi pasukan Allah, syarat utamanya harus militan di dalam melakukan firman Allah. Tetapi seringkali pergumulan yang tidak kunjung selesai merupakan penghalang bagi perjuangan kita ... sehingga kita gugur di tengah jalan karena merasa persoalan yang kita hadapi lebih berat daripada sebelum menjadi pasukan Allah.

Ketika kita membangun pasukan untuk berperang, ada tiga macam pengalaman dari orang-orang yang mengikuti peperangan rohani



Kelompok pertama berkata: “Saya sudah ikut berdoa sebulan lebih, tetapi biasa-biasa saja, semuanya baik-baik saja, saya baik-baik saja, keluarga saya baik-baik saja, tak ada banyak perubahan, tak ada hambatan yang berarti. Dan saya mau mengawal mandat dan berkat yang Tuhan berikan dan janjikan dalam hidup saya.”

Kelompok kedua berkata: “Luar biasa Tuhan kita, saya baru berdoa sebulan, Tuhan memberkati saya secara luar biasa. ini baru sebulan lho, tapi berkatnya luar biasa.”

Kelompok ketiga berkata: “Semakin lama ikut berdoa, semakin tidak karuan, kacau semuanya, anak-anak bertengkar, keuangan kacau.”

Kelompok pertama dan kedua menikmati berkat-Nya. Tetapi kelompok ketiga tidak menikmati berkat-Nya, maka seharusnya kita mencari di mana letak kesalahannya. 

Di dalam peperangan rohani, kita pasti banyak menghadapi rintangan, baik secara fisik, kejiwaan maupun kerohanian. Itu adalah hal yang biasa. 

Jadi, dalam menghadapi setiap peristiwa yang kita alami ada dua pilihan, kita bisa menjadi

1. better (lebih baik) - Memohonlah pada Roh Kudus untuk memberikan pengertian sehingga hati dan pikiran kita terbuka untuk melihat hikmahnya dibalik peristiwa itu. 

Mengapa harus demikian? Karena tidak ada satu manusia pun yang mampu introspeksi dirinya sendiri secara sempurna. Jadi, terimalah dengan jujur dan rendah hati koreksi dari Roh Kudus sehingga kita dapat mengerti kehendak Allah.

2. bitter (kepahitan) - Jika kita berhenti mencari Tuhan, maka panah si jahat akan terus-menerus menancap dan kita terkena racun yang mengerikan sehingga kita mengalami kepahitan dan muntaber (mundur tanpa berita dengan alasan yang bermacam-macam - menjadi orang yang kalah). 

Pilihan ada di tangan kita! Karena Tuhan sangat menghargai kehendak bebas kita. 

Marilah kita belajar dari pengalaman Daud (1 Sam 30:1-31):

Untuk menghindari kejaran Saul, Daud melarikan diri ke negeri orang Filistin. Sesampai di kota Gat, dia meminta kota kepada Akhis bin Maokh, raja kota Gat; maka kota Ziklag diberikan kepadanya 

» Pada zaman dulu, kalau seorang pemimpin pergi, maka dia akan membawa seluruh keluarga, seluruh pasukan dan harta bendanya (1 Sam 27:1-4).

Apabila Daud memusnahkan suatu negeri, seorangpun tidak dibiarkannya hidup...; ia merampas kambing domba, lembu, keledai, unta dan pakaian, kemudian pulanglah 

» Hukum perang: apabila engkau mendekati suatu kota untuk berperang melawannya ... setelah Tuhan, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang. Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri ... Tetapi dari kota-kota bangsa itu ... janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas, melainkan kautumpas sama sekali ... supaya mereka jangan mengajar kamu berbuat sesuai dengan segala kekejian, yang dilakukan mereka bagi allah mereka, sehingga kamu berbuat dosa kepada Tuhan, Allahmu (Ul 20).

Itulah sebabnya Ziklag menjadi kepunyaan raja-raja Yehuda (1 Sam 27:5-6) 

» Sejarah kota Ziklag: Ketika Yosua masuk ke tanah Kanaan, daerah itu dibagi-bagi kepada seluruh seluruh suku Israel, kecuali suku Lewi. Suku Lewi tidak mendapat bagian karena mereka adalah milik Tuhan, Allah Israel (Yos 13:33). 

Ziklag adalah salah satu kota milik suku Yehuda (Yos 15:31). Karena suku Simeon belum medapat bagian, maka suku Yehuda yang mendapat bagian yang terlalu besar, membagi sebagian daerahnya ke suku Simeon, salah satunya adalah kota Ziklag (Yos 19:1-9). 

Mungkin kota itu kurang menarik, sehingga suku Simeon mengabaikannya dan kota itu direbut oleh orang-orang Filistin. Ketika Daud dikejar-kejar oleh Saul ... kota itu diberikannya kepada Daud. 

Kota itu sepertinya piala bergilir, karena ada atmosfir penolakan.

Sejarah kota mempengaruhi dan dipengaruhi oleh atmosfir daripada daerah itu.

Ziklag diserbu oleh orang Amalek, kota itu dibakar habis. Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan muda, telah ditawan mereka 

» Keadaan ini membuat Daud ingat bahwa dia tidak boleh terbawa arus atmosfir dari kota Ziklag tersebut, sehingga kota itu dikawalnya agar berkat-berkat yang sudah disediakan Tuhan baginya tidak terlepas lagi. 

Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu ... menangislah mereka. Seluruh rakyat pedih hati sehingga mereka hendak melempari Daud dengan batu. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya 

» Karena mengalami luka batin/kepahitan maka mereka melakukan itu.

Lalu pergilah Daud beserta keenam ratus orang ... Daud melanjutkan pengejaran itu beserta empat ratus orang. Dua ratus orang yang terlalu lelah untuk menyeberangi sungai Besor itu, berhenti di sana 

»  pasukan yang dipimpin Daud tidak semuanya kuat.

Daud menghancurkan orang-orang Amalek dari pagi-pagi buta sampai matahari terbenam ... Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua istrinya dapat dilepaskan Daud. Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya dibawa Daud kembali. 

Daud mengambil segala jarahan kambing domba dan lembu; semuanya itu digiring mereka di hadapannya, serta berkata: “Inilah jarahan Daud.” 

Ketika Daud sampai kepada dua ratus orang yang telah terlalu lelah untuk mengikuti Daud, yang telah dibiarkannya tinggal di dekat sungai Besor, maka keluarlah orang-orang ini menyongsong Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia. 

Daud mendekati orang-orang itu dan memberi salam kepada mereka.

Kemudian mulailah semua orang jahat dan dursila berbicara kepada Daud: “Karena mereka tidak ikut pergi bersama-sama dengan kita, janganlah kita berikan kepada mereka apa-apa dari jarahan yang kita selamatkan itu. Kecuali istri dan anak-anaknya.” 

» Pada waktu mereka menjarah, nampaklah sifat asli dari orang-orang itu. Mengapa mereka jahat dan dursila? Karena mereka berasal dari orang-orang yang bermasalah; mereka dalam kesukaran, dikejar-kejar tukang piutang dan sakit hati (1 Sam 22:2).

Tetapi Daud berkata: “janganlah kamu berbuat demikian, dengan apa yang diberikan Tuhan kepada kita; sebab Ia telah melindungi kita, dan menyerahkan ke dalam tangan kita gerombolan yang menyerang kita. 

Siapa yang mau mendengarkan kamu dalam pekara ini? sebab, bagian orang yang tinggal di dekat barang-barang adalah sama seperti bagian orang yang pergi berperang; itu akan dibagi sama-sama.”

Dan demikianlah halnya sejak hari itu dan seterusnya; hal itu ditentukannya menjadi ketetapan dan peraturan bagi orang Israel sampai sekarang 

» Hukum di zaman sebelum Ziklag dibakar oleh orang Amalek: orang-orang yang tidak ikut perang tidak mendapat bagian dari rampasan perang. Dengan sendirinya para istri akan menganjurkan para suaminya untuk ikut berperang guna mendapatkan bagian itu. Akhirnya ... di dalam kota itu tidak ada yang berjaga-jaga sehingga kota itu dibakar dan orang-orang Daud ditawan. 

Sejak Ziklag dibakar, Daud menyadari kesalahannya, yaitu: hanya memikirkan perang dan perang tetapi mengabaikan perlindungan atas orang-orang dan barang-barang yang ditinggalkannya ketika mereka pergi berperang.

(Sumber: Warta KPI TL No. 82/II/2011»



(Sumber: Renungan KPI TL tgl 30 September 2010, Dra Yovita Baskoro, MM).

Senjata perlengkapan Allah

Sebagai seorang Kristiani, kita tidak mungkin terluput dari “hari yang jahat itu” 


Jadi, kita harus bersiap-siap untuk menghadap suatu peperangan rohani melawan Kerajaan Iblis. Pemimpin tertingginya adalah Iblis (Lucifer), sedangkan pengikut-pengikutnya adalah iblis-iblis/roh-roh jahat. Struktur pemerintahannya demikian rapi dan pusat pemerintahannya ada di bilangan langit. 



(I - huruf besar - pemimpin tertinggi; i – huruf kecil - pengikutnya).



Ajang pertempuran ini berada di dalam pikiran manusia. Iblis itu telah berhasil membangun benteng-benteng dalam pikiran manusia.


Tugas kita untuk merubuhkan dan menghancurkan segala benteng yang telah dibangun dalam pikiran manusia, supaya manusia dapat lepas dari cengkramannya dan dapat dibawa kepada Kristus untuk tunduk dan taat kepadanya.

Sebagai laskar Kristus, ada dua persyaratan untuk dapat melakukan tugas yang mulia ini

Kita harus yakin bahwa Iblis telah dikalahkan Yesus di atas kayu salib. Kita harus buktikan bahwa kita hidup dalam kemenangan

Kita harus memakai semua senjata perlengkapan Allah 

I. Senjata petahanan: hanya untuk melindungi diri saja, kita tidak bisa menang.

II. Senjata penyerangan.

Paulus menggunakan gambaran dari seorang prajurit Romawi untuk menjelaskan SENJATA PERTAHANAN (Ef 6:14-17): 

1. Ikat pinggang kebenaran

Prajurit Romawi memakai jubah longgar yang panjangnya selutut. Jadi harus diikat agar tak mengganggu aktifitas.

Kita harus mengenakan ikat pinggang kebenaran (kejujuran, ketulusan hati, keterbukaan, dan keterus terangan), mengikatkannya sedemikan rupa pada pinggang kita, sehingga segala kemunafikan dan kepura-puraan tidak lagi mengganggu gerak-gerik langkah kita dan kita tidak terhalang lagi untuk melakukan kehendak Allah.

Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya (Mzm 25:10).

2. Baju zirah keadilan

Baju zirah untuk melindungi bagian dada, secara rohani artinya: hati. Fungsi baju zirah untuk melindungi hati. Jadi, suatu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan iman, sangat diperlukan untuk melindungi hati (Flp 3:9; Ams 4:23). 

Jika kita mengenakan baju zirah kebenaran yang berasal dari diri sendiri, iblis akan menemukan banyak titik kelemahan pada kebenaran tersebut (Bdk. 2 Kor 5:21). Dengan demikian ia akan sering berhasil menembusnya dengan serangan-serangan yang dilancarkannya untuk melukai hati kita

Baju zirah iman dan kasih (1 Tes 5:8), iman bekerja oleh kasih (Gal 5:6

artinya: iman yang berfungsi karena kasih yang hidup. Ia akan melindungi hati kita terhadap segala serangan dan usaha iblis untuk menembus ke dalam bagian yang vital dari kehidupan kita

Contoh: meskipun tahu bahwa Petrus akan menyangkal-Nya 3 x, tetapi Yesus berdoa agar iman Petrus jangan gugur (Luk 22:31-32).

Kasih itu melindungi kita terhadap segala yang negatif seperti kebencian, dendam, kepahitan, kekecewaan dan keputus asaan yang dapat merusak hati dan menghancurkan kehidupan kita.

Cinta kuat seperti maut ... nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api Tuhan! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya (Kid 8:6-7).

3. Kasut yang siap untuk memberitakan Injil

Kasut diikat sampai betis, dia menutup bagian penting dari perlengkapan seorang prajurit sehingga memampukannya untuk berjalan dengan cepat dan menempuh jarak yang cukup jauh. 

Kasut memberikan mobilitas kepadanya sehingga seorang prajurit akan selalu siap untuk memenuhi panggilan dari komandannya, berada di manapun dan kapanpun ia dibutuhkan dalam pertempuran.

Kita harus siap sedia memberitakan firman baik atau tidak baik waktunya (2 Tim 4:2). Orang-orang yang menerima Injil akan merasakan damai sejahtera dalam hati dan pikiran. Kita tidak mungkin menularkan damai sejahtera kepada orang lain apabila kita sendiri tidak memilikinya.

Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Rm 14:17)

4. Perisai iman

Perisai memberikan perlindungan menyeluruh.

Perisai adalah iman akan perlindungan yang disediakan untuk kita dan semua orang yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Kita perlu menaikkan perisai iman agar mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan Tuhan yang seutuhnya (akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat).

Apabila kita mulai menimbulkan masalah bagi iblis, sudah pasti ia akan balik menyerang kita

Pertama-tama ia mungkin menyerang pikiran, hati, tubuh, dan keuangan kita; jika serangannya terhadap kita tidak mempan, maka ia mulai menyerang orang-orang orang-orang yang paling dekat dengan kita.

Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman. Orang benar akan hidup oleh iman (Rm 1:16-17).

5. Ketopong keselamatan

Ketopong = topi baja sebagai pengaman untuk melindungi kepala (pikiran).

Jika terluka di bagian kepala, maka kita tidak akan mampu untuk mempergunakan segala perlengkapan senjata yang ada. Jadi, kita harus berketopongkan pengharapan (1 Tes 5:8). 

Pengharapan adalah suatu sikap optimis yang selalu memilih untuk melihat sisi yang terbaik: tidak mau mengalah terhadap depresi, keragu-raguan dan sikap mengasihani diri sendiri (Rm 8:28, 24; Ibr 6:17-20; 10:23).

Kristus adalah pengharapan dan kemuliaan. Tanpa Kristus tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia (Kol 1:27; Ef 2:12)

6. Pedang roh yaitu firman Allah (dalam bahasa Yunani artinya “rhema”), dapat juga dipakai sebagai senjata penyerangan, tetapi belum mampu untuk menghancurkan benteng-benteng pertahanan.

Tanpa pedang, kita tidak mempunyai senjata untuk mengusir iblis.

Dari mulut Yesus ke luar pedang tajam bermata dua; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran kita (Why 1:16; Ibr 4:12)

Buku Alkitab yang tercetak sama sekali tidak menimbulkan ancaman bagi iblis. Tetapi apabila kita mengucapkannya dengan iman melalui mulut kita, maka firman itu akan berubah menjadi pedang roh

Jika kita memegang dan mengayunkan pedang itu maka Roh Kudus akan memberi kuasa dan hikmat dalam pemakaiannya

Oleh karena itu kita perlu benar-benar mengenal Alkitab dan penafsirannya yang benar, supaya kita dapat melawan cobaan iblis.

Marilah kita belajar dari Mat 4:1-11:

Pencobaan yang dialami Yesus adalah suatu bujukan untuk ragu-ragu terhadap firman Tuhan.

Yesus maupun Iblis tidak meragukan otoritas firman Tuhan 

Iblis berkata: “Jika ... sebab ada tertulis ...” Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis ...”

Bagian tubuh yang tidak terlindungi adalah punggung. Jadi, jangan pernah memperlihatkan punggung pada iblis (membalikkan badan, menyerah kalah) dan mengatakan “saya sudah capai dan tidak tahan lagi, saya mau berhenti.” 

Hal ini akan memberi kesempatan kepada iblis untuk menyerang kita dari belakang. Kita tidak dapat melindungi punggung kita sendiri, maka sebagai laskar Kristus kita harus mencontoh tentara Romawi. 

Ketika mereka bertempur, mereka selalu saling bahu-membahu merapatkan barisan untuk melindungi punggung mereka (membuat pagar betis). 

Senjata-senjata pertahanan itu belum cukup untuk menghancurkan benteng-benteng pertahanan

Untuk benar-benar berhasil dalam peperangan rohani, kita harus terus melakukan penyerangan dengan kuasa Allah agar dapat meruntuhkan benteng-benteng yang dibangun oleh Iblis; untuk mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kita juga harus menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Kor 10:4-5).

Jika gereja/umat Allah tetap pada posisi bertahan, maka Kerajaan Iblis tidak akan pernah tumbang, meskipun Yesus sudah melucuti semua senjata mereka.

Selain pedang roh, ada 4 senjata rohani utama untuk melakukan penyerangan.

SENJATA PENYERANGAN 

1. DOA

Doa seperti peluru kendali antar benua, dengan peluru itu kita dapat menembaki benteng-benteng pertahanan iblis di manapun benteng itu berada; menembus ke langit dan memungkinkan campur tangan para malaikat.

Diperlukan doa untuk terwujudnya janji-janji Tuhan, agar janji-janji firman Tuhan tertanam dalam roh kita. 

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya (Ef 6:18). 

Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya (Luk 18:1-8).

Jemaat dengan tekun mendoakan Petrus kepada Allah ... Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan rantai. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus (Kis 12:1-7).

Malaikat Gabriel: “Aku diutus kepadamu ... sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau ... aku datang karena perkataanmu itu (Dan 10).

2. PUJI-PUJIAN

Setiap melody diciptakan oleh Tuhan untuk menggerakkan bumi, membuat harmoni dan membuat sebuah sistem di bumi. 

Puji-pujian yang memasyurkan perbuatan Allah (mengandung campur tangan Allah yang supranatural) akan naik melintasi langit, mencapai tahta Allah sehingga dapat membangkitkan rasa takut akan Allah dan menimbulkan kegentaran, terutama pada musuh kita; dapat membungkam suara Iblis yang selalu mendakwa kita siang dan malam di hadapan Allah (Why 12:10). 

Permainan musik dan puji-pujian yang diurapi mempunyai kuasa yang dahsyat untuk mengubah hati dan memecahkan gendang telinga si jahat sehingga mereka tidak dapat berkomunikasi dengan pemimpinnya

Apalagi permainan musik dan puji-pujian itu juga disertai dengan firman Tuhan (Mzm 149:6). Melalui hal ini kita dapat menghakimi makaikat-malaikat (1 Kor 6:2-3).

Kuasa-kuasa kegelapan semakin merajarela karena ucapan yang keluar dari mulut orang-orang yang berada di pihak Iblis

Misalnya: roh najis yang menyerupai katak - merupakan alat iblis untuk mempromosikan idiologi dan rencana-rencana yang jahat dan menyesatkan, mendukung nabi palsu – Why 16:13). 

Kamu yang takut akan Allah, pujilah Dia dan gentarlah terhadap Dia (Mzm 22:24). 

Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkam musuh dan pendendam (Mzm 8:3). 

Anak-anak berseru ... Kata Yesus: “Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian.” (Mat 21:15-16).

Mulut - merupakan sarana utama untuk mengeluarkan senjata rohani melawan Kerajaan Iblis. Bayi-bayi dan anak-anak - menggambarkan orang-orang yang hanya dapat bersandar kepada kekuatan Allah

Nyanyian Musa (Kel 15:1-21).

3. PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

Kedahsyatan firman

Firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku “ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yes 55:11). 

Firman-Ku seperti api dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu (Yer 23:29). 

Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita (Ibr 4:12). 

Jika kita memberitakan firman dengan tekun dan berani - dengan tidak memperdulikan kecaman yang terjadi karena tidak semua orang senang mendengar kebenaran (Kis 19:8-20), seumpama batu yang dilempar ke kolam sehingga menimbulkan riak-riak gelombang

Hasilnya
Peneguhan secara supranatural, melalui mujizat-mujizat. 
Roh-roh jahat terbongkar kegiatannya dan berhasil diusir keluar. 
Cengkraman ajaran sesat atas seluruh kota dapat dipatahkan. 

4. KESAKSIAN

Kesaksian merupakan bagian yang terpenting dari strategi Yesus untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia (Kis 1:8) - untuk memenangkan jiwa-jiwa

Seringkali terjadi salah pengertian antara bersaksi dan berkotbah, kedua-duanya berhubungan dengan firman Tuhan, hanya pendekatannya dari sudut yang berbeda.

Berkotbah - menyampaikan kebenaran firman Tuhan secara langsung.

Bersaksi - berbicara mengenai sesuatu hal yang kita alami sendiri sehubungan dengan firman Tuhan; tujuannya untuk meneguhkan kebenaran firman Tuhan.

Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita (2 Tim 1: 7-8)

Ada hal penting yang diungkapkan dalam firman Tuhan berkenan dengandarah Yesus

Di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa ... (Ef 1:7).

Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa (1 Yoh 1:7) » disucikan secara rohani.

Kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti diselamatkan dari murka Allah (Rm 5:9); Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21). 

Yesus menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri (Ibr 13:12) » dikuduskan berarti dijadikan kudus/suci, dipisahkan/dikhususkan bagi Allah

Di dalam persekutuan doa, keempat senjata penyerangan itu ada di sana. Maka marilah kita selalu berada di tengah-tengah komunitas agar kita dapat saling bahu-membahu dalam menghadapi penyerangan musuh yang bukan berasal dari darah dan daging.

(Sumber: Warta KPI TL No. 81/I/2011 & Warta KPI TL No. 82/II/2011 & » Renungan KPI TL tgl 26 Agustus 2010 & 2 September 2010, Dra Yovita Baskoro, MM).

Strategi peperangan rohani

Pada suatu hari, ada seorang ibu yang berhari-hari diserang oleh roh kemarahan. Suasana rumahnya begitu panas, sampai-sampai suaminya yang tidak pernah marah menjadi marah dan membanting barang-barang; anaknya juga menjadi marah dan membawa pisau untuk membunuh

Ketika ibu ini sadar bahwa keluarganya dikuasai oleh si jahat, maka dia menengkingnya. Tetapi suasana rumah bertambah kacau. Lalu dia berdoa memohon petunjuk dari Tuhan


Kata-Nya: “Ambil banner merah muda dan beri tulisan cinta kasih dan kibarkan di sekeliling rumah.” Lalu ibu ini segera membuat banner berukuran 1 x 2 m. Pada waktu menjahit, dia berdoa dan melakukan penyembahan.

Pada saat mengelilingi rumah, dia melihat sesuatu seperti air tetapi lembut sekali mengelilingi seluruh rumahnya. Dia juga melihat dan mendengar suara iblis berteriak-teriak karena mereka diseret oleh sesuatu arus yang kuat sekali ke luar dari rumahnya

Setelah melakukan itu, suasana rumah menjadi tenang kembali. Anaknya memohon maaf kepada ibunya; suaminya juga merasa heran “kenapa dia bisa marah tak terkontrol.” 


Dari kisah di atas kita bisa belajar bahwa: setiap manusia dapat dikuasai si jahat jika mereka tidak membangun benteng pertahanan. Seharusnya setiap saat, kita selalu memohon Roh Kudus untuk membimbing hidup kita, sehingga Dia akan memberi petunjuk untuk segala persoalan yang kita hadapi. 



Tuhan berkata bahwa untuk menaklukkan kota Bekasi harus memakai senjatamusik dan tarian.” Ternyata ... ketika mendengar musik, orang-orang yang mendengar langsung berlari-lari datang ke tempat itu.

Setiap jam 5 pagi, seorang pemain keyboard melakukan puji-pujian dan penyembahan dengan bercucuran air mata. Sehari 7 x dia berjalan sendirian mengelilingi daerah itu. Sedangkan teman-temannya kalau diajak melakukan puji-pujian dan penyembahan, mereka bermalas-malasan (masih tidur). Maka timbullah kemarahan di dalam hatinya.

Dari kisah diatas kita bisa belajar bahwa: pada saat kita mempunyai api, kita bergerak. Tetapi pada saat kita tidak bisa menularkan api itu, tanpa sadar kita menuntut orang lain untuk melakukan seperti itu

Iblis selalu memakai kemarahan untuk meruntuhkan tembok pertahanan kita (Bdk. Why 12:3 - naga merah lambang kemarahan). Begitu tembok pertahanan kita runtuh, dia memasukkan semua virus ke dalam tubuh dan jiwa kita.

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa. Marah hanya membawa kepada kejahatan (Ef 4:26; Mzm 37:5)

Jika kita ingin mengambil bagian dalam peperangan rohani, kita harus belajar dari generasi Yoel (Yl 2:1-11):

Tiuplah sangkakala ... hari Tuhan sudah dekat; suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa (generasi) yang banyak dan kuat, (dalam arti rohani, bukan fisik) yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang 

» Menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya akan ada sebuah pertempuran yang dahsyat. Pertempuran ini dimulai ketika sangkakala ditiupkan (Bil 10:2). Kita semua dipanggil Tuhan untuk menjadi pendoa syafaat seperti Abraham (Kej 18:16-33), jika kita mau dan bersedia ambil bagian di dalam generasi ini, maka bangsa kita akan terluput dari kesesakan yang besar. Tetapi jika kita tidak mau membayar harganya, bangsa ini akan masuk dalam kesesakan yang besar. Pilihan ada di tangan kita! 

Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar 

» ciri-ciri generasi ini 

(1) ada api yang berkobar-kobar mengasihi Allah lebih dari segala sesuatu sehingga segala sesuatu, yang dikerjakannya penuh dengan urapan, karena dia berjalan bersama Roh Kudus, berjalan dalam otoritas dan kuasa Allah

Jika kita masuk generasi ini, ada harga yang harus dibayar. Begitu kita menangkap api itu, kita akan menjadi orang yang luar biasa. 

Tiba-tiba kita mempunyai ide-ide yang ajaib, menjadi yang terbaik dalam bidang bisnis/sekolah, bahkan kita bisa menjadi raja di mana-mana (properti, komputer dll.)

Pada saat masuk dalam penderitaan, janganlah pernah berpikir bahwa kita akan terus-menerus menderita. Jika kita berpikir demikian, maka kita sudah menjadi bulan-bulanan Iblis. 

Jadi, perkatakanlah pembalik keadaan sehingga kita tidak mengalami penderitaan lagi.

Tanah di depannya seperti Taman Eden 

» Jika kita mau masuk generasi ini, Tuhan akan menyediakan lawatan, manifestasi, kuasa dan berkat-Nya secara luar biasa, kita akan menjadi orang yang sangat diberkati

Apapun yang kita inginkan untuk pekerjaan Tuhan, akan Tuhan cukupkan dan genapkan. Jadi, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, jadilah pelaku firman (Mat 6:33; Yoh 15:7) sehingga kita tahu cara menggunakan berkat itu dan kita dapat berjalan di Taman Eden berikutnya.

Rupanya seperti kuda, dan seperti kuda balapan mereka berlari 

» ciri-ciri generasi ini (2) generasi ini begitu lahir langsung bisa berlari seperti kuda balapan, mereka berjalan terus dan tidak pernah merasa puas dengan hasil yang telah dicapainya. 

Kuda balapan - tidak hanya berlari kencang tapi dia juga mampu mengatur temponya, artinya kita harus menjadi orang-orang yang sangat terlatih untuk bergerak dalam ketepatan

Hari-hari ini Tuhan sedang membangkitkan sebuah generasi yang ada dalam ketepatan, akan berbuat banyak hal yang luar biasa.

Seperti gemertaknya kereta-kereta, mereka melompat-lompat di atas puncak gunung-gunung 

» Jika kita mau membayar harga, maka kita akan menjadi kepala/lebih dari pemenang, kita selalu melompat-lompat karena bersukacita.

Seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperang 

» generasi ini tahu caranya berperang secara rohani, bukan secara duniawi melawan penghulu-penghulu udara, misalnya berperang lewat doa, puji-pujian, firman Tuhan, kesaksian dll.

Seperti pahlawan ... 

Untuk masuk generasi ini kita harus punya hati seorang pahlawan (tidak menjadi pengecut: pada saat orang lain lari, dia tetap diam di tempat mempertahankan daerahnya; yang menentukan sikap: tidak tergantung dan bergantung kepada orang lain).

Syarat untuk dapat masuk generasi Yoel (Why 12:7-12
Oleh darah Anak Domba - 100 % bagian Yesus
Perkataan kesaksian bahwa Allah itu baik - 50 % bagian kita dan 50% bagian Tuhan
Tidak mengasihi nyawa (jiwa, keinginan/kepentingannya sendiri); mau bayar harga dengan meletakkan zona nyaman hidupnya untuk mengalahkan si jahat - 100 % bagian kita

Pada saat hati kita diuji, janganlah kita mudah kepahitan ... sehingga tidak mendapatkan apa-apa.

Korah, Datan dan Abiram melayani, memberontak melawan Musa - tanah mengangakan mulutnya dan menelan mereka (gempa bumi) ... sehingga mereka hidup-hidup turun ke dunia orang mati (Bil 16).

Kain persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hatinya menjadi sangat panas, dan mukanya muram - lalu membunuh adiknya (Kej 4:4-5).

Ananias dan Safira menjual sebidang tanah ... menahan sebagian dari hasil penjualan itu à rebahlah dan putuslah nyawanya karena hatinya dikuasai Iblis sehingga mendustai Roh Kudus (Kis 5:1-11).

Uza mengantarkan kereta yang membawa tabut Allah. Karena lembu-lembu itu tergelincir, dia mengulurkan tangannya kepada tabut Allah - Allah membunuh dia karena keteledorannya (2 Sam 6:6-7).

Nadab dan Abihu (anak Harun) adalah imam yang diurapi - mati ketika mereka mempersembahkan api yang asing ke hadapan Tuhan.

Jika hati kita lurus, kita mendapat bagian/hak kita (Kis 8:21)

Ada beberapa hal yang harus kita mengerti di dalam menghadapi peperangan rohani

* Selidiki sejarah daerah tersebut, sehingga kita bisa membalikkan keadaan. Jalani daerah tersebut (Yos 14:9).

* Cari titik-titik terlemah dari penguasanya. Mulailah peperangan dengan mengikat penguasa-penguasa yang telah mencengkram/memperbudak jiwa-jiwa di daerah itu.

* Setelah penguasa-penguasa itu diikat, di situlah terjadi peperangan sesungguhnya. Penguasa-penguasa itu akan mengerahkan segala macam cara karena mereka lebih takut dengan pemimpinnya dari pada kepada kita.

Berperang membutuhkan ketekunan dalam mempelajari firman Tuhan dan ketepatan dalam memakai senjata-senjata peperangan.

* Pada waktu kita menang, barulah kita dapat menancapkan panji kemenangan (tanda bahwa daerah itu milik Tuhan – Kel 17:15; Bil 2:2; 10:14; Mzm 20:6; 60:6).

* Bangun tembok-tembok pertahanan untuk tempat-tempat yang sudah kita kuasai.

Setelah membangun tembok pertahanan, kita harus tahu caranya menutup pintu-pintu yang negatif dan membuka pintu-pintu yang positif.

Yesus berkeliling ... mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan (kuasa kegelapan) (Mat 4:23)

(Sumber: Warta KPI TL No. 81/I/2011 » Renungan KPI TL tgl 8 Juli 2010, Dra Yovita Baskoro, MM).




Peperangan rohani

Pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri, menjadi hamba uang, membual dan menyombongkan diri, menjadi pemfitnah, akan memberontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, tidak memperdulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah menjalankan ibadah, tetapi pada hakekatnya memungkiri kekuatan Allah (2 Tim 3:1-5).

Mengapa manusia berbuat seperti itu? Karena mereka mendapat hikmat dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan (Yak 3:15). Si jahat sangat menyesatkan dunia (1 Yoh 5:19), apalagi kalau seseorang kerasukan setan, mereka sangat berbahaya (Mat 8:28). 

Di mana pun umat Allah berada dan rencana Allah sedang dilaksanakan, di situlah akan terjadi peningkatan peperangan rohani.

Lucifer adalah penghulu malaikat Allah, salah satu dari malaikat penjaga takhta Allah sendiri. Ia memimpin penyembahan di sorga, tetapi sejak ia hendak menyamai Yang Mahatinggi, ia kehilangan posisinya (Yes 14:13-14; Yeh 28:13-15). Dengan keangkuhannya, dia memberontak bersama sepertiga dari Malaikat (Why 12:4). 

Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman (2 Ptr 2:4) 

Setelah kejatuhan setan, Allah menciptakan Adam dan Hawa. Allah memberikan semua otoritas dan kuasa atas bumi ini kepada Adam (Kej 1:26-28). Sejak Adam jatuh ke dalam dosa (Kej 3), otoritas itu dirampas oleh Setan (Luk 4:6). 

Tuhan adalah pribadi yang memegang “rule of the game”, Dia mempunyai keadilan yang luar biasa, yang berjalan dalam aturan ilahi yang sangat ajaib

Jadi, Dia kirimkan Anak-Nya yang tunggal untuk merampas segala kunci maut dan kunci kerajaan maut (Why 1:18). 

Sekarang semua itu bukan milik Setan lagi, tapi sudah menjadi milik Yesus, kemudian hak itu diberikan-Nya kepada Gereja-Nya. 

Oleh karena penebusan Yesus yang luar biasa ini, maka sejak itu ada satu Hukum Roh Kehidupan (The law of the spirit of life; Rm 8:1-2 - istilah “Roh yang memberi hidup” kurang tepat terjemahannya). Hukum ini memerdekakan kita dari hukum dosa dan hukum maut. 

Tetapi Setan tidak mau taat hukum, katanya: “Kalau ada manusia yang tidak mengerti kebenaran ini, maka aku akan tetap memiliki hakku.” 

Secara legal Iblis sudah dikalahkan, tetapi dia tidak mau menyerahkan hak kita, dia selalu mendakwa/menuduh kita (Why 12:10) ... akhirnya terjadilah peperangan rohani

Jika kita ingin memenangkan suatu daerah, kita harus mengerti bahwa ada harga yang harus kita bayar, di mana letak medan pertempuran, strategi peperangan dan senjata-senjatanya, serta ketepatan menggunakan senjata senjata tersebut. 

Yang terutama kita harus selalu menggunakan pikiran, perasaan dan kehendak Kristus; dengan cara selalu bertanya pada Roh Kudusstrategi apa dan apa kehendak-Nya.” 

Marilah kita belajar dari Dan 10

Pada tahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang Persia, suatu firman dinyatakan kepada Daniel yang diberi nama Beltsazar; firman itu benar dan mengenai kesusahan yang besar. 

Maka dicamkannyalah firman itu dan diperhatikannyalah penglihatan ituPada waktu itu aku, (3A) Daniel, berkabung tiga minggu penuhmakanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.

Pada hari kedua puluh empat bulan pertama, ketika aku ada di tepi sungai besar, yakni sungai Tigris, kuangkat mukaku, lalu kulihat, tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. Tubuhnya seperti permata Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak.

Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang-orang yang bersama-sama dengan aku, tidak melihatnya; tetapi mereka ditimpa oleh ketakutan yang besar, sehingga mereka lari bersembunyi; demikianlah aku tinggal seorang diri. Ketika aku melihat penglihatan yang besar itu, hilanglah kekuatanku; aku menjadi pucat sama sekali, dan tidak ada lagi kekuatan padaku.

Lalu kudengar suara ucapannya, dan ketika aku mendengar suara ucapannya itu, jatuh pingsanlah aku tertelungkup dengan mukaku ke tanah.

Tetapi ada suatu tangan menyentuh aku dan membuat aku bangun sambil bertumpu pada lutut dan tanganku. Katanya kepadaku: "Daniel, engkau orang yang dikasihi, camkanlah firman yang kukatakan kepadamu, dan berdirilah pada kakimu, sebab sekarang aku diutus kepadamu." Ketika hal ini dikatakannya kepadaku, berdirilah aku dengan gemetar.

Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu.

(1) Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.

Lalu (3B) aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan terjadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir; sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu."

Ketika dikatakannya hal ini kepadaku, (2) kutundukkan mukaku ke tanah dan aku terkelu  (tidak bisa bicara).

Tetapi sesuatu yang menyerupai manusia menyentuh bibirku; lalu kubuka mulutku dan mulai berbicara, kataku kepada yang berdiri di depanku itu: "Tuanku, oleh sebab penglihatan itu aku ditimpa kesakitan, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku dan tidak ada lagi nafas padaku?"

Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatandan berkata: "Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!" 

Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: "Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan."

Lalu katanya: "Tahukah engkau, mengapa aku datang kepadamu? Sebentar lagi aku kembali untuk berperang dengan pemimpin orang Persia, dan sesudah aku selesai dengan dia, maka pemimpin orang Yunani akan datang.

Namun demikian, (3C) aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satu pun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu.

» (1) bukan manusia melainkan roh-roh jahat yang menjadi penguasa di atas negeri Persia.

(2) tunduk karena kekudusan kita dengan kekudusan Tuhan bagaikan bumi dan langit

(3ABC) Daniel berkabung dan berpantang karena dia ingin mendapat pengertian tentang firman itu. Daniel berdoa minta hikmat pengertian yang dia dengar, itu suatu perkara yang besar. Sejak hari pertama dia meminta hikmat pengertian itu, Tuhan sudah mengutus Malaikat Gabriel. 

Jadi, membaca Kitab Suci harus memohon rahmat dari Allah agar kita mampu mengerti maknanya. Zaman dulu Tuhan mengutus malaikatnya untuk memberi pengertian, karena Tuhan belum mengutus Roh Kudus. 

Terjadi peperangan besar di langit antara Malaikat-malaikat Tuhan dan Malaikat-malaikat Iblis. Iblis tidak mau kebenaran itu disingkapkan

Peperangan rohani ini terdiri dari dua tahap

1. Perang legal (peperangan diplomasi). 

Agar kita mengerti aturan mainnya (rule of the game), kita harus mempunyai kunci pengetahuan (Lih. Kunci-kunci sorgawi).

Kalau kita memegang kunci pengetahuan, maka setiap kali kita membaca Alkitab akan banyak hal yang akan Tuhan singkapkan.

Jadi, kuasailah kunci pengetahuan, sebab tanpa kunci pengetahuan akan terjadi kebinasaan (Hos 4:6). 

2. Pada saat kita mengerti hak kita, baru kita bisa bertindak dan Tuhan akan memberi kemenangan luar biasa

Marilah kita belajar dari Luk 22:28-32 

(1) Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.

(2) Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

(3) Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandumtetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

» (1) Dari sekian banyak orang yang mengikut Yesus, hanya segelintir orang yang ikut terus dengan Tuhan, mereka mendampingi-Nya pada saat Ia mengalami pencobaan. 

(2) Akibat kesetiaan mereka, pahalanya luar biasa. 

(3) Karena kesetiaannya, Petrus diangkat ke level yang lebih tinggi. Iblis mengamati semua bentuk kesalahannya lalu dia mendakwa/menuntut di hadapan Allah.

Tuhan tidak segera menampi Petrus, tetapi Dia justru mendoakannya. Jika kita tidak saling mendoakan, kita tidak akan kuat untuk bertahan atas serangan iblis. 

(Sumber: Warta KPI TL No. 81/I/2011 » Renungan KPI TL tgl 24 Juni 2010 & 1 Juli 2010, Dra Yovita Baskoro, MM).