Sabtu, 24 Oktober 2015

06.41 -

Kompas

Dalam kehidupan ini sering kita kehilangan arah dan tujuan.
Bagaimana caranya agar kita tidak tersesat dan mengalami nasib yang lebih buruk? Kemanapun melangkah kita selayaknya dan seharusnya memiliki sebuah kompas  (Tuhan Yesus Kristus sendiri) dan peta (firman Tuhan dan ajaran-ajaran resmi Gereja Katolik) agar tidak tersesat.

Kalau dalam setiap mengawali hari kita, kita dapat berjumpa dengan Tuhan dan mendengarkan firman-Nya niscaya kita tidak akan tersesat dalam dunia yang penuh dengan Budaya Kematian (perselingkuhan, perdukunan, peramalan, perjudian, aneka hiburan/film/buku/tontonan duniawi yang sangat merusak moral).

Firman Tuhan akan membimbing kita setiap hari setiap saat melalui semua hal yang kita alami sehari-hari, juga melalui permasalahan setiap urusan pekerjaan kita, setiap orang yang berjumpa dengan kita pada hari ini.

Dalam pekerjaan, permasalahan, orang-orang yang kita jumpai, kita akan melihat apa yang Tuhan mau/kehendaki dari kita - supaya tidak tersesat 

Tuhan selalu membimbing melalui firman-firman-Nya dan melalui perjumpaan dan respon kita dengan orang lain  (anggota Tubuh Kristus yang lain). 

Oleh karena itu marilah mulai sekarang kita belajar dengan lebih sungguh-sungguh untuk mengenal Allah melalui firman-Nya dan melalui Putra Tunggal-Nya Tuhan kita Yesus Kristus, agar pada saat Tuhan datang untuk kedua kalinya di dunia yang fana ini untuk mengadili orang yang hidup dan yang sudah mati pada saat itu kita tidak termasuk kelompok orang yang dibuang.


(Sumber: Warta KPI TL No. 24/IV/2006; Kompas, Suara No. 14/Th III Feb-Mrt  2006).

Dusta Da Vinci Code



Didukung oleh suatu pengiklanan yang hebat buku “The Da Vinci Code, karangan Dan Brown” telah menjadi best-seller dan telah terjual hampir 6 juta eksemplar dalam waktu satu tahun lebih sedikit. Mengapa? 

Buku itu mengandung unsur-unsur yang menarik bagi banyak pembaca: ketegangan, rahasia, teka-teki, roman dan suatu sugesti bahwa dunia ini tidak seperti yang tampak sekarang ini dan bahwa di balik sana ada kebenaran yang berusaha ditutup-tutupi oleh kekuasaan Gereja yang ada sekarang ini.

Pada mulanya umat manusia, selama beberapa milenia, menghayati suatu spiritualitas yang memiliki keseimbangan antara yang maskulin dan feminin, yaitu orang menghormati para dewi dan kuasa wanita. Inilah pesan Yesus. 

Untuk itu Ia mengambil Maria Magdalena sebagai istri serta mempercayakan kepadanya kepemimpinan gerakannya itu. Maria mengandung anak mereka ketika Yesus disalibkan. Yesus bukan Allah, tetapi manusia biasa.

Petrus, karena iri hati terhadap peran Maria Magdalena, mengumpulkan kelompok lain yang berada di sekitar Yesus dengan tujuan untuk menghambat dan mengganti ajaran Yesus yang sejati dengan ajarannya sendiri, memalsukan Injil Yesus, sehingga Injil seperti yang kita kenal itu adalah rekaan Petrus dan kelompoknya, mendongkel Maria Magdalena dan menjadikan dirinya sendiri sebagai pemimpin kelompok itu. Maria Magdalena, karena kalah dari Petrus, terpaksa melarikan diri ke Perancis, di mana dia akhirnya mati.

Buku Da Vinci Code itu bukan hanya sekedar sebuah novel, melainkan sangat tendensius, yaitu ingin menyebarluaskan suatu ajaran sesat tentang kristianisme, bahkan tentang Yesus sendiri

Lewat tokoh-tokoh fiktifnya sesungguhnya Brown mau menyatakan, bahwa seluruh sejarah kristiani, sesungguhnya adalah suatu pemalsuan belaka, yang ditulis oleh orang-orang yang bertekad mau menghilangkan “pesan asli” Yesus sendiri.

Para pembaca yang tidak memiliki iman yang teguh atau memiliki latar belakang tentang sejarah Gereja akan mudah terkecoh oleh klaim-klaim yang bergaya ilmiah.

Marilah kita lihat kebenarannya:

Sejak semula umat Kristen (Gereja Katolik) telah mengakui, bahwa Yesus dari Nasaret itu adalah Allah dan manusia sekaligus. Untuk memberikan kesaksian itu tidak terbilang jumlah para martir yang merelakan diri untuk mati dibunuh demi kesaksian itu, bukan dengan kepahitan, tetapi dengan gembira. 

Dalam seluruh tradisi Kristen tidak pernah sekalipun disebut, bahwa Yesus itu pernah menikah, sebaliknya Dia hidup selibat demi Kerajaan Allah. Gereja, penyimpan Injil, yang dipimpin oleh Petrus, sangat menghargai Maria Magdalena sehingga dipandang sebagai seorang Santa besar, namun tidak dipuja sebagai seorang dewi.

Zaman kita ini adalah zaman kekacauan, bukan hanya dalam dunia, tetapi si Iblis juga berusaha menerobos masuk ke dalam jajaran Gereja. Itulah salah satu pesan Rahasia Ketiga Fatima yang disampaikan Bunda Maria kepada Lucia Santos. 

Dengan berbagai macam cara, Iblis, melalui antek-anteknya berusaha menyesatkan orang, bahkan mereka yang percaya kepada Yesus, supaya menjadi bimbang dan goyah imannya.

Ada banyak jebakan-jebakan rohani yang membahayakan orang-orang yang tertarik pada Injil, mereka mengalami perubahan hidup, tetapi tidak cukup mendalam, sehingga mereka akan kembali lagi ke keadaan mereka semula. Marilah kita waspada terhadap hal ini!

(Sumber: Warta KPI TL No. 23/III/2006; Dusta Da Vinci Code, HDR Jan-Feb 2006 tahun X).






05.20 -

Bolehkah Menafsirkan Alkitab Secara Pribadi?

Bukan suatu rahasia bahwa Alkitab itu bukanlah suatu buku yang mudah, bahkan seringkali kita frustasi karena tidak mampu memahami perikop atau ayat-ayat tertentu.

Nubuatan-nubuatan dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendirisebab tidak pernah nubuatan dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah ( 2 Ptr 1:20-21)

Sebagai akibat dari kekuatiran akan penafsiran pribadi yang terlalu bebas, Gereja Katolik sejak Konsili Trente membatasi pembacaan dan penafsiran Alkitab oleh kaum awam, kecuali bagi mereka yang mengenal seluk beluk Alkitab. Akibatnya umat dijauhkan dari Alkitab. 

Namun sekarang keadaan seperti itu sudah banyak berubah sejak adanya angin baru yang menghembusi Konsili Vatikan II.

Gereja Katolik percaya bahwa kuasa menafsir Alkitab secara resmi dan benar ada di tangan Magisterium dengan pendasaran sebagai berikut: Sabda Allah itu perlu diteruskan dengan setia kepada umat manusia di segala zaman. 

Oleh sebab itu diperlukan Gereja Kristus untuk menjaga harta iman. Untuk tujuan inilah maka ada pimpinan suci dalam Gereja yang mrempunyai Kuasa Mengajar (Magisterium - Paus dalam persatuan dengan semua uskup yang menjadi pewaris sah kuasa Petrus dan para rasul). 

Mereka itulah yang mendapat bimbingan khusus dari Roh Kudus untuk memelihara dan menafsirkan Sabda Allah secara benar.

Para penafsir harus sadar akan keterbatasan akal budi manusia dalam menafsirkan Alkitab. Namun ini tidak berarti bahwa mereka tidak boleh menafsirkan Alkitab secara pribadi, atau bahwa mereka menerima semua tafsiran Magisterium begitu saja secara pasif. 

Sebaliknya, diakui bahwa para penafsir itu menyumbangkan studi mereka kepada Magisterium, agar Magisterium bisa mengambil keputusan-keputusan yang lebih matang (Dei Verbum 12).

Manakah tafsiran pribadi yang ditolak Gereja? Tafsiran-tafsiran yang bertentangan dengan pokok-pokok iman yang harus dipelihara oleh Gereja. Misalnya: Roti dan anggur di dalam Sakramen Ekaristi tidak sungguh –sungguh diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus, melainkan hanya berfungsi sebagai lambang dari kehadiran Yesus. 

(Sumber: Warta KPI TL No. 23/III/2006; Bolehkah Menafsirkan Alkitab Secara Pribadi?, Mempertanggungjawabkan iman Katolik buku kesatu).

05.19 -

Yesusku Luar Biasa



Tidak ada satu pun manusia yang telah mengalami proses yang lengkap seperti yang dialami Yesus: lahir, mati, bangkit dan naik ke sorga.

Luar biasa kelahiran-Nya – Kelahiran-Nya dinubuatkan dan nama-Nya diberikan sebelum kelahiran-Nya (Yes 7:14). 

Keilahian-Nya sudah terasa ketika Ia masih dalam kandungan. Bayi Yohanes Pembaptis yang berada di dalam kandungan Elizabet bisa melonjak kegirangan ketika mendengar salam dari Maria yang datang mengunjungi; seolah-olah mengatakan: “Ini Mesias yang ditunggu-tunggu oleh seluruh manusia!”

Luar biasa penderitaan-Nya – Penderitaan-Nya sudah dinubuatkan dengan jelas (Yes 50:6, 53:3-7). Penderitaan-Nya yang ditanggung-Nya merefleksikan kasih-Nya yang besar (Yoh 15:13, 10:14-15; Mrk 10:45).

Luar biasa kematian-Nya - Kematian Yesus sudah dinubuatkan (Yes 53:9; Mrk 15:27; Kel 12:46; Bil 9:12). Kematian-Nya disertai dengan tanda-tanda alam yang luar biasa – kegelapan, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi (menggambarkan bahwa hubungan antara Allah dan manusia sudah dipulihkan dengan kematian Yesus, inisiatif perdamaian itu datangnya dari pihak Allah dengan mengirimkan Yesus sebagai korban yang sempurna), bukit-bukit batu terbelah, kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit (Mat 27:45, 51-52).

Luar biasa kebangkitan-Nya - Kebangkitan Yesus sesuai nubuatan (Ayb 19:25).

Meskipun kubur Yesus dimeterai dan dijaga ketat oleh serdadu Pilatus, ternyata tidak dapat menahan kebangkitan Yesus. Yang tersisa di kubur-Nya hanyalah kain peluh dan kain kapan (Yoh 20:7). 

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus masih menampakkan diri kepada murud-murid-Nya selama 40 hari dengan cara-cara yang luar biasa: Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena dan kedua murid-Nya dalam perjalanan ke Emaus (Mrk 16:9, 12; Luk 24:13-35); Yesus hadir di tengah-tengah murid-murid-Nya di kamar yang terkunci (Luk 24:36; Yoh 20:19, 26).

Luar biasa kenaikkan-Nya - Kenaikan Yesus ke sorga sungguh membuktikan bahwa Ia memang berasal dari sorga, persis seperti apa yang pernah dikatakan-Nya (Yoh 3:13).

Luar biasa kedatangan-Nya - Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan datang membalas setiap orang menurut perbuatannya (Mat 16:27); ... pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya (1Tes 3:13).

Luar biasa kerajaan-Nya - Kerajaan 1000 tahun adalah kerajaan Tuhan Yesus di muka bumi ini – merupakan pemulihan atas keindahan Taman Eden yang telah rusak oleh dosa (Why 5:10). Yesus akan memerintah dengan gada besi - dengan sangat tegas (Why 12:5). Iblis akan dipenjarakan selama 1000 tahun, praktis si penggoda manusia tidak dapat lagi mencobai, memperdayai dan menyesatkan manusia (Why 20:1-3).

Luar biasa cara pandang-Nya - Manusia selalu berpikir negatif terhadap sesamanya dan dengan gampang menghakimi, tetapi Yesus membiasakan diri melihat segala sesuatunya secara positif, obyektif dan menurut cara pandang Allah yang penuh dengan belas kasihan.

Luar biasa doa-Nya - Adakah orang di dunia ini yang pernah mengajarkan untuk memanggil “Bapa” kepada Allah pencipta langit dan bumi ini; agar kita berserah kepada Allah – agar kehendak-Nya saja yang terjadi; agar kita tidak serakah dengan berdoa “berilah kami rezeki pada hari ini” ; untuk selalu mengampuni orang yang bersalah? (Doa Bapa Kami – Mat 6:9-13; Luk 11:2-4). 

Ketika orang berlomba-lomba untuk membalas dendam, justru Yesus memberi pelajaran yang berbeda: berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu – merupakan wujud dari kasih Allah yang maha pengampun (Mat 6:44).

Luar biasa kerendahan hati-Nya - Sekalipun Yesus saat itu menjadi tokoh yang disanjung-sanjung, namun Ia mempunyai kerendahan hati yang luar biasa – bisa duduk makan semeja dengan orang-orang yang dianggap rendah oleh masyarakat lain (Mrk 2:14-16), membasuh dan menyeka kaki murid-muridnya – biasanya dilakukan oleh pelayan yang paling rendah dari semua pelayan yang ada di dalam suatu rumah (Yoh 13: 5).

Luar biasa pengaruh-Nya - Pengaruh ajaran Yesus, bukan hanya dapat kita saksikan di dalam perubahan hidup rasul-rasul-Nya (meninggalkan segala-galanya), namun setelah kenaikan-Nya ke sorga, pengaruh itu semakin menguat dan meluas ke seluruh dunia (Stefanus – rela mati bagi pemberitaan Injil, Paulus – terpelajar dan punya masa depan cerah menjadi hamba yang luar biasa setia walaupun banyak mengalami sengsara dan aniaya).

Luar biasa kepekaan-Nya - Semua yang dikerjakan-Nya, diawali dengan hati yang penuh belas kasihan.

Luar biasa kasih-Nya - Kasih Kristus dinyatakan dengan rela-Nya Ia mati bagi kita (1 Yoh 3:16).

Luar biasa tegas-Nya - Yesus, sekalipun Ia adalah seorang yang berkepribadian sangat lembut, sangat peka, penuh belas kasih, namun Ia juga dapat bersikap tegas bilamana diperlukan – berani mengatakan kebenaran sekalipun seluruh dunia tidak berpihak pada-Nya.

Luar biasa hikmat-Nya - Banyak orang mengaku berhikmat dan berpengertian, namun sesungguhnya tidak. Hikmat yang sesungguhnya datang dari Allah memberikan kita pengertian dan kebijaksanaan. Yesus memiliki semua ini karena Dia adalah kekuatan dan hikmat Allah (1 Kor 1:24).

Luar biasa pengorbanan-Nya – Tidak semua orang bisa menerima dan percaya begitu saja cerita tentang Yesus dan pengorbanan-Nya di kayu salib - menganggap sebagai cerita yang terlalu didramatisir. Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri (melepaskan kepentingan diri-Nya sendiri, tidak peduli dengan diri-Nya/kesenangan-Nya/kebebasan-Nya – lebih mengutamakan ketaatan pada rencana Bapa) dan mengambil rupa seorang hamba (hal ini menunjuk pada posisi terendah yang diambil-Nya) dan menjadi sama dengan manusia (Allah telah datang dalam rupa manusia, hanya Ia tidak berbuat dosa – Ibr 4:15; Flp 2:7).

Luar biasa metode pengajaran-Nya - Metode mengajar Yesus dengan menggunakan perumpamaan yang diambil dari kehidupan sehari-hari agar mudah dimengerti oleh pendengar-Nya yang terdiri dari berbagai tingkat intelektual (Mat 13:1-30; 44-52; Mrk 4:33-34); Ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengharuskan orang berpikir sampai menemukan kebenaran (Luk 10:26; 12:56-57; Mat 24:45); menggunakan alat peraga (Mat 18:2-4; Yoh 13:1-15).

Luar biasa isi pengajaran-Nya - Yesus datang dan mengajarkan maksud Allah sesungguhnya - bukan pengajaran yang berasal dari akal pikiran manusia, namun berasal dari akal pikiran dan hati Allah sendiri (Yoh 12:49). 

Ia menjelaskan dengan gamblang masalah sorga dan neraka (Orang kaya dan Lazarus yang miskin – Luk 16:19-31). Manusia membutuhkan anugerah Allah, yaitu belas kasihan dan pengampunan melalui iman agar dapat selamat, bukan karena usahanya sendiri.

Luar biasa iman-Nya - Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dimintanya itu akan terjadi (Mrk 11:23).

Luar biasa kelembutan-Nya - ... belajarlah pada-Ku, karena Aku lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan (Mat 11:28-29).

Di dalam kehidupan ini kita sering mendapat godaan untuk berbuat sesuatu yang dapat memperparah kehidupan orang lain karena memang kita berada di posisi yang memungkinkan untuk melakukan itu. Hukuman memang perlu untuk maksud mendidik, tetapi jika sungguh bertobat, mengapa kita tidak membebaskan dari hukumannya? (Yoh 8:1-11).

Luar biasa keagungan-Nya - Pada waktu kelahiran Yesus diberitakan kepada para gembala, tampaklah bala tentara sorga memuji Allah (Luk 2:13-14). 

Yesus berubah rupa ... wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang (Mat 17:2). ... Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga (Kis 1:9-11).

Luar biasa kesabaran-Nya - Adalah menuntut kesabaran yang tinggi untuk tidak cepat marah dan membalas memaki ketika bermaksud baik namun kedatangan-Nya ditolak. Menghadapi Yudas, murid-Nya yang menjadi pengkhianat. Ketika ditangkap di Taman Getsemani, mengalami penghinaan yang luar biasa – diludahi, dipukul, diolok-olok (Mat 26:67-68; 27:28-31).

Luar biasa kuasa-Nya - Mujizat dan tanda-tanda ajaib yang Yesus lakukan, langsung menjawab kebutuhan manusia yang pokok, karena Dia adalah Firman Allah yang menjadi manusia (Yoh 2:1-11; Mat 14:13-21,15:32-39; Mat 4:24; 15:30; Mrk 3:10; Luk 7:21; Mat 8:16; 12:22; Mrk 1:21-28,39; Mrk 5:21-24, 35-43; Luk 7: 11-17; Yoh 11:1-44). 

Kepada Yesus telah diberikan kuasa di sorga dan di bumi. Marilah kita mengandalkan-Nya tanpa ragu-ragu.

Luar biasa kepemimpinan-Nya - Barangsiapa ingin menjadi terbesar di antara kamu, hendaklah menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu – prinsip kepemimpinan dengan hati hamba – mau melayani bukan dilayani (Mat 20:26-27). Setiap orang yang ingin menjadi besar/terkemuka harus menekan keinginan untuk menonjolkan diri/ingin dihormati/dikenal.

Luar biasa pengampunan-Nya - Yesus selalu membuka pintu pengampunan bagi manusia – merupakan kebutuhan mutlak manusia untuk dapat melihat Allah. 

Bagi Yesus, pelanggaran kita laksana dituliskan di atas pasir di pantai, di mana ketika gelombang pengampunan-Nya menerpa, semuanya hilang tanpa bekas.

Luar biasa kudus-Nya - Ia tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya (1 Pet 2:22). Yang ada pada Yesus semata-mata adalah kebenaran, kasih dan belas kasihan (Yoh 14:6 - Akulah jalan kebenaran dan hidup).

Luar biasa ketaatan-Nya – Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Bapa, dianggap-Nya sebagaimana halnya seorang manusia membutuhkan makanan (Yoh 4:34). ... taat sampai mati (Flp 2:8).

(Sumber: Warta KPI TL No. 23/III/2006; Yesusku Luar Biasa, Mansor Feb 2006 No. 95 Tahun VIII).

04.00 -

Pesan Ratu Damai dari Medjugorie



Sebagian kecil pesan Bunda Maria pada Ivanka, Mirjana, Ivan, Vicka, Marija, Jakov dan umat yang berkumpul di Medjugarie dimulai tanggal 24 Juni 1981:


Bertobatlah segera dan mendalamkan iman. Jangan menanti sampai ada tanda besar.


Tidak cukup menjadi anggota Gereja Katolik jika hendak diselamatkan. Yang penting hidup menurut Perintah Tuhan. Bertindaklah selalu dengan cinta kasih, karena akan mengubah semuanya menjadi baik, mengubah apa yang ingin dirusakkan dan dijajah oleh setan. Kalau engkau mengasihi semua orang, damai ada dalam hatimu.

Tanpa doa kamu tidak dapat merasakan Tuhan dan rahmat yang diberikan. Berdoalah supaya dalam doa kamu dapat memahami rencana Allah terhadapmu. Setan mencoba mencari kekosongan dalam hatimu, mau masuk ke sana menghancurkanmu – jangan berdoa dengan bibir saja, melainkan dengan hati

Berpuasa setiap hari Rabu ( + bacalah Matius 6:24-34 di hadapan Sakramen Mahakudus/di rumah) dan Jumat.

Puasa dan doa bisa menghentikan perang dan menggantung hukum-hukum alam – yang membuat maju dalam hidup rohani dan membebaskan dari perbudakan barang duniawi.

(Sumber: Warta KPI TL No. 22/II/2006; Ratu Damai dari Medjugorie, P Ceslaus, SVD).

03.50 -

Jala Nelayan

Coba bayangkan, seorang nelayan sedang bertolak ke laut untuk menjala ikan. Setelah bekerja sepanjang malam dan berhasil mendapat banyak ikan, ia berlayar kembali ke tepi pantai. 

Dengan hati-hati ia membongkar muatan ikan itu dan memindahkannya ke dalam suatu wadah. Ia lalu menggantung jalanya itu pada dua tiang. 

Dengan teliti ia memeriksanya. Kalau ada kotoran, rumput laut, atau tanaman lainnya yang menempel pada jala itu, ia segera membuangnya. Kalau segala kotorannya tidak dibuang, akan rusak karena banyaknya kotoran yang menempel. 

Demikian pula, setiap kali kita menghadap hadirat Allah di dalam doa, kita harus selalu meminta Roh Kudus memeriksa hati, pikiran, motivasi dan sikap kita, apakah ada dosa-dosa yang tersembunyi. 

(Sumber: Warta KPI TL No. 21/I/2006; Permata Hikmat,Sadhu Sundar Selvaraj).

03.49 -

Pohon yang Pindah-pindah

Pada suatu hari ada sebuah pohon di sebuah taman. Sementara pohon itu sedang tumbuh, ia merasa terabaikan, tidak diberi pupuk semestinya, tidak diberi cukup air, bahkan tidak diurus dengan kasih sayang. Jadi ia memutuskan untuk pindah ke taman lain

Tetapi di taman yang lain itu pun ia tidak puas, jadi ia pergi ke taman lainnya lagi. Tidak juga puas di situ, sekali lagi ia pergi ke taman lainnya lagi.


Sementara itu si pohon kian menjadi kering dan kekurangan gizi. Ketika hendak pergi berkunjung ke suatu taman yang lain lagi, ia terjatuh di pinggir jalan dan merana hampir mati. 

Saat itu ada seorang petani yang lewat jalan itu. Ia merasa kasihan kepada pohon itu. Sambil memanggul pohon itu dipundaknya, ia membawanya ke sebuah taman di mana ada sungai mengalir

Ia lalu menanam pohon itu di dekat sungai itu. Akar-akarnya dibuat tertanam kuat di dalam tanah supaya dapat menghisap air dari sungai.

Pertumbuhan sebuah pohon bergantung pada kualitas dan kuantitas pupuk penyubur. Akan tetapi, sumber utama pertumbuhannya terletak pada kemampuannya menyerap zat-zat makanan dan air dari dalam tanah.

Ada banyak orang Kristen yang berpindah-pindah gereja dengan harapan akan menemukan gereja yang sempurna. 

Ingatlah saudara, kelangsungan hidup Kristen tidak bergantung pada apa yang diperolehnya dari gereja, tetapi bergantung pada kemampuannya menyerap (air) dari Roh Kudus dan kehidupan (gizi) dari Kristus.


Cara menyerap kehidupan dari Kristus Yesus ialah dengan jalan merenungkan firman-Nya dan berdoa dalam Roh.

Kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil (Mzm 1:2-3) 


(Sumber: Warta KPI TL No. 21/I/2006; Permata Hikmat,Sadhu Sundar Selvaraj).