Tampilkan postingan dengan label *Kerajaan Allah*. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label *Kerajaan Allah*. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2020

Apakah Kerajaan Allah sudah nampak dalam Gereja?

Gereja ada “supaya di dunia ini tercipta ruang bagi Allah, supaya Ia dapat tinggal di dalamnya dengan demikian, dunia menjadi “Kerajaan-Nya.” (Joseph Ratzinger). 

Dalam diri Yesus Kristus, Kerajaan Allah sungguh telah dimulai di tengah-tengah dunia. Di mana sakramen diberikan, dunia lama yang penuh dosa dan kematian dilemahkan sampai keakar-akarnya dan diubah. Maka mulailah ciptaan baru, kerajaan Allah nampak. 

Namun, sakramen tetap menjadi tanda yang kosong jika orang Kristen tidak mewujudkan hidup baru yang diberikan kepada mereka ke dalam tindakan yang auntetik. Orang tidak bisa menerima komuni sekaligus menolak memberikan roti kepada orang lain. Sakramen menuntut kasih “yang siap sedia untuk keluar dari dirinya dan pergi ke pinggiran, bukan hanya dalam arti geografis, tetapi juga ke pinggiran eksistensi manusia: dalam misteri dosa, penderitaan dan ketidakadilan; pengabaian dan ketidakacuhan terhadap agama; pemikiran intelektual; dan dalam segala bentuk kemiskinan.” (pidato Kardinal Bergoglio sebelum konklaf, 2013). 

(Sumber: Warta KPI TL No. 182/VI/2020 » Docat 21: Kopendium ASG 49-51; Youcat 123-124).

Senin, 23 Maret 2020

Kerajaan Allah



Dahulu kita hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci (Tit 3:3). Ada banyak orang melakukan hal ini karena mereka tidak sadar bahwa telah dijerat oleh Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya (2 Tim 2:25-26). 

Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita (Tit 3:4-7). 

Berkat rahmat-Nya, kita percaya kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan mencintai-Nya; hidup dan bekerja di bawah dorongan Roh Kudus dan bertumbuh dalam kebaikan (KGK 1266). 

Pembaptisan suci adalah dasar seluruh kehidupan Kristen, (1) pintu masuk menuju kehidupan dalam roh (2) menuju Sakramen-sakramen yang lain. Oleh Pembaptisan kita (3) dibebaskan dari dosa dan (4A) dilahirkan kembali sebagai putera-puteri Allah; kita (5A) menjadi anggota-anggota Kristus, dimasukkan ke dalam Gereja dan (6) ikut serta dalam perutusannya (KGK 1213). 

Pembaptisan tidak hanya membersihkan dari semua dosa, tetapi serentak menjadikan orang yang baru dibaptis (7) suatu "ciptaan baru" (2 Kor 5:17), (4B) seorang anak angkat Allah (Gal 4:5-7); ia (8) "mengambil bagian dalam kodrat ilahi" (2 Ptr 1:4), adalah (5B) anggota Kristus (1 Kor 6:15; 12:27), (9) "ahli waris" bersama Dia (Rm 8:17) dan (10) kenisah Roh Kudus (1 Kor 6:19) (KGK 1265). 

Pembaptisan adalah anugerah Allah yang paling indah dan paling mulia.... Kita menamakannya anugerah, rahmat, pengurapan, penerangan, busana kebakaan, permandian kelahiran kembali, meterai, dan menurut apa saja yang sangat bernilai. Anugerah, karena ia diberikan kepada mereka yang tidak membawa apa-apa; rahmat, karena ia malah diberikan kepada orang yang bersalah; pembaptisan, karena dosa dikuburkan di dalam air; pengurapan, karena ia adalah kudus dan rajawi (seperti orang yang diurapi); penerangan, karena ia adalah terang yang bersinar; busana, karena ia menutupi noda-noda kita; permandian, karena ia membersihkan; meterai, karena ia melindungi kita dan merupakan tanda kekuasaan Allah" (Gregorius dari Nasiansa, or. 40, 3-4) (KGK 1216). 

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum (Mrk 16:16). Oleh kasih karunia telah dibenarkan dan akan beroleh keselamatan (Rm 3:24; Kis 15:11). Manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman (Yak 2:24). 

Kristus mau kita tidak sekedar menjadi pengikut-Nya saja (dibaptis), namun Dia juga mau kita menjadi murid-Nya (Yes 50:4 » mempertajam pendengaran dan memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu; Yoh 13:35 » saling mengasihi) dan saudara-Nya (Mat 12:50 » melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga). Kristus mau kita beriman sesuai dengan kehendak-Nya (Mat 7:21). 

Kapankah Kerajaan Allah akan datang? Sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kita (Luk 17:20-21). 

Jika orang yang beriman kepada Kristus, maka ia akan mengasihi-Nya dengan menuruti firman-Nya. Janji-Nya: (1) Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia (Yoh 14:23). (2) Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah (1 Kor 6:17, 19; 2 Tim 1:14 ). Roh Kudus dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia (Kis 5:32). 

Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang (2 Kor 3:2). Hendaklah kamu menjadi pelaku firman (Yak 1:22) agar kemuliaan Tuhan tampak kepadamu (Im 9:6) 

Jadi, kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan." (2 Kor 6:16-18). 

Definisi Kerajaan Allah di Kamus Alkitab dan Kitab Suci: 

1. Kerajaan Allah artinya Allah sendiri yang tampil sebagai Raja dalam kemuliaan dan keperkasaan untuk menyelamatkan dan memberi perlindungan untuk membebaskan dunia secara total dari kuasa kejahatan, bukan untuk menghukum atau membalas (Mzm 145:11-13; Rm 5:14-15; 1 Tim 1:15; Yoh 3:16-17). 

2. Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa (1 Kor 4:20). Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu (Kis 1:8). 

Karunia Roh Kudus dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya (Ibr 2:4). Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh (Mrk 16:17-18). 

3. Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Rm 14:17). 

Ketika Kerajaan Allah ada dalam hati kita, maka ada damai sejahtera dan roh sukacita dalam kehidupan kita. Kedua hal inilah yang memampukan kita untuk menyangkal diri, memikul salib setiap hari dan mengikuti-Nya (Luk 9:23) sehingga kita dimampukan untuk melakukan kehendak-Nya, hidup berpadanan dengan Injil Kristus (Flp 1:27) (Tit 3:1-2 » tunduk pada pemerintah (Rm 13:1) dan orang-orang yang berkuasa (Ef 5:22-24), taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik (Ef 2:10), selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang., Luk 6:36-38 » murah hati dengan cara mengampuni dan memberi). 

Setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah (Rm 14:12). Jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka (Ibr 10:26-27). 

Sebagai anggota Tubuh Kristus, kita dipanggil untuk memperoleh berkat, hendaklah memberkati dengan saling menolong dan mendoakan (1 Ptr 3:9; Gal 6:2) dan dipanggil untuk menjadi rekan kerja Allah dalam rencana keselamatan (1 Kor 3:9). 

Siapapun yang telah menemukan Kristus harus menuntun yang lain kepada-Nya. Kegembiraan yang besar tidak dapat disimpan untuk diri sendiri, ia harus dibagikan (Paus Benediktus XVI). Jadi, sebarkanlah iman katolikmu sehingga dunia dapat dibawa kepada kebenaran-Nya, yaitu Kristuslah jalan dan kebenaran dan hidup (Yoh 14:6). 

(Sumber: Warta KPI TL No. 178/II/2020 » Renungan KPI TL Tgl 15 November 2018, Ibu Laksmi).

Jumat, 02 November 2018

Ayo menabung harta di sorga



Jumat, 28 September 2018 sekitar jam 15.00 WIT terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo 7, 7 melanda Sulawesi Tengah. Gempa tersebut disusul tsunami yang menerjang wilayah pesisir pantai. 

Saat gempa terjadi, tanah yang dipijak berubah bak gelombang dan menenggelamkan ratusan rumah yang berdiri di atasnya. Fenomena tanah bergerak ini disebut likuifaksi, di mana tanah berubah menjadi air sehingga kehilangan kekuatan. 

Ketika saya mendengar kabar bahwa Palu mengalami gempa bumi dan tsunami dari Televisi, maka saya berusaha mencari kabar keadaan adik sepupu saya (X) yang berada di sana. 

Inilah kisahnya: Pada waktu bangun tidur sore, X minum kopi dan melihat tukang mebelnya lagi mengecat mebel pesanan orang, tiba-tiba mebel tersebut jatuh. X juga mendengar ada banyak orang berteriak “lari ... gempa ... air ... air ...” Mendengar teriakan tersebut, X segera ke luar dari rumahnya dan berlari. X berlari (kejar-kejaran), diikuti tanah yang bergerak sambil berteriak-teriak “Yesus help me ...” 

X melihat tanah terbelah dan anaknya terjatuh di sana. Puji Tuhan, anaknya dapat diselamatkan meskipun kakinya patah akibat sebagian kakinya tertimbun tanah. Namun tukangnya tidak dapat diselamatkan karena dia terhisap tanah tersebut. 

Dari kisah di atas, kita bisa belajar tentang perbedaan investasi harta di dunia dan di sorga. Berinvestasi di dunia ini baik, namun investasi tersebut sifatnya tidak kekal. Satu kali bumi digoncangkan dalam hitungan beberapa menit saja, semua investasi tersebut akan musnah dan hilang dalam sekejab mata seperti yang dialami oleh orang-orang di Donggala dan di Palu. 

Hukum mengumpulkan harta di sorga tidak sama dengan di dunia. Jika di dunia kita menimbun dan terus menimbun, atau menerima dan terus menerima, maka untuk mengumpulkan harta di sorga yang berlaku justru sebaliknya, yaitu dengan memberi atau menabur

Apakah itu lewat persepuluhan (Mal 3:10-12), melakukan sesuatu untuk Tuhan (Mat 25:40 - segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku » Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Ams 19:17 - Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu). 

Apalagi kalau kita “mempersembahkan tubuh kita” sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah dengan cara memberitakan firman-Nya, baik atau tidak baik waktunya, maka sekarang pada masa ini juga kita akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal (Rm 12:1; 2 Tim 4:2; Mrk 10:29-30). 

Menimbun harta di sorga berbicara mengenai

- menempatkan Tuhan diatas segalanya dalam urutan prioritas yang benar. 

- mengembalikan apa yang menjadi hak Tuhan 

- mempersembahkan hidup dan segala yang kita miliki sepenuhnya buat Tuhan. 

- melakukan kehendak-Nya di muka bumi sesuai panggilan kita masing-masing 

- kerinduan untuk memberkati orang lain dengan segala berkat yang telah dicurahkan Tuhan buat kita. 

Setiap kali kita melakukan hal-hal diatas, itu sama seperti menambah satu batu pada tempat tinggal kita di sorga. Terus dan terus bangun sampai pada akhirnya bangunan itu jadi dan siap kita tempati setelah kita menyelesaikan fase dunia yang sementara ini. 

Bumi akan digoncangkan ... kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan (Ibr 12:26-28). 

Pada suatu kali Yakobus menegur dengan keras orang-orang kaya yang kikir dan hanya berpikir untuk terus menimbun hartanya tanpa memperdulikan nasib orang lain (Yak 5:1-6 - Hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan). Orang yang berfokus pada menimbun harta dan mengejar kekayaan dikatakan seolah-olah sedang menggemukkan diri untuk hari penyembelihan kelak. 

Peringatan ini sungguh keras dan karenanya wajib kita perhatikan dengan seksama. Jadi, jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah (Ef 4:17-18). 

Jika dunia terus mengajarkan kita bahwa dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya hidup akan aman dan terjamin kebahagiaannya, kita tidak perlu ikut-ikutan berpikir seperti itu. 

Tetapi ingatlah janji Tuhan ini: “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat 6:31-33). 

Jika demikian, adakah sebuah bentuk investasi yang benar-benar aman, yang mampu membawa kita hidup bahagia di dunia sekaligus menjamin kebahagiaan pada kehidupan selanjutnya, yaitu di sorga? 

Ada, bukankah Yesus telah mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang jauh lebih penting untuk diinvestasikan (Mat 6:19-20 - kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya). Ini adalah satu-satunya tempat yang teraman, dan lebih bermanfaat karena sifatnya kekal

Jadi, sebanyak apapun kita menimbun harta dalam pundi-pundi kita, semua itu tidak akan berguna untuk bekal kehidupan selanjutnya jika tidak dipergunakan untuk tujuan-tujuan yang tepat seperti tujuan Allah memberkati kita. 

(Sumber: Warta KPI TL No. 162/X/2018 » Renungan KPI TL Tgl 11 Oktober 2018, Dra Yovita Baskoro, MM). 

Prinsip ekonomi Allah




Orang Kristen adalah orang yang termiskin di dunia bila ia tidak takut akan Allah. Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian (Ams 9:10). Hikmat Allah mengalahkan hikmat dunia. 

Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya (Mzm 112:1). Jadi, kita tidak perlu kuatir dan takut dengan keadaan kita. Takut adalah iman yang telah terkontaminasi sehingga di mana ada takut, iman pun lenyap. 

Janji-Nya

· Tuhan akan memberkati orang-orang yang takut akan Tuhan (Mzm 115:12). Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau (Ibr 13:5). 

· Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga (2 Kor 9:6). 

· Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Flp 4:19). 

· Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (2 Kor 9:7). 

· Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Luk 6:38). 

Iman timbul dari pendengaran firman Kristus (Rm 10:17) sedangkan takut timbul dari bisikan si Iblis. Kita harus memperkatakan firman Tuhan siang dan malam (Yos 1:8), sehingga firman itu akan menguasai hati dan pikiran kita (Yak 1:21) dan menuntun kita memahami hikmat Allah (2 Tim 3:15-16). 

Namun untuk mencapai hal tersebut, kita harus mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita (Mat 6:33). Untuk lebih mengenal Tuhan, kita mesti lebih dulu membangun hubungan dengan-Nya (Ams 13:20). 

Hukum Kerajaan Allah adalah hukum tabur tuai (Kis 20:35). Pengajaran ini sangat bertolak belakang dengan pengajaran dunia. Sebelum kita bisa menuai apa yang kita tabur, kita mesti terlebih dulu takut dengan Tuhan. 

Memberi menjadi salah satu karakteristik orang Kristen. Bila kita bukan tipe pemberi, itu berarti kita bukan orang Kristen yang lahir baru (roh dan pikiran sudah diubahkan oleh-Nya). 

Marilah kita belajar melakukan lompatan iman

· Abraham » berani melepaskan harta yang paling berharga (Ishak) dengan memperkatakan firman ini: “Allah yang akan menyediakan ...” (Kej 22). 

· Cara hidup jemaat yang pertama » membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing (Kis 2:41-47).

Kekayaan seumpama air yang memancar keluar dari sumbernya: semakin sering ia ditimba semakin jernih air itu, sedangkan air itu akan kotor bila sumbernya tetap tidak digunakan (Santo Basilus).

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasanamun selalu berkekurangan.(Ams 11:24).

(Sumber: Warta KPI TL No. 162/X/2018 » Prinsip ekonomi Allah, Indri Magdalena Gautama). 

Rabu, 01 November 2017

Apakah Kerajaan Allah itu?



AKULAH TUHAN, ALLAHMU, YANG MENGAJAR KAMU tentang apa yang memberi faedah, yang menuntunmu di jalan yang harus kautempuh. SEKIRANYA KAMU MEMPERHATIKAN PERINTAH-PERINTAH-KU, MAKA DAMAI SEJAHTERAMU akan seperti sungai yang tidak pernah kering, DAN KEBAHAGIAANMU AKAN TERUS BERLIMPAH seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti (Yes 48:17-18).

TAURAT TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; PERATURAN TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. TITAH TUHAN itu tepat, menyukakan hati; PERINTAH TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. ORANG YANG BERPEGANG PADANYA mendapat upah yang besar (Mzm 19: 8-9, 12).

Jadi, janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh PEMBAHARUAN BUDImu, sehingga kamu DAPAT MEMBEDAKAN MANAKAH KEHENDAK ALLAH: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rm 12:2).

JIKA KAMU MENGASIHI AKU, kamu akan menuruti firman-Ku. KAMU AKAN DIKASIHI oleh Bapa-Ku dan dan KAMI AKAN DATANG kepadamu dan DIAM BERSAMA-SAMA dengan kamu.

AKU AKAN MENYATAKAN DIRI-KU kepadamu. AKU AKAN MINTA KEPADA BAPA, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu ROH KEBENARAN. Ia MENYERTAI KAMU dan AKAN DIAM DI DALAM KAMU.

PADA WAKTU ITULAH KAMU AKAN TAHU, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

ROH KUDUS, yang akan DIUTUS OLEH BAPA DALAM NAMA-KU, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. DAMAI SEJAHTERA-KU Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan TIDAK SEPERTI YANG DIBERIKAN OLEH DUNIA kepadamu (Yoh 14:15-27).

Barangsiapa PERCAYA KEPADA-KU seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari DALAM HATINYA AKAN MENGALIR ALIRAN-ALIRAN AIR HIDUP. Yang dimaksudkan-Nya ialah ROH yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya (Yoh 7:38-39).

KALAU ROH KUDUS TURUN ke atas kamu, KAMU AKAN MENERIMA KUASA (Kis 1:8): supaya menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12); untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit/untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu (Luk 1:12; 10:19).

Jadi, KERAJAAN ALLAH bukan TERDIRI dari perkataan, tetapi DARI KUASA (1 Kor 4:20) dan bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi SOAL KEBENARAN, DAMAI SEJAHTERA dan SUKACITA OLEH ROH KUDUS (Rm 14:17).

Hanya mereka yang memiliki iman dapat melihat kehadiran kerajaan yang kasat mata dan tersembunyi, yaitu: PEMERINTAHAN ALLAH SEBAGAI RAJA yang hendak dilaksanakan DI SORGA MAUPUN DI BUMI (Mat 28:18)

Sebab sesungguhnya KERAJAAN ALLAH ADA DIANTARA KAMU, DALAM DIRI YESUS, ALLAH TELAH DATANG (Luk 17:20-21; 11:20).

(Sumber: Kamus dan ayat emas Kitab Suci).

Minggu, 29 Januari 2017

Allah dan nilai-nilai Kerajaan Allah: nilai tertinggi dalam hidup manusia

Sepasang suami-istri bersitegang di dalam gereja karena ulah sepasang muda-mudi yang kebetulan duduk dengan jarak 2 bangku di depannya. 

Yang cewek mengenakan pakaian yang cukup ketat dan bajunya tanpa lengan, sedangkan si cowok bercelana jins dan berkaos oblong. Sejak Ekaristi di mulai, mereka saling berpegangan tangan, banyak berbicara sendiri dan sesekali SMS-an. 

Melihat itu, si bapak berkata: "Muda-mudi tidak tahu diri, apa tidak pernah diajar sopan-santun?" Mendengar ocehan suaminya, si ibu menenangkannya dengan berkata: "Sudahlah, pak ... bapak ke gereja kan niatnya berdoa. Sudah, jangan dihiraukan!" Suaminya menjawab ketus: "Bagaimana ini ada di depan mataku, apa aku harus berpaling?"


Ketika kita melihat sepasang muda-mudi seperti kejadian di atas, bagaimana sikap kita? Diam saja atau menegur mereka? Jika kita hanya diam saja, maka secara moral kita berdosa karena Yesus telah memberi perintah untuk menggembalakan domba-domba-Nya jika kita mengasihi-Nya (Yoh 21:15-17). Jadi, tegurlah secara sopan sehingga mereka mengerti kesalahannya.

Mengapa sepasang muda-mudi itu melakukan hal-hal yang tidak pantas di dalam gereja pada saat misa? Karena mereka tidak menomer satukan Tuhan, mungkin mereka kurang memahami hukum yang terutama dan yang pertama (Mat 22:37-38).

Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia (Yoh 14:23).

Jika seseorang mengasihi Tuhan, maka dia akan secara konsisten dan maksimal mengkonkrit-riilkannya dalam segala aspek hidupnya.

* Dalam peribadatan

Pakaian: kalau ber-ibadah pakaian sopan. Belajarlah pada saudara sepupu kita, mereka ber-ibadah memakai pakaian khusus, mereka membedakan pakaian ber-ibadah dan pakaian untuk keperluan lainnya. 

Persembahan: yang dimaksud persembahan bukan hanya kolekte, tetapi termasuk sikap tubuh (duduk, berdiri, berlutut), pikiran dan hati pada saat ber-ibadah.

Waktu: tidak membuat batasan-batasan, tapi plong pasrah (Luk 2:25-32, 36-39 - Hana dan Simeon).

* Dalam kehidupan riil sehari-hari: pekerjaan, pelayanan sosial

Maria adalah teladan kita

Ketika dipuji, dia tidak lupa diri tetapi dia memuliakan Tuhan (Luk 1:46-55). 

Ketika mengalami suatu peristiwa yang tidak dimengertinya, dia menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya (Luk 2:19, 50-51). 

Hal ini dapat dilakukannya karena Maria menyadari bahwa dia hanyalah hamba Tuhan (Luk 1:38).

Sekiranya semua orang Kristen hidup menurut apa yang diajarkan Kitab Suci mereka, pasti dunia ini tak akan mengalami bencana (Mahatma Gandhi).

(Sumber: Warta KPI TL No.105/I/2013 » Renungan KPI TL tgl 13 September 2012, Romo Yan Madya, SVD).

Senin, 16 Januari 2017

Kerajaan Allah



Misteri Gereja kudus itu diperlihatkan ketika didirikan. Sebab Tuhan Yesus mengawali Gereja-Nya dengan mewartakan kabar bahagia, yakni kedatangan Kerajaan Allah yang sudah berabad-abad lamanya dijanjikan dalam Alkitab (Mrk 1:15; Mat 4:7). 

Kerajaan itu menampakkan diri kepada orang-orang dalam sabda, karya dan kehadiran Kristus. 

Sabda Tuhan diibaratkan benih, yang ditaburkan (Mrk 4:14); mereka yang mendengarkan sabda itu dengan iman ... telah menerima Kerajaan itu sendiri (Rm 14:17). Gereja merupakan benih dan awalmula Kerajaan itu di dunia (LG 5).


Kristus, satu-satunya Pengantara, di dunia ini telah membentuk Gereja-Nya yang kudus, persekutuan iman, harapan dan cinta kasih, sebagai himpunan yang kelihatan. Ia tiada hentinya memelihara Gereja Ia melimpahkan kebenaran dan rahmat kepada semua orang.



Kristus diutus oleh Bapa untuk "menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin (lih warta No. 98/VI/2012- Mencari Tuhan dalam wajah kaum miskin), untuk menyembuhkan mereka yang putus asa (Luk 4:18-19); untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk 19:10). 


Jadi, Gereja melimpahkan cinta kasihnya kepada semua orang yang terkena oleh kelemahan manusiawi (LG 8).

(Sumber: Warta KPI TL No. 98/VI/2012 » Dokumen Konsili Vatikan II - LG 5 dan 8.)

Kamis, 19 November 2015

Menabung keintiman

Di dalam Kerajaan Sorga kurang lebih sama dengan kerajaan di dunia - siapa yang kita kenal, dialah yang dapat mengubah nasib kita; jika kita tidak kenal maka lewat prosedur biasa. 

Seringkali kita meloby orang sampai ke ujung dunia untuk mendapatkan beberapa berkat dunia, tetapi kita lupa meloby penguasa di atas segala penguasa yang mampu menyelesaikan begitu banyak masalah yang secara manusia orang berkata ini tidak mungkin bisa selesai.

Kamu menganggap mustahil ... bagi Allah tidak ada yang mustahil. Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat Aku akan menurunkan hujan pada waktunya (Kis 26:8; Luk 1:37; Yeh 34:26).

Ada banyak keluarga/orang tua yang terlalu mem-back up (membantu dari belakang) dan memotivasi anak-anaknya sedari kecil untuk selalu menjadi yang terbaik ... 

Sehingga rasa sayang yang keliru ini, tanpa mereka sadari akan menjadikan generasi yang sangat rapuh, tidak memiliki kekuatan dan ketahanan; kurang tahu etiket, kurang tahu bagaimana caranya bersikap/berbicara dengan orang tua; lebih banyak menggunakan logikanya daripada hatinya; mereka terlalu mengandalkan apa yang dimiliki orang tuanya ~ itu bahaya sekali. 

Akhirnya mereka kurang mengenal arti sebuah kegagalan/kekecewaan. Kalau hal itu terjadi, maka kita akan menuai ketika mereka sudah menjadi orang. 

Misalnya: ketika berumah tangga ~ tidak tahan dalam kehidupan rumah tangganya sehingga akhirnya minta cerai; kalau sudah bekerja akan ditolak orang dll.

Maka dari itu marilah kita hidup dalam doa yang sehat, doa yang penuh cinta bukan karena kewajiban, demikian juga dalam membaca firman Tuhan bukan banyaknya yang dibaca tapi harus dikunyah-kunyah. 

Caranya

1. Baca Kitab Suci semuanya - ngerti nggak ngerti baca saja. 

2. Ulangi baca lagi firman Tuhan sambil dikunyah-kunyah (lectio devina) sampai tutup mata. 

3. Lakukanlah firman Tuhan itu dengan segenap hati; lakukanlah semuanya hanya karena Tuhan, sehingga orang akan melihat bahwa “orang itu luar biasa, siapa Allah yang dia sembah (orang bisa melihat Yesus dalam kehidupan kita, bukan orang melihat yang lain).

Ada orang yang menjalin relasi yang intim dengan Tuhan, sehingga mereka mempunyai tempat yang khusus di hati Tuhan ~ menjadi sahabat Tuhan dan dipakai Tuhan sebagai perantara bagi orang lain.

- Tuhan begitu murka terhadap sahabat-sahabat Ayub. Dan Tuhan meminta sahabat-sahabat Ayub untuk datang ke Ayub untuk mendoakan mereka serta mempersembahkan korban bakaran agar mereka tidak dianiaya. Hanya permintaan Ayublah yang diterimanya (Ayb 42:7-8).

- Abraham sahabat Allah. Karena itu Allah tidak menyembunyikan apa yang hendak dilakukan-Nya. 

Meskipun demikian Abraham menghormati otoritas sahabatnya, sehingga ia tahu batas dalam hal meminta (tidak mendikte): “Bagaimana sekiranya ada 50 ... 45 ... 30 ... 20 ... 10 ... orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkan Engkau mengampuninya karena ...” (Yak 2:23; Kej 18:16-33).

- Pada masa bangsa Israel berdosa begitu besar, sudah mencapai puncaknya (menyembah banyak berhala/berzinah dalam roh), Tuhan mencurahkan amarahnya. Meskipun ada tiga tokoh orang benar (Nuh, Daniel dan Ayub) bersama-sama mendoakan di tengah-tengah bangsa Israel, mereka tidak dapat menyelamatkan bangsa Israel; mereka hanya dapat menyelamatkan diri mereka sendiri (Yeh 14:14,20).

Ada tiga langkah untuk menjadi orang yang benar di dalam Tuhan (Za 3:6-7):

1. Apa pun yang ditugaskan kepada kita, kerjakan dengan baik.

2. Pelataran itu akan diberikan kepadamu, kalau kita bisa melakukan langkah yang pertama (bdk Mzm 84:11).

3. Kalau kita sudah di langkah yang ke dua, Tuhan akan mengizinkan kita masuk berdiri di antara orang-orang yang melayani Dia.

Proses ke tiga ini seperti jungkat-jungkit. Pada waktu masuk pertama: senang sekali masih bersemangat (naik); pada waktu begitu banyak godaan: kering (turun), di sinilah kita diuji. Jika kita dapat melakukan langkah-langkah di atas, akan memberikan dampak yang luar biasa di dalam kehidupan kita.

Marilah kita belajar pada Ester (Est 3-7):

Haman ~ Meskipun sudah diberkati secara luar biasa, dikarunia kebesaran dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda, tetapi Haman masih merasa kurang

Ketika Mordekhai tidak mau berlutut dan tidak sujud kepada Haman, maka dia berikhtiar memusnahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai, di seluruh kerajaan Ahasyweros. 

Ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh Mordekhai saja. Dia membuat seribu satu cara mendekati raja. Sehingga dia diberi kekuasaan penuh untuk membuat surat dengan redaksi dia sendiri dan dicap cincin meterai raja. 

Semua peraturan yang sudah dimeteraikan cincin raja tidak bisa dibatalkan apa pun alasannya. Karena kesombongannyalah, maka ia menyalah gunakan kekuasaannya.

Raja Ahasyweros tidak dapat melihat bau hati Haman, dia tidak tahu ada apa dibalik keinginan Haman untuk memberantas bangsa Yahudi.

Mordekhai ~ Setelah Mordekhai mengetahui segala yang terjadi itu, ia mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan abu, kemudian ke luar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih. 

Dengan demikian datanglah ia sampai ke depan pintu gerbang istana raja ... ketika dayang-dayang dan sida-sida Ester memberitahukan hal itu kepadanya, maka sangatlah risau hati sang ratu, lalu dikirimkannyalah pakaian, supaya dipakaikan kepada Mordekhai dan supaya ditanggalkan kain kabungnya dari padanya, tetapi tidak diterimanya. 

Maka Ester memanggil Hatah untuk menanyakan dan mengetahui apa arti dan sebabnya Mordekhai melakukan hal itu. 

Lalu Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta berapa banyaknya perak yang dijanjikan Haman ... sebagai harga pembinasaan orang Yahudi. Juga salinan surat undang-undang yang dikeluarkan di Susan untuk memusnahkan mereka itu. 

Ester ~ Melalui Hatah, Mordekhai menyampaikan pesan kepada Ester ‘supaya Ester pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda.’ Mula-mula Ester menolak (tidak berani membayar harga untuk sebuah kebenaran) karena sudah tiga puluh hari dia tidak dipanggil menghadap raja. 

Bagi setiap orang yang menghadap raja di pelataran dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup.

Jawaban Mordekhai sungguh luar biasa: “Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan luput dari semua orang Yahudi. Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”

Sebelum Ester menghadap raja, dia mohon semua orang Yahudi dan dayang-dayangnya berpuasa untuk dia selama tiga hari lamanya, tidak makan dan tidak minum.

Demikian pula Ester mempersiapkan hatinya sedemikian rupa dengan berpuasa selama tiga hari lamanya.

Pada hari ketiga Ester mengenakan pakaian ratu ... Ketika raja melihat Ester, sang ratu ..., berkenanlah raja kepadanya ~ itulah hasil persiapan yang luar biasa; dia ambil posisi di mana dia harus bersikap seperti itu. 

Tanya raja kepadanya: “Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan kuberikan kepadamu.”

Jawab Ester: “Jikalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada hari ini ke perjamuan yang diadakan oleh hamba bagi raja.” ~ Ester tahu caranya meminta, dia memintanya di dalam keintiman (hubungan relasi yang sangat akrab). Dia menjalin dulu relasi yang intim dengan mengundang raja makan dan minum untuk mengetahui isi hati rajanya.

Ketika dalam perjamuan raja bertanya kepada Ester: “Apakah permintaanmu? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.”

Jawab Ester: “Permintaan dan keinginan hamba ialah: Jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba, datang pulalah kiranya raja dengan Haman ke perjamuan yang akan hamba adakan bagi raja dan Haman; maka besok akan hamba lakukan yang dikehendaki raja.” ~ dari permulaan Ester sudah memelihara sikap hatinya dengan benar, tidak ada keserakahan dalam hatinya.

Pada malam itu raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja. Dan di situ di dapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan rencana Bigtan dan Teresh, dua sida-sida raja telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros karena sakit hati (Est 2:21).

Ketika raja memanggil Haman, bertanyalah raja padanya: “Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya?”

Kata Haman dalam hatinya: “Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku?” Oleh karena itu Haman menjawab kepada raja: “Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya, hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya!”

Maka titah raja kepada Haman: “Segera ambillah pakaian dan kuda itu, seperti yang kaukatakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai ... Sepatah kata pun janganlah kaulalaikan dari pada yang kaukatakan itu.” ~ Meskipun Haman menutup berkat yang disediakan Tuhan buat Mordekhai, Haman tidak bisa menghambatnya. Hanya waktunya yang agak panjang sedikit.

Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun (Why 3:8).

Pada hari kedua sang ratu Ester menjamu raja dan Haman. Bertanyalah raja pada Ester: “Apakah permintaanmu, hai ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.”

Jawab Ester, sang ratu: “Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba.” ~ ada strategi di dalam bicara, Ester tidak mendikte raja Ahasyweros. 

Maka bertanyalah raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu: “Siapakah orang itu dan di manakah dia yang hatinya mengandung niat akan berbuat demikian?”

Jawab Ester: “Penganiaya dan musuh itu, ialah Haman, orang jahat ini!” 

Lalu bangkitlah raja dengan panas hatinya ... dan keluar ke taman istana. 

Ketika raja kembali dari taman istana ke dalam ruangan minum anggur ... melihat Haman berlutut pada katil tempat Ester berbaring. Maka titah raja: “Masih jugakah ia hendak menggagahi sang ratu di dalam istanaku sendiri” ~ Haman hanya minta belas kasihan pada sang ratu, tapi disangka raja... 

Kemudian Haman disulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai ~ kekuasaan yang disalah gunakan itu akhirnya menjadi bumerang.

Undang-undang pertama yang sudah dimeteraikan dengan cincin meterai raja tidak dapat dibatalkan ~ bahwa waktu fajar bulan Paskah Yahudi, semua bangsa Yahudi harus dipunahkan, dibunuh, dibinasakan dan harta miliknya juga dirampas. 

Tetapi berkat keintiman seorang ratu dengan seorang raja, maka hati raja tersentuh dan undang-undang kedua itu muncul, menetralisir undang-undang yang pertama ~ mengizinkan orang Yahudi di tiap-tiap kota untuk berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta memunahkan, membunuh, atau membinasakan segala tentara, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, dari bangsa dan daerah yang hendak menyerang mereka, dan untuk merampas harta miliknya pada hari yang sama (waktu fajar bulan Paskah Yahudi).

Demikian juga dengan firman. Jika Tuhan telah berfirman, firman itu seperti peluru kendali yang diluncurkan, nggak mungkin kembali, dia harus mencapai sasaran yang dituju (Yes 55:11; Mat 5:117-8).

Marilah kita menabung keintiman dengan Tuhan dengan cara menerima/mengalami Yesus sebagai Juruselamat secara pribadi, sehingga kita bisa menangkap ketika Tuhan berbicara.

Jika kita memiliki relasi yang intim dengan Tuhankita bisa hidup meggunakan hati kita.

(Sumber: Warta KPI TL No. 51/VII/2008; Renungan KPI TL Tgl 26 Juni 2008 ; 3 Juli 2008, Dra Yovita Baskoro, MM).

Kamis, 29 Oktober 2015

Inti Pewartaan Yesus

Para nabi melihat kedatangan Allah dalam kemuliaan rajawi sebagai hari penebusan dan penyelamatan Israel (Yes 33:22; 52:7-10; Ob 21; Mi 2:12-13; Zef 3:14-20).

Orang Yahudi pada zaman Yesus menghindari penyebutan langsung Nama Allah, sebagai ganti ‘Allah meraja/Kerajaan Allah/Kerajaan Sorga’.

Walaupun pewartaan Kerajaan Allah sudah ada sebelum Yesus, bagi Yesus pewartaan Kerajaan Allah mempunyai arti yang khusus.

Yesus bukan saja berbicara tentang Kerajaan Allah, tetapi juga memberi kesaksian tentang Kerajaan Allah dengan tindakan-tindakan-Nya - mengungkapkan iman dan pengharapan-Nya sendiri akan kebaikan dan cintakasih Allah. Ada kesatuan antara Sabda dan karya-Nya – tampil sebagai nabi dan tabib sehingga kebenaran perkataan Yesus itu tampak dalam perbuatan-Nya.


Kerajaan Allah artinya Allah sendiri yang tampil sebagai Raja dalam kemuliaan dan keperkasaan untuk menyelamatkan dan memberi perlindungan untuk membebaskan dunia secara total dari kuasa kejahatan, bukan untuk menghukum atau membalas (Mzm 145:11-13; Luk 10:18).



Keadaan ini terjadi bila kehendak dan perintah Allah diwujudkan. Misalnya: perintah untuk saling mengasihi, perintah untuk percaya, menciptakan perdamaian dan keadilan, dll.


Kerajaan Allah itu hadir, terpenuhi, terwujud dalam pribadi Yesus Kristus sendiri, gambaran Allah yang tidak kelihatan. Lebih-lebih sejak kebangkitan Yesus dari alam maut dan turunnya Roh Kudus atas orang-orang percaya kepada-Nya, Allah mulai meraja di bumi ini – pemerintahan Allah semakin meluas, sebab setiap langkah yang diambil oleh Yesus (kini melalui Gereja-Nya) menawarkan keselamatan kepada mereka yang dijumpai-Nya.

Dengan demikian terbukalah jalan bagi pemerintahan Allah di dunia ini, sehingga kita dapat pula melihat daftar peristiwa-peristiwa cerah yang membawa banyak harapan.

Hanya mereka yang memiliki iman dapat melihat kehadiran kerajaan yang kasat mata dan tersembunyi

Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu; bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Luk 17:20-21; Rm 14:17).

Maka sabda Yesus tertuju kepada orang yang menderita (Sabda Bahagia – Luk 6:20-23). Pewartaan Yesus bukan hanya janji-janji saja.

Dalam diri Yesus, Allah telah datang (Luk 11:20). Waktu kedatangan-Nya tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, Anak pun tidak, hanya Bapa saja (Mrk 13:32).

Waktunya telah genap; 
Kerajaan Allah sudah dekat.
Bertobatlah percayalah kepada Injil!
Tuhan dekat 
pada setiap orang yang berseru kepada-Nya ... 
dalam kesetiaan
 (Mrk 1:15; Mzm 145:18)

Adakah dengan kedelapan Sabda Bahagia-Nya Yesus mau menganjurkan dan mempertahankan kemiskinan, kelaparan, pengangguran, dan penderitaan di bumi ini? Jelas tidak.

Yesus mau mengatakan bahwa kekayaan dan kekuatan kita hanya terletak pada Allah. Dengan bersandar pada kekuatan Allah itu, kita harus berjuang menyingkirkan semua penderitaan di dunia ini.

Dalam diri Yesus, Allah yang menjadi manusia, Allah mulai mengubah sejarah umat manusia menjadi lebih sejahtera.

Tanda-tanda mujizat ‘menyembuhkan orang sakit, melegakan orang cemas dan gelisah, membebaskan orang yang tertekan jiwa raganya, bahkan membangkitkan orang mati, dsbnya’ yang dikerjakan Yesus itu memperlihatkan bahwa dalam diri Yesus genaplah nubuat para nabi tentang Mesias yang kedatangan-Nya telah dijanjikan kepada leluhur Israel.

Dengan mengerjakan mujizat, dengan ‘menjadikan segalanya baik (Mrk 7:37), Yesus menjelmakan pemerintahan Allah dan menghentikan pemerintahan setan. Bilamana Yesus muncul, si jahat menarik diri.

(Sumber: Warta KPI TL No. 34/II/2007; Inti Pewartaan Yesus, Iman Katolik KWI).