Sabtu, 24 Oktober 2015

22.02 -

Feng Shui dan Iman Kristen

Feng shui adalah ilmu/kepercayaan Cina tentang misteri angin (feng), air (shui), waktu kelahiranhoroskop ala Cina yang menentukan baik buruknya nasib manusia.


Seringkali orang dikondisikan oleh ramalan – orang dibentuk, dipengaruhi, diberi sugesti oleh ramalan. Bahasa ramalan sering tidak pasti, untuk apa kita risaukan?

Banyak orang mengakui kebenaran feng shui - menurut banyak orang hanyalah seni hidup selaras dengan alam. Sering orang mengatakan bahwa feng shui itu bukan klenik, bukan mistik, tetapi sesuatu yang ilmiah.

Feng shui tidak cocok dengan iman kita, karena kebahagiaan dan kemenangan terakhir menurut iman kristen adalah kemenangan kebaikan atas kejahatan (Why 12 dst); Yesus Kristuslah penguasa alam semesta (Mat 28:19).

(Sumber: Warta KPI TL No. 25/V/2006; Feng Shui dan Iman Kristen, Dr. H. Pidyanto O Carm- mempertanggungjawabkan Iman Katolik buku kelima).

22.01 -

Rahasia Tanda Salib



Tanda salib adalah cara resmi Gereja Katolik memulai dan menutup doa-doa dan peribadatannya

Tanda Salib itu merupakan doa yang singkat, padat dan jelas – tanda salib pada saat jari diletakkan di dahipercaya akan Tuhan dengan budinya; pada saat jari diletakkan di dadamencintai Tuhan dengan hati; pada saat jari diletakkan di dekat bahu kiri dan kananmenghayati sebagai tugas dan tanggungjawab



Sebagai ungkapan iman - ungkapan misteri Allah Tritunggal Mahakudus.

Sebelum Injil dibacakan imam berkata “Inilah Injil Tuhan”, dan umat menjawab “terpujilah Kristus” dengan membuat tanda salib di dahi, di mulut dan di hati - menerima firman Tuhan dengan pikiran, perkataan serta perbuatan kita sehari-hari.

Imam memberkati anak-anak dengan membuat tanda salib pada dahi sebagai tanda cinta Allah Tritunggal bagi anak-anak, sebagai pengganti ciuman Allah di dahi anak-anak.

Imam membuat tanda salib didahi dengan abu pada Hari Rabu Abusebagai tanda pertobatan dalam Allah Tritunggal Mahakudus.

Imam memberkati benda-benda Rohani dengan tanda salibsebagai penyaluran berkat Tritunggal Mahakudus.

Uskup memberkati dengan tanda salib tiga kali – sebagai ungkapan berkat yang teramat agung.

Kalau orang berhasilsebagai ungkapan syukur.

Pada saat mengalami kesulitansebagai doa permohonan.

Pada saat orang merasa takutsebagai doa memohon perlindungan.

Pada saat orang memasuki tempat-tempat kudussebagai tanda penghormatan dalam doa.

Pada saat bangun pagi – sebagai doa syukur.

Sebelum tidursebagai doa permohonan pemeliharaan sewaktu beristirahat pada malam hari.

(Sumber: Warta KPI TL No. 25/V/2006; Rahasia Tanda Salib, Percikan Hati Vol. 4, No.7 Maret 2006).

22.01 -

Rahasia Tanda Salib



Tanda salib adalah cara resmi Gereja Katolik memulai dan menutup doa-doa dan peribadatannya


Tanda Salib itu merupakan doa yang singkat, padat dan jelas – tanda salib pada saat jari diletakkan di dahipercaya akan Tuhan dengan budinya; pada saat jari diletakkan di dadamencintai Tuhan dengan hati; pada saat jari diletakkan di dekat bahu kiri dan kananmenghayati sebagai tugas dan tanggungjawab



Sebagai ungkapan iman - ungkapan misteri Allah Tritunggal Mahakudus.

Sebelum Injil dibacakan imam berkata “Inilah Injil Tuhan”, dan umat menjawab “terpujilah Kristus” dengan membuat tanda salib di dahi, di mulut dan di hati - menerima firman Tuhan dengan pikiran, perkataan serta perbuatan kita sehari-hari.

Imam memberkati anak-anak dengan membuat tanda salib pada dahi sebagai tanda cinta Allah Tritunggal bagi anak-anak, sebagai pengganti ciuman Allah di dahi anak-anak.

Imam membuat tanda salib didahi dengan abu pada Hari Rabu Abusebagai tanda pertobatan dalam Allah Tritunggal Mahakudus.

Imam memberkati benda-benda Rohani dengan tanda salibsebagai penyaluran berkat Tritunggal Mahakudus.

Uskup memberkati dengan tanda salib tiga kali – sebagai ungkapan berkat yang teramat agung.

Kalau orang berhasilsebagai ungkapan syukur.

Pada saat mengalami kesulitansebagai doa permohonan.

Pada saat orang merasa takutsebagai doa memohon perlindungan.

Pada saat orang memasuki tempat-tempat kudussebagai tanda penghormatan dalam doa.

Pada saat bangun pagi – sebagai doa syukur.

Sebelum tidursebagai doa permohonan pemeliharaan sewaktu beristirahat pada malam hari.

(Sumber: Warta KPI TL No. 25/V/2006; Rahasia Tanda Salib, Percikan Hati Vol. 4, No.7 Maret 2006).

21.59 -

Teologi Apologetika

Apologetika (mengenai dasar-dasar iman Kristiani) adalah pembelaan keyakinan Kristiani mengenai Allah, Kristus, Gereja dan tujuan hidup umat manusia

Pembelaan ini dapat ditujukan kepada pemeluk agama lain, warga komunitas sendiri yang ragu-ragu atau kepada orang beriman biasa yang ingin mengerti bahwa iman mereka dapat dipertanggungjawabkan.


Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi harus dengan lemah lembut dan hormat (1 Ptr 3:15)

Tujuan utama apologetika adalah memberi pertanggungjawab dan membela ajaran Kristiani yang benar yang didasarkan pada Kitab Suci dan ajaran Magisterium Gereja (agar umat Katolik tidak diombang-ambingkan oleh berbagai ajaran yang sebenarnya bukan ajaran Kristiani yang benar).

Allah Tritunggal

Misteri iman Kristiani - Seluruh karya ilahi adalah karya bersama ketiga pribadi ilahi (Bapa - pencipta, Putera - penyelamatan dan Roh Kudus - pengudusan), sebagaimana Tritunggal mempunyai kodrat yang satu dan sama.

Siapa yang memuja Bapa, melakukannya melalui Putera dalam Roh Kudus, siapa yang mengikuti Kristus melakukannya karena Bapa yang menarik-Nya dan Roh Kudus yang menggerakkan-Nya (bdk Yoh 6:44, Rm 8:14).

Protestantisme: Sola Fide, Sola Scriptura, Sola Gratia, Predestinasi

Protestantisme awalnya merupakan suatu gerakan pembaharuan Gereja yang dilakukan Martin Luther (seorang imam yang bersemangat dan saleh dari ordo Santo Agustinus). Ia memprotes Simonisme (penjualan harta rohanisakramen pengakuan) yang dilakukan Gereja pada waktu itu untuk pembangunan Basilika St. Petrus di Roma. 

Gagasan terkenal waktu itu adalah “sekeping uang yang diletakkan pada kotak persembahan maka satu jiwa diselamatkan.” Protes Luther terhadap Gereja didukung oleh raja-raja di Jerman yang tidak begitu senang terhadap Gereja. 

Gerakan pembaharuan ini akhirnya mengarah kepada perpisahan antara Gereja dan pengikut Luther yang melahirkan gereja-gereja Protestan.

Ada empat pokok penting perbedaan dalam teologi Luther dan Katolik:

1. Sola Fide 

Luther - hanya iman – manusia bisa selamat karena iman kepada Yesus Kristus. 

Katolik – orang Kristen harus menghayati imannya dalam perbuatan/tindakan nyata (Yak 2:22).

2. Sola Gratia

Luther – iman itu semata-mata kasih karunia Allah.

Katolik – meskipun Gereja Katolik mengakui iman adalah anugerah dari Allah, namun usaha manusia sangat penting.

3. Scriptura

Luther – hanya Alkitab adalah satu-satunya sumber penghayatan dan pengajaran iman. 

Katolik – selain Kitab Suci, Tradisi Suci merupakan bentuk Sabda Allah yang tidak tertulis dalam kata-kata melainkan dihayati (sejak zaman para rasul hingga sekarang), dalam ibadat, ajaran, dan cara hidup Kristen.

4. Predestinasi

Luther – manusia sudah ditentukan untuk selamat/dihukum.

Katolik - Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka (Why 20:15, 12); jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran; kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan (Ibr 10:26-27). 

Perkawinan Katolik

Perkawinan Katolik tidak terceraikan kecuali oleh kematian (Mat 19:6, KGK 1644). Yang mungkin terjadi hanyalah pernyataan dari Gereja bahwa suatu perkawinan adalah tidak sah karena dikemudian hari terbukti ada halangan – adanya paksaan secara fisik dan moril untuk menikah (paksaan besar ini menghilangkan pribadi yang menjadi syarat mutlak untuk suatu perkawinan).

Pengakuan Dosa

Setiap orang Katolik wajib mengaku dosa paling sedikit setahun sekali. Bagi orang yang berdosa berat ada kewajiban untuk mengaku dosa sebelum menyambut komuni. 

Pengakuan dosa hanya dilakukan kepada seorang imam dan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan imamatnya berdasarkan Mat 18:18. Gereja akan mengekskomunikasi seorang imam yang membocorkan rahasia pengakuan.

Jika kita berdosa, maka pertama-tama berdosa kepada Tuhan – seseorang diperdamaikan karena telah memutuskan hubungan cinta kasih dengan Tuhan secara sadar, tahu dan mau; merusak hubungannya dengan orang lain dan juga menghancurkan diri kita sendiri secara jasmani maupun secara rohani. 

Jika seseorang berbuat dosa, ia juga mencemarkan Gereja dengan dosa-dosanya – akan berpengaruh pada tubuh mistik Tuhan. Karenanya si pendosa perlu mengadakan pemulihan dengan tubuh mistik Kristus, yakni Gerejanya. 

(Sumber: Warta KPI TL No. 25/V/2006; Teologi Apologetika, HDR Maret-April 2006).

21.57 -

Gereja Katolik: Satu, Kudus, Katolik, Apostolik



Hampir 2000 tahun yang lalu, Yesus Kristus menetapkan Gereja-Nya di dunia. Selama berabad-abad, Gereja-Nya itu tetap satu dan melestarikan ajaran-ajaran Kitab Suci serta tradisi-tradisi Kristiani. 

Namun demikian, bermula dari Reformasi Protestan pada tahun 1500, sekonyong-koyong, dengan sangat menyedihkan, kekristenan terpecah-pecah menjadi banyak sekte


Kaum pemrotes ini (yang kemudian dikenal sebagai Protestan) menolak iman Katolik dan melepaskan diri dari Gereja. Mereka mendirikan gereja-gereja baru dengan hukum-hukum baru serta pemimpin-pemimpin baru

Banyak di antara sekte-sekte ini, seiring dengan perjalannya waktu, akhirnya terpecah belah lagi menjadi sekte-sekte baru yang saling tidak bersesuaian satu dengan yang lainnya. 

Hingga saat ini, tercatat kurang lebih 30.000 sekte Protestan yang berbeda, masing-masing percaya akan ajaran mereka masing-masing, saling bertentangan satu dengan lainnya.

Sementara itu, tetap hanya ada satu Gereja Katolik Roma; yang tetap satu dalam iman dan kepercayaan setelah 2000 tahun lamanya.

Yang menjadikan Gereja Katolik unik adalah keempatsifat atau ciri-ciri hakikat Gereja, yaitu:

1. SatuRm 12:5, 1 Kor 10:17, KGK 813-822

Semua anggotanya mempraktekkan satu iman, satu dalam komuni, dan dibawah Kepala Gereja yang satu, yaitu Paus (mewakili Kepala Gereja yang tidak kelihatan, yaitu Yesus Kristus – Yoh 10:16). 

Meskipun ada umat yang menyeleweng dari dokrin-dokrin yang diajarkan secara resmi, para guru-guru resmi Gereja/Bapa Suci Sri Paus/ para Uskup yang bersatu dengannya “tidak pernah mengganti dokrin apapun”. 

2. KudusEf 5:25-27, KGK 823-829

Karena pendiri-Nya Kudus; Gereja mengajarkan ajaran-ajaran-Nya yang kudus; yang memungkinkan kita menjadi kudus (1 Ptr 1:15). 

Yesus Kristus, Kepala Gereja yang tak nampak, menyatakan kekudusan-Nya lewat ajaran-ajaran-Nya yang murni dan tanpa salah, yang Ia wartakan semasa hidup-Nya di dunia, dan lewat mujizat-mujizat, serta tindakan-tindakan tanpa cela yang dilakukan-Nya. 

Seperti orang banyak pada zaman-Nya telah menyatakan, hanya Tuhan Sendirilah, yang dapat melakukan hal-hal demikian. 

Yesus menghendaki agar kita mengikuti-Nya (Mat 5:48), dan melalui Gereja dan ketujuh Sakramen yang Ia tetapkan

Yesus menunjukkan jalan-Nya kepada kita. Seperti kepala memimpin tubuh, demikian juga Yesus memimpin Tubuh-Nya, yaitu Gereja, yang memungkinkan kita, melalui Dia, menjadi kudus dan dengan demikian mewarisi hidup yang kekal (Rm 8:17). 

Setiap Sakramen dan setiap ajaran Gereja mendekatkan kekudusan ke dalam jangkauan kita, seperti telah dibuktikan oleh begitu banyak para kudus dalam Gereja Katolik. Ini tidak berarti setiap anggota juga selalu kudus (ada yang baik dan buruk – Yoh 6:70).

3. Katolik (= universal) – Mat 28:19-20, KGK 830-856

Selama 2000 tahun Gereja Katolik telah menjalankan Amanat Agung dan Ia menginginkan kita semua menjadi anggota keluarga-Nya yang universal (Gal 3:28).

4. Apostolik - Ef 2:19-20, KGK 857-865

Karena Dia menunjuk para Rasul (= apostolos) untuk menjadi pemimpin-pemimpin Gereja yang pertama, dan para pengganti mereka sebagai pemimpin-pemimpin dimasa depan

Para Rasul adalah uskup-uskup yang pertama, dan sejak abad pertama, ada urutan-urutan uskup-uskup Katolik yang dengan setia meneruskan apa yang diajarkan para Rasul kepada umat Kristen pertama melalui Kitab Suci dan Tradisi Lisan (2 Tim 2:2).

(Sumber: Warta KPI TL No. 25/V/2006 » Gereja Katolik: Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Vacare Deo edisi Jan/Tahun VI/2004; 4 Tanda Gereja Sejati, Vacare Deo edisi Mei/Tahun V/2003).

Babi yang Terjungkir

Sepanjang hidup babi tidak pernah menatap langit. Moncongnya selalu tertuju ke tanah yang kotor – mencari makanan. Babi itu baru mengalami keindahan langit sewaktu dalam perjalanan menuju kematian (digotong hendak dibunuh).


Begitu pula dengan kehidupan manusia. Mereka sepanjang hidupnya tidak pernah berpikir tentang Allah Pencipta, hanya tertarik pada perkara duniawi - keinginan daging, keangkuhan hidup, dan kekayaan yang kotor.

Akhir kehidupan orang-orang seperti itu akan seperti babi tadi. Mereka akan diikat oleh belenggu kekelaman dan dicampakkan ke suatu tempat, di mana terdapat ratap tangis dan kertakan gigi. 

(Sumber: Warta KPI TL No. 24/IV/2006; Permata Hikmat, Sadhu Sundar Selvaraj).

06.59 -

Dosa Kelalaian

Dalam ibadat bersama, baik Ibadat Sabda maupun Ibadat Ekaristi, umat Katolik mempunyai kebiasaan untuk mengaku dosa terlebih dahulu (“Saya mengaku ..., bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan , dengan perbuatan dan kelalaian ...”)

Pada umumnya orang jarang berdosa dengan pikiran/perkataan/perbuatan jahat, tetapi banyak kali melalaikan kewajiban terhadap Allah dan sesama.

- Lalai menjaga sesama (sikap masa bodoh/acuh tak acuh) - Yeh 33:1-9 – Tuhan menciptakan manusia tidak sendirian, melainkan berkelompok, supaya mereka dapat saling menjaga dan menolong satu sama lain (Kej 2:18). Karena dosa kelalaian Adam dan Hawa, maut telah menjalar ke semua orang (Rm 5:12), dalam hal ini Tuhan akan menuntut pertanggung jawaban (Mat 25:45).

- Lalai menegor sesama – 1 Tes 5:14, 2 Tim 4:2, Tit 1:13 – jika ia tidak mau bertobat, anggap saja ia seorang kafir yang tidak mengenal Allah.

- Lalai menolong sesama (mengabaikan kewajiban untuk menolong sesama yang sedang menderita) – Luk 10:25-37, Mat 25:31-46.

- Lalai memuliakan Allah – Luk 17:11-19 – dari dahulu sampai sekarang, cukup banyak orang beragama yang munafik, yaitu dengan berpura-pura beribadah kepada Allah, padahal hati mereka sama sekali jauh dari Allah - memuliakan hanya dengan bibir, tetapi hati penuh dengan pikiran jahat (Mrk 7:20-23); sebab itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu (1 Kor 6:20).

- Lalai melawan iblis – 1 Pet 5:8-9.


Orang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannyadan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannyaTuhan tidak lalai menepati janji-Nya, ... Ia sabar, karena menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat! (Ams 1:32; 2 Pet 3:9).

(Sumber: Warta KPI TL No. 24/IV/2006; Dosa Kelalaian P. Hendrik Njiolah, Pr.).