Tampilkan postingan dengan label *Buah Roh*. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label *Buah Roh*. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 November 2018

17.06 -

Hidup memberi buah



Buatan manusia adalah benda mati, yang tidak dapat berkembangbiak (misalnya: hp). Ciptaan Tuhan, dapat berkembangbiak (manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan).

Buah adalah salah satu tanda bahwa di dalam tanaman atau pohon itu ada kehidupan. Selain itu buah juga sebagai pertanda bahwa tanaman atau pohon mengalami pertumbuhan yang baik dan sudah matang. Selain itu, buah juga menyatakan jenis dari pohon tersebut

Tujuan hidup Kristiani adalah hidup untuk memuliakan Tuhan (Yoh 15:8; Gal 2:19-20). Kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah (Rm 12:1), karena kita telah memperoleh berkat, maka kita juga harus memberkati dan tidak lagi hidup berpusat pada diri sendiri saja (1 Ptr 3:9; Flp 2:4). 

Berbuah adalah tanda bahwa kekristenan kita hidup dan bertumbuh dewasa. Jadi, buah berbicara tentang hidup yang menjadi berkat bagi orang lain, hidup yang berguna atau berdampak bagi orang lain.

Namun ada banyak orang Kristiani yang sudah berpuluh-puluh tahun jadi Kristen, sudah menerima anugerah secara gratis dari Tuhan tetapi belum pernah berbuah bagi Tuhan. Ingatlah! Egois adalah musuh utama yang harus ditaklukkan oleh pengikut Kristus (Bdk. Flp 2:5). 

Untuk menghasilkan buah ‘harganya’ sangat mahal, yaitu harus rela kehilangan segala kesenangan daging, meninggalkan segala kenyamanan dan menjadikan Tuhan sebagai kesenangan satu-satunya.

Artinya kita harus selalu berusaha untuk bisa menyenangkan hati Tuhan setiap saat dan hidup sebagaimana Kristus hidup dan menjadi penurut-penurut Allah (Ef 5:1).

1. Buah merupakan tanda kehidupan

Buah merupakan sesuatu yang alamiah yang dihasilkan oleh tanaman atau pohon. Adakah kita mendapati buah pada tanaman atau pohon yang sudah kering dan mati? Tidak. 

Kalau kita mempunyai iman tapi tidak melakukan apa-apa, kita adalah orang Kristiani yang mati » iman tanpa perbuatan (= buah, menjadi pelaku firman) adalah mati (Yak 1:22; 2:26). 

Jadi, hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan (Luk 3:8 » mempunyai dua helai baju, membaginya dengan yang tidak punya; mempunyai makanan, berbuat juga demikian; jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu; jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu (Luk 3:11, 13-14).

2. Buah tanda pertumbuhan

Pohon bertumbuh jika ada daunnya, kehidupan Kristiani dikatakan bertumbuh jika mau melayani Tuhan. Pelayanan dan pelaksanaan pekerjaan baik yang telah Allah persiapkan bagi kita haruslah didahului oleh relasi yang dekat dan intim dengan Allah, yang hati-Nya ingin kita senangkan. 

Sebuah pelayanan yang benar-benar berdampak dan dapat diteladani orang lain jika para pelayan Tuhan memiliki karakter seperti Kristus. Ingat, tidak ada kotbah yang lebih ‘keras’ suaranya selain dari perbuatan pelayan tersebut.

Pertumbuhan rohani (Kol 1:10 - Bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah dan memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik), akan terjadi bila ada kerjasama antara rahmat Tuhan (Sakramen-sakramen) dan usaha manusia (doa dan membaca Kitab Suci). 

Untuk bertumbuh dan berakar di dalam Tuhan memerlukan:

1. Doa dan membaca firman Tuhan setiap hari 

Firman adalah Allah (Yoh 1:1). Firman Tuhan adalah kebenaran (Yoh 17:17). Ketika benih firman yang kita baca atau dengar itu kita mengerti, maka hati kita akan dibersihkan oleh-Nya sehingga kita berbuah (Rm 10:17; Mat 13:23).

Ketika kita mengikatkan diri pada Tuhan, kita akan menjadi satu roh dengan-Nya (1 Kor 6:17), kita akan menjadi pribadi yang terus-menerus melekat kepada-Nya dan terus-menerus rindu berinteraksi dengan-Nya dari waktu ke waktu.

2. Tinggal di dalam Kristus

Setiap pohon perlu pemangkasan. Tujuan dari pemangkasan adalah untuk menyehatkan pohon dengan cara mengontrol atau mengatur pertumbuhan pohon, mempertahankan kesehatan pohon, atau meningkatkan kualitas bunga atau buahnya. Setiap pohon membutuhkan seorang petani yang akan memangkas dan mengatur pertumbuhannya sesuai dengan yang diinginkannya. 

Demikian juga halnya dengan kita, Allah Bapa mengawasi sama seperti yang dilakukan seorang petani yang baik dan teliti. Tuhan campur tangan mengarahkan pertumbuhan kita, membuang hambatan-hambatan kita dan membersihkan kita sehingga kita dapat menghasilkan lebih banyak buah (Yoh 15:2).

Jadi, untuk dapat menghasilkan buah kebajikan: kita harus terlebih dahulu tinggal di dalam pokok anggur. Kristuslah pokok anggurnya! Kita adalah ranting-ranting-Nya. Untuk itu diperlukan kontinuitas (kelangsungan) dan konsistensi (ketetapan dan kemantapan dalam bertindak) seperti kita menghirup oksigen untuk bernafas. Apabila kita tinggal di dalam Kristus, Dia akan memanifestasikan Dirinya melalui kita. 

Karena itu hiduplah sebagai pengikut yang setia, jangan suam-suam kuku (Why 3:16). Hendaklah hidup kita tetap di dalam Dia, berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, bertambah teguh dalam iman, dan hati melimpah dengan syukur (Kol 2:6-7). 

Jika hidup kita berakar di dalam Tuhan dan dibangun di atas-Nya, maka hidup kita bagaikan ikan yang berada di laut dalam, tidak akan terbawa arus ketika ada gelombang besar. Jika ke-kristen-an kita KTP (pengagum) bagaikan ikan yang hidup di laut dangkal, begitu ada gelombang besar dalam kehidupan langsung muntaber (mundur teratur tanpa berita).

Bukti bila kita tinggal di dalam Kristus:

· Kesadaran terhadap adanya Roh Kudus yang berdiam di dalam hati (1 Yoh 4:13).

· Mengikuti teladan Yesus (1 Yoh 2:6).

· Taat kepada perintah Kristus (Yoh 15:10; 1 Yoh 3:24)

· Hidup bebas dari dosa (1 Yoh 3:6).

Kadang Tuhan merusak gambaran yang kita idamkan, mengambil orang yang paling kita cintai, dan memberikan hal-hal yang paling sulit dalam hidup kita. Cara Tuhan sering kali berlawanan dengan logika dan pikiran manusia, tetapi justru cara Tuhan adalah cara yang terbaik. 

Dalam pertumbuhan rohani, kita harus bergumul sendiri agar sayap iman kita menjadi kuat seperti perjuangan seekor kupu-kupu keluar dari kepompongnya.

Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya (Ibr 12:11).

3. Buah tanda kematangan

Orang yang matang rohaninya adalah orang yang bertanggungjawab. Ciri orang yang tidak matang rohaninya: tidak melakukan suatu apapun, jika itu tidak menguntungkan dirinya; selalu meng-ia-kan pekerjaan tapi tidak pernah melakukan.

Kematangan rohani datangnya dari penyangkalan diri (Luk 9:23). Cirinya: tidak lagi mementingkan dirinya sendiri, memberikan pada Tuhan dan sesama yang terbaik; menuntut lebih banyak perubahan dalam dirinya sendiri, bukan pada orang lain. 

4. Buah tanda dari jenis

Buah yang dihasilkan merupakan tanda dari pohonnya, pohon anggur pilihan atau pohon anggur liar (Mat 7:16 6-17; Yer 2:21), demikian juga orang Kristen tercermin dari buahnya. Tuhan menghendaki kehidupan manusia menghasilkan buah yang banyak dan tetap (Yoh 15:1-2, 16).

Apa maksudnya? Buah adalah kehidupan yang berubah. Kehidupan yang berpusat kepada Kristus, kehidupan di mana kita telah mati bagi diri kita sendiri sehingga Kristus hidup melalui hidup kita (Gal 2:19-20; Rm 7:4; Flp 1:21-22a). Kehidupan Kristiani tanpa berbuah, sama sekali bukan kehidupan Kristiani! 

Kita telah menerima Kristus Yesus, sebagai Tuhan kita. Kita tinggal dalam Kristus bukan hanya ditandai dengan pengakuan di mulut saja tetapi juga percaya dalam hati sehingga kita diselamatkan (Rm 10:8-9 – firman iman). 

Sejak dibaptis, Roh Kudus menyanggupkan kita hidup dan bekerja di bawah dorongan-Nya; menyanggupkan kita bertumbuh dalam kebaikan (KGK 1266). 

Kita adalah milik Kristus dan Roh Allah diam di dalam kita (Rm 8:9). Jika kita menyadari kehadiran-Nya, selalu berbicara dengan-Nya, maka akal maupun suara hati kita dapat memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatu pun tidak ada yang suci (Flp 4:8; Bdk. Mat 15:19; Tit 1:15). 

5. Buah menandalan level hidup yang baru

Buah yang kita hasilkan menunjukkan sampai di mana level kehidupan rohani kita. 

Jadi, hasilkan Buah Roh (KGK 1832: 1. Kasih 2. Sukacita 3. Damai sejahtera 4. Kesabaran 5. Kemurahan 6. Kebaikan 7. Kesetiaan 8. Kelemahlembutan 9. Penguasaan diri 10. Kerendahan Hati 11. Kesederhanaan 12. Kemurnian). sehingga kehidupan kita akan membawa kepada kemuliaan bagi Allah (Yoh 15:8).

(Sumber: Warta KPI TL No. 162/X/2018 » Renungan KPI TL Tgl 23 Agustus 2018, Dra Yovita Baskoro, MM).

Selasa, 01 November 2016

00.34 -

Aku diutus bersaksi

Pada tanggal 13 Mei 1981, di lapangan St. Petrus pukul 17.17 pm ada seorang yang berusaha membunuh Paus Yohanes Paulus II (YP II). Peluru menembusi tubuhnya, melukai perutnya, siku kanan dan jari telunjuk kiri.

Seolah-olah ada sebuah tangan yang telah mengatur jalannya peluru itu, sehingga peluru itu membelokkan arahnya dan peluru itu jatuh di antara YP II dan SD (Mgr. Stanislaw Dziwisz – sekretaris pribadinya). 



Setelah penembakan itu terdengar lagi dua bunyi desingan tembakan dan ada dua orang yang sedang berdiri di dekat mereka terluka.

Dalam perjalanan ke RS, YP II berkata: “Saya telah memaafkan pembunuhku.” Sesampainya di RS, beliau langsung dibawa ke ruang operasi. Beliau kehilangan banyak darah, tekanan darahnya turun sangat drastis, bahkan denyut nadinya tak dapat dideteksi. 

Sekitar natal tahun 1983, YP II mengunjungi Ali Agca di penjara. YP II telah sungguh memaafkan pembunuh profesional itu secara publik dalam pidato pertamanya sesudah penembakan. Tetapi si penembak tidak pernah berkata “Saya mohon maaf.”

Bagi orang suci semuanya suci;Tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman sesuatupun tidak ada yang suci, karena baik akal mau pun suara hati mereka najis (Tit 1:15).

Marilah kita belajar dari Mat 7:15-23:

“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala buas 

» Orang yang bergaul karib dengan Allah dan firman-Nya, dapat membedakan antara nabi palsu dan nabi asli

Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka 

» Masing-masing kita adalah pohon kehidupan

Dasar hati kita baik - dipengaruhi faktor eksternal sedemikian rupa, kita makin melekat dengan pokok anggur yang benar (Yesus - Yoh 15:1-2) maka karakter Allah ada dalam diri kita (buahnya pasti baik – mengasihi, mengampuni dll). 

Dasar hati kita tidak baik - dipengaruhi faktor eksternal sedemikian rupa, kita tidak melekat dengan pokok anggur yang benar maka karakter Allah tidak terlihat dalam diri kita (buahnya tidak baik – marah, benci, kepahitan, mundur teratur tanpa berita dll). 

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. 

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 

» orang yang mempunyai karunia hebat, melayani bukan untuk kemuliaan Tuhan tetapi untuk kemuliaannya sendiri. Ingatlah! Pada saat kita pulang, kita harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita (Why 20:12).

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Marilah kita menjalankan tugas perutusan dengan pergi dan menghasilkan buah yang tetap, sehingga nama-Nya semakin dimuliakan diseluruh muka bumi. 

(Sumber: Warta KPI TL No. 85/V/2011 » Renungan KPI TL tgl 14 April 2011, Dra Yovita Baskoro, MM).

Selasa, 06 September 2016

22.44 -

Jangan pernah menyerah



Pada saat Yesus dan kedua belas muridnya meninggalkan Betania menuju Yerusalem, Yesus merasa lapar. Waktu Ia tiba di pohon ara, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musimnya. Yesus mengutuk pohon ara itu, sehingga pohon itu kering sampai keakar-akarnya (Mrk 11: 12-14, 20).

Pada saat membaca perikop di atas, kita akan terkejut. Karena selama ini Yesus terkenal belas kasih-Nya, murah hati, bijaksana dll. Memang, Yesus pernah berbicara keras/kasar, tetapi tidak pernah mengutuk. 


Misalnya: Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? (Mat 12:34); Hai kamu orang-orang munafik, kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran (Mat 23:27).

Ada problem apakah Yesus, sehingga Dia mengutuk pohon ara tersebut? Apakah pohon ara itu memang bersalah? Tidak! Memang pada saat itu bukan musimnya. Apakah karena Dia capai berjalan panjang? Tidak! Karena jarak antara Betania dan Yerusalem hanya 2 mil panjangnya (= 3 km - Yoh 11:18).

Apakah karena Dia lapar? Tidak! Yesus pernah sangat lapar selama 40 hari, tetapi Dia tidak jatuh dalam godaan (Mat 4:1-11).

Jadi problem apa sebenarnya? Yesus menginginkan setiap orang Kristen tidak hanya bangga dan sibuk dengan daun-daun saja. Meskipun daun-daun itu memang penting.

Marilah merefleksikan hidup kita:

- Kenapa banyak pohon hidup keluarga suka terkutuk sampai keakar-akarnya? Karena keluarga/perkawinan terbentuk berdasarkan faktor-faktor luaran (hanya hal-hal yang tampak), yang intinya tidak ada.

- Kenapa banyak pohon ara kehidupan manusia diketemukan tidak berbuah?

Karena memang bukan musimnya (fakta pohon kehidupan).

- Kenapa kita tidak menghasilkan apa-apa yang baik untuk Tuhan, ketika Dia memintanya? Karena kita seperti pohon yang hanya kenal musimnya. Inilah penyakit suatu organisasi/keluarga/pohon hidup karena terdiri dari mentalita orang yang musiman.

- Berapa banyak orang merana/terkutuk ekonominya (krisis) sampai sinting?

Karena mereka hanya sibuk menghasilkan daun-daun saja, ini adalah hal-hal yang Tuhan tidak kehendaki. Mata/hati/pikirannya hanya memikirkan hal-hal duniawi saja dari ujung rambut sampai ujung kaki, dari bangun tidur pagi sampai tidur malam. Memang uang itu penting, tetapi itu bukan kehendak Tuhan yang utama.

Syarat-syarat agar pohon ara hidup kita tidak terkutuk (Mrk 11:22-25):

1. Percayalah kepada Allah – kepercayaan yang dapat memindahkan gunung.

2. Percaya bahwa telah menerimanya – mempunyai harapan dalam doa.

3. Adanya pengampunan.

Setiap hari Kamis kita berkumpul untuk mendalami/mempertegas apa-apa yang Tuhan mau dalam diri kita, supaya kita tidak terkutuk tapi berkembang/bertumbuh dengan berkat-Nya.

Kita sudah dipilih Tuhan, dan di letakkan di taman KPI TL. Apakah pohon kita sudah menghasilkan buah dan buah itu sifatnya tetap, bukan hanya musiman (Yoh 15:16)?

Jika saat ini pohon kita hanya menghasilkan daun-daun, maka kita tidak akan menemukan Allah yang ada disekitar kita (Mat 25:40).

Marilah kita tinggal pada pokok anggur yang benar sehingga kita berbuah banyak dan memperoleh janji-Nya (Yoh 15:1-17). 


(Sumber: Warta No. 60/IV/2009 » Renungan KPI TL tgl 16 April 2009, Romo Joseph Pontoan, MSC).


Pohon ara

Pohon Ara tingginya bisa mencapai 12 meter dan di tanah berbatu-batu pun dapat tumbuh subur. Gagal menanam pohon yang tumbuhnya lambat ini, menunggu panjang sabar bertahun-tahun (Luk 13:7).

Pohon ini juga mampu berbuah pada segala musim: musim dingin, musim semi, musim panas ataupun musim gugur. Ia berbuah selama sepuluh bulan, atau hampir setahun penuh. Kadang-kadang, buahnya lebih dulu muncul daripada daunnya. 

Pohon ara memberi tiga macam buah berurutan

1. Buah ara musim kemarau atau buah paling akhir (Yer 8:13; 29:17), yang merupakan tuaian pertama dari bulan Agustus sampai musim dingin.

2. Buah ara hijau atau buah musim dingin (Kid 2:13; Why 6:13), tidak mempunyai cukup waktu untuk masak sebelum musim dingin tiba, tetap di dahannya dan menjadi kemerah-merahan pada hari-hari pertama musim semi, tapi tetap tinggal kecil dan mudah gugur ditiup angin. Yang tidak gugur masak pada musim panas bulan Juni dan bulan berikutnya. 

3. Buah ara bungaran yang masak sebelum musim kemarau (Yes 28:4; Yer 24:2; Hos 9:10; Mi 7:1; Nah 3:12), paling digemari karena segar dan enak. 

Pohon ara paling banyak menyerap zat-zat penting dari dalam tanah, sehingga jika dibiarkan tanpa menghasilkan buah, ini hanya akan merugikan tanaman-tanaman lain yang ada di sekitarnya. Jadi, janganlah kita menjadi pohon ara yang hanya bisa menyerap yang baik dari Tuhan, tetapi tidak menghasilkan buah. 

(Sumber: Warta No. 60/IV/2009 » Ensiklopedi Alkitab Masa Kini).

Senin, 05 September 2016

18.59 -

Bagaimana mencapai target yang Tuhan tetapkan?



Setiap orang diberi talenta/potensi yang berbeda-beda, masing-masing menurut kesanggupannya (Mat 25:15). Maka kita harus betul-betul mengetahui visi yang Tuhan berikan, sehingga kita tidak salah mengerjakannya.

Agar kita dapat mencapai target yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup kita, Tuhan telah memberikan dua perlengkapan, yaitu:

1. Firman Tuhan

Saat Iblis menyerang, lawanlah dengan firman Tuhan (Mat 4:1-10). Sebagai firman Tuhan yang hidup, melalui ayat-ayat firman tersebut kita akan mudah dibentuk sehingga kita dapat mengatasi kelemahan-kelemahan kita dalam menghadapi serangan musuh.

Tetapi seringkali manusia menggunakan senjata ini dengan tidak benar, mereka menggunakannya hanya sebagai ilmu pengetahuan, biasanya dipakai untuk perang ayat antara pelayan Tuhan atau anak-anak Tuhan.

Meskipun sudah membaca firman Tuhan, kadangkala kita sulit untuk mencapai target, menghasilkan buah yang tetap (Yoh 15:16; KGK 1832). Kenapa? Karena manusia mempunyai kehendak bebas, tidak mau mengikuti bimbingan Roh Kudus sehingga potensinya tidak dapat ke luar (Gal 5:18).

Iblis tahu bahwa di dalam manusia ada potensi yang luar biasa. Maka seringkali tanpa sadar kita terjebak oleh iblis sehingga kita memakai kekuatan pikiran sendiri tanpa meminta rahmat Allah (Bdk. Yer 17:5). Ini adalah jebakan Iblis yang paling halus dalam bentuk mengasihani diri sendiri: tersinggung, minder, marah, membela hak, menuntut. Jadi, kita harus tahu bentuk jebakan ini agar kita tidak terjerat dan mengalami kejatuhan.

2. Roh Kudus – memberi petunjuk dan pimpinan dalam hidup kita. 

Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan akan mengingatkan kita akan semua yang telah Yesus katakan kepada kita. Dia juga akan memberitahukan kepada kita hal-hal yang akan datang (Yoh 14:26; 16:13).

Jika kita selalu memohon penyertaan Roh Kudus, maka kita masuk dalam sekolah Tuhan sepanjang hidup kita sehingga kelemahan-kelemahan kita (7 dosa dasar - sombong, kikir, cabul, gelojoh, iri hati, marah, malas) dapat kita sadari.

Target yang kita capai bisa turun dan naik. Jika turunnya target disebabkan karena kelemahan daging, maka turunnya sedikit. Tetapi jika disebabkan karena mencuri kemuliaan Tuhan (kesalahan dalam roh), maka turunnya banyak, bahkan bisa sampai tingkat yang paling bawah; ini adalah suatu kesalahan yang paling berat dan seringkali tanpa kita sadari (Mat 7:21-23).

Jadi, belajarlah peka terhadap pimpinan Roh Kudus sehingga kita tahu cara kerja-Nya. Ingatlah! Buah Roh berasal dari kelemahan kita. Misalnya: buah roh sabar berasal dari watak tidak sabar; buah roh murah hati berasal dari watak “tamak”.

Proses untuk menghasilkan buah Roh:

1. Sadari bahwa kita mempunyai kelemahan-kelemahan tertentu. Misalnya: gampang marah, gampang menghakimi, kurang sabar, pendendam dll. 

Akui dan bawa kelemahan itu di hadapan Tuhan, katakanlah: “Tuhan, aku tidak mampu mengatasi kelemahan ini. Tolong berikan rahmat-Mu.” Dan tanamkanlah pada jiwa perkataan Rasul Paulus ini: “Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Gal 2:20). Jadi, ada kerjasama antara Tuhan dan manusia. 

2. Berjuang menyangkal diri dengan perkataan firman Tuhan (Mat 16:24), harus diperkatakan terus menerus pada jiwa kita. (Gal 2:20 – Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Artinya kita harus mati bagi keinginan diri kita sendiri).

Misalnya: waktu kita marah, ingatlah ayat Mzm 37:8 (berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan); kalau kita suka gosip, ingatlah Mat 12:36-37 (setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum).

Perjuangan untuk menyangkal diri ini harus diusahakan. Kalau sering dilakukan, lama-lama menjadi kebiasaan. Kalau sudah menjadi kebiasaan, lama-lama menjadi kesukaan. Kalau sudah menjadi kesukaan... akhirnya berbuah Roh.

Jika kita mencapai target-Nya, janji Tuhan adalah:

1. Jemaat Efesus: diberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.

2. Jemaat Smirna: dikaruniakan mahkota kehidupan.

3. Jemaat Pergamus: diberi manna yang tersembunyi dan dikaruniakan batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.

4. Jemaat Tiatira: dikaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa dan bintang timur.

5. Jemaat Sardis: dikenakan pakaian putih (menjadi mempelai).

6. Jemaat Filadelfia: dijadikan soko guru di dalam Bait Suci Allah.

7. Jemaat Laodikia: duduk bersama-sama Tuhan di takhta-Nya.

Pilar Hidup Rohani:

1. Doa

2. Hidup di Hadirat Allah

3. Jalan Cinta Kasih

4. Keterbukaan terhadap bimbingan Roh Kudus

Tiga syarat utama menjadi pengikut Kristus

1. Menaklukkan diri sendiri, yaitu dengan selalu mendahulukan kehendak-Nya di atas kepentingan pribadi

2. Meneladani-Nya dan menjadikan hidup-Nya sebagai hidup kita

3. Memikul salib kehidupan dengan tabah dan setia



(Edisi Revisi: Sumber: Warta KPI TL No. 56/XII/2008 » Renungan KPI TL Tgl 20 November 2008, Dra Yovita Baskoro, MM; Warta KPI TL No. 92/XII/2011 » Renungan KPI TL tgl 18 Agustus 2011, Dra Yovita Baskoro, MM).