Kamis, 22 Oktober 2015

21.12 -

Puasa




Sejak dari permulaan, orang-orang telah mencari Allah. Mereka secara keliru mencapai Dia dengan membangun Menara Babel (Kej 11:1-9); dengan angkuh memikirkan dan hidup dalam hukum-hukum legalistik agar Allah berkesan; membangun biara-biara dan mengasingkan diri untuk menyukakan Allah; berpuasa secara salah dalam usaha untuk mengalihkan perhatian-Nya dari hal-hal lain yang seharusnya mereka perbuat, namun mereka telantarkan. 


Puasa berarti penyangkalan diri/pengorbananmembayar harga dengan menyerahkan kebutuhan-kebutuhan hidup, termasuk kesenangan.



Puasa bermula sebagai suatu ekspresi alamiah dari kesedihan; namun lama-kelamaan hal ini menjadi suatu kebiasaan untuk menunjukkan atau membuktikan kesedihan seseorang kepada orang lain dengan memantangkan diri dari makanan dan/minuman menunjukkan dukacita (2 Sam 3:35); cara terbaik untuk membantu memenuhi kondisi merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah Allah, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat (2 Taw 7:14); memampukan kita untuk menjadi seorang pemenang, untuk meningkatkan iman dan menyelesaikan hal-hal besar dalam hidup orang lain.

Kebiasan-kebiasaan rohani seperti puasa sifatnya kurang penting dibandingkan melakukan kehendak Allah (berlaku adil, mencintai kesetiaan, hidup dengan rendah hatiMi 6:8).

Tujuan dari semua penyembahan, termasuk puasa, adalah untuk mengubah penyembah dengan cara-cara yang memiliki pengaruh sosial dan pengaruh dalam hubungan antar pribadi – tidak hanya untuk memuaskan diri sendiri, tetapi dikuatkan untuk mengubah dunia!

Tujuan dari setiap disiplin adalah kemerdekaan. Jika hasilnya bukan kemerdekaan yang lebih besar, ada sesuatu yang salah.

Berpuasa tanpa hasil karena tetap mengurus urusan sendiri, berbantah, berkelahi serta memukul dengan tidak semena-mena (Yes 58:3-4)

Ketika kita berpuasa, membawa tubuh fisik kita pada kelaparan, kita kemudian dapat merasakan kelaparan jiwa rohani kita. Roh dan tubuh saling berhubungan erat dalam rancangan kreatif Allah sehingga berpuasa memiliki manfaat untuk rohani dan jasmani.

Dari mulanya, sebelum kejatuhan manusia, tubuh kita didesain menyembuhkan dirinya sendiri pada tingkat sel - menggunakan masa-masa istirahat untuk membersihkan dirinya sendiri dari produk-produk racun. 

Ketika kita sakit, biasanya tidak ingin berpikir tentang makan, melainkan ingin beristirahat, memberi kesempatan kepada tubuh membersihkan diri sendiri dan menghilangkan racun yang terkumpul.

Tubuh kita dirancang untuk memberikan respons terhadap rasa sakit dengan berpuasa dan demam, merupakan bagian-bagian dari rancangan Allah untuk melawan infeksi.

Sama seperti hari ketujuh dirancang sebagai hari untuk istirahat pada Penciptaan, begitu pula dengan sel-sel dalam tubuh kita membutuhkan istirahat dari makanan. Salah satu manfaat utama dari tidur malam hari mencakup istirahat untuk sistem pencernaan.

Secara alkitabiah, doa dan puasa berjalan bersama-sama, menyenangkan Allah dan membantu menggerakkan tangan-Nya untuk menyelesaikan tujuan-tujuan-Nya.

Jika saudara cukup serius dengan tugas-tugas pribadi dan sosial untuk memulai disiplin puasa; bersiaplah untuk mendapatkan perlawanan, gangguan, dan pertentangan sejauh saudara mampu (jangan sampai tidak waspada). 

Ingatlah bahwa saudara sedang berusaha untuk maju dalam perjalanan rohani saudara dan untuk memperluas Kerajaan Allah (tidak ada gerakan besar oleh Roh Kudus yang tidak mendapat tantangan dari musuh).

Ketika menjalankan puasa kita harus menyadari bahwa ada beberapa hal yang tidak dapat diubah/tidak dapat mengubah sejarah – tidak mengakhiri masalah, tetapi memberikan kekuatan untuk melawan masalah kita

Empat macam puasa (Dr. Rex Russel, What Bible Says About Healthy Living):

1. Puasa normal - melakukan kegiatan tanpa makan selama periode tertentu, di mana hanya memasukkan cairan (air dan/jus) ke dalam tubuh) jangka waktunya bisa 

1 hari (Im 23:27; 1 Sam 7:6, 14:24; Neh 9:1), 
3 hari (1 Sam 30:12; Mat 15:32; Mrk 8:2-3; Kis 9:9), 
1 minggu (1 Sam 31:11-13; 2 Sam 12:15-18, 21-23; 1 Taw 10:11-12) , 
2 minggu (Kis 27:33), 
3 minggu (Dan 10:2-3), 
40 hari (Kel 34:28; Ul 9:9, 18; 1Raj 19:8; Mat 4:1-2; Luk 4:1-2).

2. Puasa mutlaktidak memperkenankan makanan atau air sama sekali , dan seharusnya dilakukan dalam jangka pendek.

3. Puasa parcial (sebagian)puasa yang menghilangkan makanan tertentu, atau suatu jadwal yang mencakup makanan terbatas.

4. Puasa bergilirterdiri dari makanan atau menghilangkan kelompok makanan tertentu selama periode tertentu.

Teladan puasa yang diberikan sebagian tokoh-tokoh dalam Alkitab, dapat digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pribadi untuk bertumbuh semakin dekat dengan Allah.

Puasa yang Allah kehendaki supaya merendahkan diri, membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk,
memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
memecah-mecah roti bagi orang yang lapar dan membawa ke rumah orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila melihat orang telanjang, supaya memberi dia pakaian (Yes 58:5-7).

Puasa Para Murid 
(Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa - Mat 17:21)

Alasan yang nyata untuk berpuasa adalah melepaskan orang-orang dari perhambaan dosa yang mengikat (kecanduan alkohol, obat-obatan, seks, rokok, dorongan untuk makan, perselingkuhan, dan kebohongan dll – kelalaian atau kesalahan sesaat (Ibr 12:1). 

Yesus tahu semua orang ingin disembuhkan, tetapi Ia menanyakan: “Maukah engkau sembuh?” Karena Yesus merindukan kekuatan yang dapat Ia berikan kepada kitauntuk membuka belenggu-belenggu kelaliman (Yes 58:6).

Setiap kita rentan terhadap ancaman kecanduan. Misalnya: ketika minum obat pereda rasa sakit. Jika tanpa pengetahuan yang cukup dan secara naif minum obat itu, kita bisa menjadi budak mereka. Puasa ini seharusnya mengingatkan kita terhadap resiko yang terus-menerus yang dapat merusak tubuh kita.

Dalam dosa yang mengikat, Iblis adalah pendusta (Yoh 8:44), membuat kita mempercayainya (ada dorongan kuat):

Saya telah mencoba, dan saya tidak dapat mematahkannya.
Saya tidak mau melakukan ini, tetapi saya tidak dapat melawan.
Saya membutuhkan jawaban, tetapi saya tidak dapat menemukannya.

Mereka yang tidak dapat menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruk mengalami frustasi yang sangat besar. 

Untuk mematahkan ikatan-ikatan rohani, kita harus mengikuti langkah-langkah yang telah Tuhan berikan untuk peperangan rohani:

* Membedakan realitas yang benar dari yang palsu – pengaruh jahat dari media masa dalam buku-buku, film, musik, okultisme dll. Untuk mengalami kelimpahan hidup yang dijanjikan Yesus (Yoh 10:10), dan dibebaskan dari keterikatan rohani, kita harus meninggalkan pengaruh-pengaruh palsu dalam hidup kita. 

* Mengakui penipuan diri sendiri – ketika kita mendengar, namun gagal melaksanakan firman Allah dalam hidup kita (Yak 1:22). Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kebenaran tidak ada di dalam kita (1Yoh 1:8); kalau seseorang menyangka, bahwa ia berarti padahal ia sama sekali tidak berarti (Gal 6:3); mengevaluasi hikmat kita dengan standar zaman, bukannya dengan hikmat Allah (1 Kor 3:18). Jika kita jujur kepada Allah dan diri sendiri, maka kebenaran Allah akan membebaskan dari penipuan.

Mengampuni untuk mengatasi kepahitansupaya Iblis jangan memperoleh keuntungan (2 Kor 2:10-11).

Mengungkapkan dosa-dosa yang lalu secara terus menerus adalah bukti bahwa saudara belum mengampuni.

* Tunduk pada kuasa Allah - juga kepada garis otoritas yang telah Ia tentukan untuk memberikan pimpinan dalam hidup kita. Misalnya: pemerintahan sipil (Rm 13:1-7), kepemimpinan dalam gereja (Ibr 13:7), orang tua (Ef 6:1-3).

* Memikul tanggung jawab pribadi – hadapi masalah kesombongan dengan roh rendah hati. Jika kita mengaku dosa, Ia akan mengampuni segala dosa dan menyucikan dari segala kejahatan (1 Yoh 1:9).

* Memutuskan pengaruh yang penuh dosa – dipengaruhi oleh tingkah laku tertentu yang bersumber dari masalah-masalah emosional/psikologis, genetik, stimulasi dosa langsung, tokoh/pahlawan yang salah, dan aktivitas langsung dari setan/roh jahat - biasanya hal-hal ini adalah bagian dari warisan keluarga (Kel 20:4-5).

Puasa Ezra
(tidak makan dan minum – Ezr 10:6)

Setiap orang menghadapi masalah dan masa-masa yang sulit. Sering kali masalah tampak jauh lebih besar dari keadaan sebenarnya

Masalah yang didefinisikan dengan baik adalah masalah yang setengah terselesaikan. ... memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami (Ezr 8:23) – sebagai penyelesaian masalah bukanlah lari dari masalah/mencegah terjadinya masalah, melainkan untuk mendapatkan pertolongan Roh Kudus untuk menghadapinya.

Selama berpuasa, kita mencari pemecahan atas masalah-masalah kita selangkah demi selangkah – perlu memecah-mecah masalah menjadi masalah-masalah kecil. Memohon kepada-Nya jalan yang aman (Ezr 8:21); hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya (Ams 16:9). 

Ketika menghadapi masalah, jangan batasi diri hanya pada doa, tetapi harus bertindak – “iman dan perbuatan”.

Kita dapat mengatasi masalah dengan baik ketika memahami penyebabnya:

* Perubahan – karena alasan apa pun dan untuk tujuan apa pun akan disesali (pernikahan, pekerjaan baru, ancaman kehilangan pekerjaan), maka perselisihan dan tekanan akan muncul.

* Perbedaan (latar belakang keluarga, doktrin, etnis) – apa yang akan saudara perbuat dan bagaimana saudara akan merespon masalah yang timbul. 

* Lingkungan

Allah memberikan kepada saudara untuk melihat masalah melalui mata Allah

Mata untuk melihat segi positif – dapat membangun perspektif yang positif, baik terhadap masalah maupun terhadap rencana Allah dalam hidup. Mata yang buta kehilangan nilainya, menyalahkan orang lain, membuat kita merasa bersalah.

Mata untuk melihat orang-orang – bisa memberi kesempatan untuk berdoa bersama orang lain (Mat 18:20).

Mata untuk melihat fakta – berusaha untuk menjaga keseimbangan antara “pengetahuan pikiranakan Firman dan “ekspresi perasaanakan Roh ketika mengatasi masalah.

Puasa Samuel
(berpuasa pada hari itu – 1 Sam 7:6)

Sebagai puasa untuk kebangunan rohani dan penginjilan - untuk memerdekakan orang yang tertindas (secara fisik dan rohani) (Yes 58:6) - untuk kebangunan rohani (dibutuhkan kesatuan dalam pikiran, hati dan visi) dan memenangkan jiwa, untuk mengidentifikasi orang-orang di mana saja yang sungguh-sungguh diperbudak oleh dosa (1 Sam 7:6) dan membawa orang-orang keluar dari kerajaan kegelapan untuk masuk ke dalam terang-Nya yang ajaib.

Untuk kebangunan rohani, kita harus menginginkannya sepenuh hati, mencarinya dengan tulus, dan bersedia untuk bertobat atas semua dosa yang diketahui; harus bersedia untuk menghentikan setiap gangguan atas jadwal kita untuk proses membangun rohani hubungan kepada kedewasaan. 

Ketika kita mencapai kebangunan rohani, kita harus meletakkan Allah sebagai yang pertama atas waktu/talenta/ uang/ tubuh kita.

Puasa Samuel selain untuk kebangunan rohani juga untuk:

Kebutuhan akan pemimpin yang takut akan Tuhan, yang melaluinya Allah dapat bekerja.
Untuk persatuan di antara umat Allah.
Kebutuhan akan iman dan perbuatan.

Puasa Elia
(...lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya – 
1 Raj 19:8)

Suatu puasa untuk membantu mematahkan kebiasaan negatif dan emosional yang buruk (rasa takut yang tidak beralasan, ketidakmampuan untuk tetap kontrol dan tahu bahwa masa depannya terjamin - membuat ia merasa terabaikan dan sangat depresi, kecenderungan untuk menarik diri dari orang-orang dan lari dari masalahnya, tergelincir dalam kemurungan, lelah secara emosional, menderita rasa kasihan kepada diri sendiri, bicara gagap, menggaruk dll.); sehingga kebiasaan membuat orang terikat secara psikologis, fisik, atau mental.

Kebiasaan dipatahkan dengan mengambil tindakan positif dan bukannya berkosentrasi pada sifat-sifat negatif. Sebagian besar apa yang kita lakukan dalam kehidupan merupakan suatu respon terhadap cara kita memandang diri kita sendiri

Oleh karena itu, untuk mematahkan suatu kebisaan buruk, kita harus melihat diri kita sendiri melakukan suatu kebiasaan baru dengan sukses. Kepercayaan/keyakinan batiniah kita mempengaruhi harapan/visi kita

Hal ini juga mempengaruhi sikap dan nilai kita, yang mempengaruhi tindakan/kebiasaan, yang membentuk karakter kita, membutuhkan suatu proses:

Pengembangan karakter dan kebiasaan dimulai dengan pemikiran

Ke-percaya-an merupakan suatu komitmen, keyakinan bahwa sesuatu adalah benar dan secara bersama-sama menggambarkan langkah-langkah yang biasa untuk mengembangkan iman. Dengan dasar pengharapan, kita membuat rencana yang mencerminkan apa yang kita antisipasi.

Kepercayaan yang diubah membawa pada harapan yang diubah

Harapan/visi harus berasal dari firman Allah – akan memotivasi untuk mengatasi pola pikir dan kebiasaan yang buruk untuk mengembangkan tindakan baru berdasarkan firman Allah.

Harapan yang diubah membawa sikap yang diubah

Langkah yang harus dilibatkan dalam mengembangkan sikap-sikap baru:

1. Identifikasikan masalah yang ingin dibahas.
2. Identifikasikan pemikiran yang benar yang akan membawa pada pengubahan suatu kebiasaan emosional.
3. Melibatkan hubungan dengan orang-orang yang positif.
4. Kembangkan sebuah rencana yang akan mendorong sikap-sikap yang positif dan membantu mengembangkan suatu kebiasaan baru.

Sikap yang diubah membawa pada pada tindakan yang diubah.

Tindakan kita menentukan macam apa kita – buahnya dirasakan orang lain. 

Tindakan yang diubah membawa pada kebiasaan yang diubah. Kebiasaan yang diubah membawa pada pembentukkan karakter

Puasa Elia seharusnya tidak dimulai dengan meminta Allah melakukan suatu keajaiban adikodrati untuk mengambil kebiasaan yang buruk dari diri kita, tetapi, mulailah dengan melihat firman Allah, dan dengarkan dalamtelinga batiniahuntuk menangkap apa yang sedang Allah katakan.

Allah ingin agar kita berfokus pada kuasa-Nya sehingga kita lebih banyak iman akan kuasa-Nya daripada masalah kita.

Semakin dalam kebiasaan saudara berakar, paling efektif dipraktikkan beberapa kali untuk mematahkan khususnya kebiasan mental yang mendarah daging.

Puasa Janda
(Untuk membagikan roti (kita) bagi orang yang lapar dan untuk peduli terhadap orang miskin - Yes 58:7)

Bagian dari semangat disiplin rohani gereja mula-mula – untuk memenuhi kebutuhan sesama kita

Dalam menjalankan puasa Janda dapat lebih berarti jika kita mempersiapkan diri untuk:

Berorientasi pada orang lain – tumbuhkan kepekaan pada masalah yang menimpa orang lain dengan mencari tahu apa yang dibutuhkan orang-orang tidak mampu yang hidup di sekitar kita, secara proaktif menumbuhkan rasa empati dan kepekaan terhadap orang yang sedang berada dalam kesulitan.

Kenali berkat-berkat saudara sendiri – kebanyakan kita lebih mudah untuk mengeluh daripada bersyukur. Kita sering kali tidak menyadari betapa beruntungnya kita sampai kita melihat orang lain yang lebih berkekurangan.

Berpuasa dan berdoalah untuk meminta petunjuk/hikmat dari Allah sejauh mana seharusnya terlibat dalam suatu proyek kemanusiaan tertentu.

Berdoalah untuk orang yang saudara tolong.
Rasakanlah penderitaan orang lain.
Mempertimbangkan investasi jangka panjang – menolong kita mengenali hal-hal yang kurang penting yang dapat dihilangkan untuk menghasilkan tabungan jangka panjang yang nyata.

Puasa Rasul Paulus
(tiga hari lamanya ia tidak makan tidak minum – Kis 9:9)

Dalam kehidupan akan menghadapkan kita pada beberapa keputusan penting, sehingga dapat mengalihkan seluruh hidup dan tujuan kita – perlu mempunyai strategi pengambilan keputusan.

Jika kita tahu masa depan kita, akan lebih mudah untuk membuat keputusan-keputusan. Tetapi kita tidak tahu, sehingga Allah menjanjikan bahwa puasa yang Dia inginkan akan membuat “terang Allah merekah seperti fajar” (Yes 58:8), membawa perspektif dan wawasan yang lebih jelas ketika kita membuat keputusan-keputusan yang sangat penting. 

Allah telah menyediakan banyak sumber daya lain untuk mengambil keputusan:

Membimbing melalui konseling dari teman (Ams 11:14).
Memberi petunjuk dengan kedaulatan-Nya (Rm 8:28).
Membimbing kita di dalam hati (Kis 16:6).
Memimpin kita melalui kesempatan-kesempatan (1 Kor 16:9).
Membimbing kita jika mempunyai roh yang berserah (Rm 12:1-2).
Membimbing kita melalui karunia-karunia rohani kita (1 Kor 7:7).
Membimbing kita melalui akal sehat kita (Ams 16:9).
Membimbing kita melalui doa.

Langkah untuk pengambilan keputusan:

Jujurlah/mengakui dalam menghadapi setiap masalah yang menyelimuti masalah.

Definisikan masalah dengan baik - sudah setengah terpecahkan. Setiap kali tuliskan informasi mengenai masalah tersebut. Tulis kembali masalahnya, lama-kelamaan akan mendapatkan titik pandang yang berbeda. Akhirnya akan memahami secara jelas masalah tersebut, dan pikiran akan terfokus pada sebuah jawaban.

Kumpulkan informasi.

Susunlah daftar semua penyelesaian yang mungkin. Tulis semua solusi yang masuk akal/tidak. Sebuah jawaban yang kurang baik mungkin akan memicu jawaban yang terbaik. Jika terpaku terlalu cepat pada suatu penyelesaian, akan menghalangi penyelesaian yang lebih baik.

Pilihlah keputusan yang terbaik. Ambillah keputusan ... laksanakan.

Puasa Daniel
(makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh – Dan 10:3)

Ketika kita mulai berpuasa dan berdoa untuk kesehatan fisik dan kesembuhan, kita harus sadar bahwa hanya Allah yang menyembuhkan (Kel 15:26). Secara teknis, para dokter, prosedur operasi dan obat-obatan tidak menyembuhkan orang – hanya suatu sarana yang dipakai Allah (Sir 38: 1-14). 

Puasa Daniel bertujuan membersihkan saluran pencernaan, mengistirahatkan tubuh, memperbarui sistem (sebagai terapi ketika sakit dan sebagai pencegahan jatuh sakit).

Langkah puasa untuk pencegahan atau penyembuhan kesehatan:

Pancarkan kerinduan batiniah dengan disiplin jasmaniah – menghindari junk food, camilan atau makanan pesta harus berkata ‘tidak’ untuk makanan-makanan yang tidak layak dan berkata ‘ya’ untuk makanan yang sehat.

1. Mintalah hikmat untuk membuat pilihan makanan yang layak dalam menu, pelajari diet yang tepat dengan membaca buku-buku/berbicara dengan orang-orang yang ahli mengenai masalah ini.

2. Tingkatkan komitmen rohani sebagaimana yang tercermin dalam doa yang terus menerus selama puasa, sehingga Allah memberikan kekuatan untuk menjalankan komitmen untuk tetap berpuasa.

3. Komitmen waktu . Misalnya saudara sudah membuat komitman 10 hari untuk puasa, dan setelah 7 hari makan sayuran merasa lebih baik. Saudara berpikir, satu hamburger saja tidak akan berakibat buruk; jadi jangan ganggu puasa saudara.

4. Komitmen kesaksian – pernyataan iman untuk suatu tujuan tertentu “doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit” (Yak 5:15). Oleh karena itu, buatlah komitmen ganda untuk kekuatan jasmani supaya dapat berpuasa sampai akhir dan untuk iman serta kekuatan emosional bagi roh saudara.

Berdoalah supaya dapat melihat apa peran dosa dalam kesehatan yang buruk (Yak 5:13-16). Mereka yang mempunyai sikap positif terhadap kehidupan/tubuh mereka dan terhadap Allah mempunyai dasar yang kuat untuk sembuh.

Puasa Yohanes Pembaptis
(tidak makan dan tidak minum – Mat 11:18)

Orang-orang Kristen mempunyai suatu kewajiban:

Untuk hidup kudus. Kadang-kadang, orang-orang yang belum mengenal Tuhan tidak tertarik pada kehidupan kudus.

Untuk secara aktif memperluas pengaruh mereka terhadap orang lain bagi kemuliaan Allah. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga (Mat 5:16).

Puasa Yohanes Pembaptis ditujukan untuk mereka yang ingin menjadi pengaruh yang baik (bukan untuk keegoisan/tujuan yang mementingkan diri sendiri, melainkan untuk memuliakan Tuhan), atau mereka yang belum memiliki kesaksian yang baik, tetapi ingin berarti di mata Allah; untuk membalikkan kritik ketika orang-orang tidak memahami hal baik yang saudara lakukan.

Orang Kristen harus berani untuk tampil beda dengan dunia ini untuk menjadi berpengaruh bagi Allah.

Mereka yang menjalankan Puasa Yohanes Pembaptis tidak secara otomatis dipenuhi oleh Roh Kudus dengan menahan diri untuk tidak makan.

Untuk dipenuhi Roh Kudus harus mengikuti resep Allah:

Hilangkan dosa dari hidup saudara. 
Serahkan diri saudara kepada Allah. 
Mintalah Roh Kudus untuk masuk dalam hidup saudara. 
Berimanlah bahwa Ia akan datang. 
Taatilah firman Allah. Berjalanlah terus-menerus bersama Roh Kudus. 
Biarlah Roh Kudus terus-menerus menguatkan saudara.

Puasa Ester
(janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang – Est 4:16)

Kehidupan Kristiani mengandung banyak bahaya - berpihak kepada Kristus menuntut harga yang mahal - rentan terhadap serangan fisik dan terhadap ancaman rohani dari setan dan Iblis (Ef 6:12).

Puasa Ester bukanlah suatu paham pengusiran setan (exorcisme); tidak melepaskan perhambaan/kecanduan yang diderita seseorang akibat pengaruh roh jahat; tidak didesain untuk menyembuhkan orang yang menderita penyakit medis akibat pengaruh roh jahat atau kerasukan setan; digunakan sebagai senjata perlindungan untuk melawan roh jahattergoda untuk berbuat dosa, atau terpikat oleh ajaran sesat (dokrin setan) atau tindakan amoral

Pahamilah bahwa setan akan mencoba menghapuskan setiap roh kepekaan dan membutakan pikiran dari pengertian tentang hal-hal rohani. Para hamba Tuhan pun bisa menjadi buta secara rohani, dengan menyangkali dasar-dasar iman atau menjadi fanatik sehingga mengabaikan kehendak Allah. 

Untuk mendapatkan perlindungan peristiwa-peristiwa yang sangat berat, bukan untuk perlindungan dari cobaan dan bahaya yang kita hadapi sehari-hari. Biasanya, tipu muslihat setan tidak ditunjukkan secara berlebihan/terbuka, melainkan secara tertutup. 

(Sumber: Warta KPI TL No. 22/II/2006; Puasa untuk melakukan terobosan rohani, Elmer L. Towns)

Rabu, 21 Oktober 2015

00.54 -

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah





Hukum alamsemakin tua semakin loyotidak berlaku, jika kita tahu ...

Suasana hati kita mempengaruhi tubuh kita - semua sel dalam tubuh merespon emosi tersebut

- Gembira » menimbulkan energi
- Rasa terima kasih dan kasih sayang  » membuka hati
- Kecemasan » menegangkan otot 
- Murung/depresi » menyebabkan kelelahan 

Tubuh kita merespon citra-citra yang diciptakan oleh batin kita sendiri, dan tubuh kita merespon citra-citra di sekeliling kita. Sugesti seringkali menjadi sebab timbulnya penyakit

Di bawah bayang-bayang mental bencana, penyesalan, amarah, dan ketakutan yang bukan saja merampas ketentraman batin, tetapi dapat menipu tubuh menjadi percaya bahwa hal-hal itu benar terjadi. 

Stres mempunyai dampak serius terhadap imunitas atau kekebalan tubuh. Stres kronis berbentuk penyesalan-penyesalan/dendam-dendam lama yang tersimpan lama/perasaan putus asa/tak berdaya ketika merasa tidak memiliki ketrampilan untuk mengatasi tantangan-tantangan hidup. 

Di antara berbagai keadaan stres yang dihadapi dalam kehidupan, yang paling cepat mempengaruhi, adalah stres emosional (berasal dari hubungan yang buruk: perpisahan/ perceraian/kematian) dan stres akibat kerja

Dalam kedua hal ini, sistem organ yang paling dahulu terkena adalah usus halus, yang bertanggung jawab tidak hanya mencerna makanan namun juga trauma emosional

Semua trauma yang tidak tercerna hati terkumpul di usus halus sebagai simpul kekacauan. Ini yang menimbulkan lambung yang kencang, nyeri dan membengkak, pencernaan yang buruk, sembelit dan gejala lainnya

Kalau ada kelainan dan peradangan dalam abdomen, atau kalau sistem pencernaan tidak sehat (jaringan terlalu ketat/terlalu longgar/tanpa kelenturan (atonik), maka tubuh akan memberikan isyarat tanda adanya suatu masalah - tubuh akan mengencangkan otot-otot rongga perut untuk melindungi daerah yang terganggu - suatu tindakan dengan sendirinya (refleks) menghentikan pernafasan perut dan memulai pernafasan dada, sehingga menetralkan gerakan apa saja dalam abdomen

Jaringan sehat memiliki kelenturan normal karena syaraf yang mempengaruhi kelenturan tidak terserang oleh racun

Dengan pernafasan dada, pembuluh-pembuluh udara kecil tidak mendapat bagian udara dan tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, sehingga ada bagian paru paru yang tidak terpelihara. Lama kelamaan jadi berkurang kemampuan bekerjanya sehingga tubuh mudah terserang penyakit. 

Pola pernafasan normal dari orang yang sehat adalah pernafasan dengan perut (seperti pernafasan bayi). 

Hanya dengan inilah paru-paru dapat bekerja paling efisien (pertukaran oksigen, menggiatkan gerakan pendorongan oleh usus (peristaltik), pengolahan energi. 

Di dalam paru-paru terdapat beribu-ribu pembuluh darah yang halus, di ujungnya terdapat berjuta-juta kantung udara (alveolus) yang sangat penting dan harus mendapatkan udara untuk memperoleh tenaga hidup. Apabila kantung udara ini tidak mendapatkan udara secukupnya, maka berbagai penyakit akan mudah menyerang

Pernafasan yang dalam/panjang dapat memberikan energi, karena ketika kita menghembuskan nafas, kita mengeluarkan zat arang sebagai kotoran pembakaran, dan saat menghirup nafas, kita mendapatkan oksigen yang diperlukan tubuh untuk membersihkan darah dan menghasilkan kekuatan

Pernafasan perut yang tepat akan menyingkirkan penumpukan racun dan melatih semua organ

Selama melakukan pernafasan perut sekat rongga dada (diafragma) akan bergerak naik dan turun, menciptakan pemijatan memompa dan menghisap dari usus. 

Cara pernafasan perut: waktu tarik nafas kita ucapkan Ye...(perut mengembung) dan waktu mengeluarkan nafas kita ucapkan Suuuu.... ( perut mengempis). 

Dengan menyerukan nama “Yesus”, sungguh-sungguh bersifat menyelamatkan, menyembuhkan dan menyucikan (Kis 2:21). 

Pernafasan perut ini memberikan keseimbangan badan dan otak/pikiran, sehingga menjadi tentram. Memberikan efek yang besar bagi pemusatan pikiran (kosentrasi) sehingga kekalutan dan kekacauan pikiran dapat dihilangkan. 

Apakah saudara menjadi lebih rileks? Jika saudara berusaha terlalu keras malah akan menjadi tegang untuk pertama kalinya melakukan pernafasan perut ini. 


Prof. Dr. David McClelland – seorang guru besar psikolog di Harvard – terkenal dengan penelitiannya tentang motivasi manusia. Menggunakan ukuran imunitas/kekebalan yang sangat sederhana – kadar sekresi suatu antibody sIgA dalam air liur yang melindungi gerbang tubuh dari infeksi bakteri, virus, dan parasit

Kurangnya sIgA karena stres yang intens, bisa diumpamakan bahwa tentara yang hanya berada dalam lubang perlindungan, memungkinkan berkembangbiaknya bakteri dalam gusi (penyakit dalam rongga mulut, sariawan, kerusakan gigi dan infeksi saluran pernafasan atas, seperti selesma dan flu). 

Ahli jantung Redford Williams dan istrinya, terapis Virginia Williams beserta rekan-rekannya di Duke University Medical School menemukan bahwa bagian yang mengandung racun (toxic) dari sindroma Tipe-A bukanlah perfeksionisme, tekanan waktu, atau mengerjakan banyak hal pada saat yang sama – melainkan karena sikap sinis akibat marah, sikap bermusuhan, dan sikap senang menghakimi (mudah melontarkan ucapan kasar, penuh dengan prasangka atau pikiran buruk terhadap orang lain, senang membesar-besarkan hal-hal sepele di luar proporsinya dan selalu mencari si dungu untuk dijadikan kambing hitam). 

Ketika kita menghakimi dan mengkritik (menunjukan bahwa penilaian kita terhadap orang lain itu merupakan proyeksi tentang apa yang tidak kita sukai dalam diri kita sendiri), kita merasa terpisah dari diri kita sendiri, dari mereka yang kita persalahkan dari kehidupan itu sendiri. Seluruh tubuh kita mengerut ketika hati kita tertutup, daya hidup terkuras



Jalan menuju penyembuhan 
- Belajar menenangkan tubuh dan pikiran. 
- Berusaha mengubah persepsi negatif tentang kejadian-kejadian tertentu dalam kehidupan, sehingga dapat belajar merasakan sesuatu secara lain. 
- Menghilangkan segala penyesalan, dendam, dan mudah mengeritik adalah inti penyembuhan fisik, emosional, dan spiritual – penyakit apa saja. 

Dukungan sosial (saling menyayangi dan memperhatikan) merupakan perlindungan terbaik untuk menangkal stres

Berpikir positif dapat mengusir rasa sakit dan rasa takut yang dapat memotivasi kita untuk menyembuhkan diri sendiri

Namun memaksakan diri tersenyum dan menekan rasa takut kita, sehingga mempengaruhi diri kita secara diam-diam, adalah sebuah taktik yang menyebabkan stres secara kronis dan hasil medis yang jauh lebih buruk

Hanya dengan berbagi (sharing) perasaan kita dengan orang lain, tentang krisis yang kita alami, kita dapat membantu orang lain sembuh lebih cepat karena orang bersangkutan tidak lagi merasa sendirian

Kasih adalah obat yang benar-benar menjadi penyembuhnya. Jantung, sistem kekebalan tubuh, hormon – itu semua memberikan respon positif kepada aliran kasih sayang dan keterkaitan yang kita miliki dengan diri kita sendiri, dengan orang lain, dengan alam dan dengan keseluruhan yang lebih luas. 

(Sumber: Warta KPI TL No. 18/X/2005; The power of the mind to heal, Joan Borysenko, Ph.D. & Miroslov Borysenko, Ph. D.; Pernafasan untuk kesehatan Usin; Chi nei tsang, Mantak & Maneewan Chia). 

00.51 -

Sekilas Info Detoks

Semakin tua semakin loyo? Hal ini akan tidak berlaku dalam hidup kita bila kita mau melihat kebenaran-kebenaran yang telah diberikan Allah melalui firman-firman-Nya (lih. [Hos 4:6] Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah). 

Bersyukurlah, karena begitu besar kasih Allah kepada kita, sehingga Dia memberikan Yesus kepada kita sebagai batu penjuru (titik pusat penting yang menghubungkan antaramanusia rohani’ dan manusiajasmani’) sehingga kita beroleh kasih karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga.

Menjadi kuat secara jasmani, penting untuk tetap kuat secara rohani.

Seringkali dalam menjalani kehidupan yang super sibuk ini, kita sangat mudah mengabaikan kesehatan dalam waktu yang lama. Sehingga tanpa sadar, dalam keadaan stres, mungkin kita juga akan mengalah pada kebiasaan buruk

Misalnya: merokok, minum-minuman beralkohol terlalu banyak, makan terlalu banyak, atau sebaliknya, lupa berolah raga, dan kurang tidur; mengikuti pola makan “berciri Barat” (daging merah, daging olahan, kentang goreng, produk-produk susu tinggi lemak, padi-padian yang diproses, makanan manis, dan pencuci mulut). 

Meneruskan pilihan yang tidak benar ini akan menyebabkan keracunan yang berasal dari dalam tubuh sendiri, sehingga kita lebih mudah terserang penyakit

Padahal Allah telah memberikan makanan yang bijaksana, yaitu: segala tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang berbiji (Kej 1:29), sumber protein dan lemak baik yang sangat bagus (mengandung gizi komplex) untuk diproses dengan baik di dalam tubuh.

Tulang belakang berfungsi sebagai penjuru dalam tubuh kita. Gaya gravitasi yang terus-menerus dan tiada henti menekan tubuh kita dari kepala hingga ke ujung kaki. 

Jika ada salah satu ruas tulang belakang yang mengalami pergeseran karena postur tubuh yang buruk, cidera dan stres, maka hal ini mengurangi aliran kehidupan atau tenaga dari otak ke sel-sel jaringan tubuh - jaringan apa pun yang penuh dengan urat syaraf akan berhenti bekerja 100%. 

Jadi posisi tubuh kita pada waktu duduk atau berdiri harus dalam keadaan tegak lurus

Cara memperbaiki sikap tubuh dan kekuatan punggung

- Ketika kita berdiri, kita saling mengaitkan ke dua tangan di bagian belakang pinggang, posisi istirahat di tempat dalam baris-berbaris. 

- Berdiri di tengah-tengah ambang pintu. Angkat tangan setinggi bahu/lebih tinggi, letakkan telapak tangan menyentuh jepitan pintu dan condongkan tubuh ke ambang pintu. Bertahanlah pada posisi ini selama 5 detik, lalu kembalilah ke posisi semula. Lakukanlah latihan ini 3 set setiap hari, masing-masing 15 kali. 

- Latihan bola. Gunakan bola latihan besar, berbaringlah telentang dengan punggung melengkung di atas bola selama 3-5 menit setiap hari. Mulailah perlahan-lahan. 

Selain itu kita sering tidak mengamalkan pengampunan, sehingga perasaan kepahitan tersebut dapat menghancurkan tubuh kita dalam waktu yang sangat singkat - menghentikan hati untuk menyelesaikan tugasnya melakukan detoksifikasi

Hati yang berfungsi secara optimal mengurangi kemarahan ketika orang tertekan

Gangguan emosi dapat mengurangi keluarnya cairan yang membantu pencernaan alami ini sehingga menyebabkan penyerapan yang tidak sempurna (makan, tetapi tidak bermanfaat). 

Sebagian kecil cara mengatasi detoks (proses pembuangan racun dari tubuh): 

- Rutin minum air putih (lih. Pesan penting untuk kesehatan anda). Lebih baik minum air RO (proses osmosis terbalik, suatu metode untuk menghasilkan air murni dengan menyaring air tidak murni melalui membran semi permeabel). 

Perawatan/terapi dengan menggunakan air. Air dapat membantu membersihkan pikiran negatif, menjernihkan emosi atau perasaan yang mengganggu. 

Misalnya: Hidroterapi (air dalam keadaan mengalir); Talasoterapi (menggunakan air laut dan mineral); olahraga dalam air (misalnya: berenang, berlayar, berarum jeram, selancar angin, menyelam, berjalan di tepi pantai). 

- Mengganti cara dan pola makan yang salah (lih. Sekilas info filsafat vegetaris). 

Kunyahlah makanan perlahan-lahan. Ini akan mengurangi jumlah kerja yang harus dilakukan usus dan pankreas. Menyantap makanan dengan cepat dan rakus akan mengakibatkan gangguan pencernaan dan menghambat fungsi hati. Karena hati dan pankreas menambahkan cairan empedu dan enzim pada makanan yang dikunyah

- Jangan minum air/kaldu terlalu banyak ketika makankarena cairan ini akan membilas cairan lambung yang bermanfaat bagi proses pencernaan; asam pencernaan berkurang, menghasilkan pencernaan yang buruk. 

- Jangan makan buah setelah makanmenyebabkan lambatnya/tertundanya pencernaan dan fermentasi. Fermentasi dari makanan yang tidak tercerna di lingkungan gelap dan hangat (di dalam perut) menghasilkan gas beracun, kotoran berbau busuk, bahkan bisa menghasilkan alkohol

- Jangan mengombinasikan protein (daging memerlukan asam untuk mencerna) bersama dengan kabohidrat (roti memerlukan basa). 

Menggabungkan keduanya bisa menghentikan/memperlambat pencernaan. Ketika pencernaan berhenti, pembusukan dimulai, dan kita merasa sakit

- Melakukan puasa pada waktu-waktu tertentu - membantu mengistirahatkan alat pencernaan makanan (lih. Puasa ). 

- Berolah raga secara teratur - menstimulasi oksigen; meningkatkan pergerakan dan pembersihan cairan dan racun; bermanfaat untuk meningkatkan energi dan kemampuan berpikir, memunculkan hormon senang (endorfin) menciptakan suasana tenang, tidak gelisah lagi, mengurangi depresi tanpa memerlukan pengobatan; memperbaiki postur tubuh agar berotot dan kuat. Misalnya: berjalan kaki selama 30 menit. 

- Meditasi setiap hari (lih.Meditasi itu kebutuhan ). 

- Terapi tawa (lih. Hidup penuh keceriaan). 

Ketika tertawa, reaksi dalam tubuh didorong dengan keluarnya oksida nitrit, yang membuat pembuluh darah mengendur - pembuluh darah lancar memacu aliran darah. Sehingga darah tersebut dapat membawa zat-zat gizi penting dan oksigen ke sel-sel jaringan tubuh. Tekanan mental menyebabkan pembuluh darah terhambat atau mendapatkan lebih sedikit aliran darah

- Tidur pulas. Ketika tidur, tubuh mempunyai kesempatan untuk melakukan semua perbaikan organ dan jaringan tubuh

Waktu di mana tubuh kita melakukan proses detoxin

Pukul 21.00 – 23.00: di bagian sistem anti bodi kelenjar getah bening; harus dalam suasana yang tenang atau mendengarkan musik, bukan suara hiruk-pikuk. 

Pukul 23.00 – 01.00: di bagian hati dan sumsum tulang belakang mulai memproduksi darah; harus dalam kondisi tidur pulas. 

Pukul 01.00 – 03.00: di bagian empedu; harus dalam kondisi tidur pulas. 

Pukul 03.00 – 05.00: di bagian paru-paru. Pada masa ini tidak perlu minum obat batuk agar jangan mengganggu proses pembersihan. 

Pukul 05.00 – 07.00: di bagian usus besar; karenanya harus buang air besar. 

Tetapi hukum alam ini tidak berlaku jika kita mempersembahkan waktu itu untuk Tuhan

- Perawatan spa/pijat/kerokan

Jika organ tubuh ... lemah, maka aliran kehidupan tersembunyi di ... 

Paru-paru dan jantung – di lipat siku. 
Hati – di bawah ketiak. 
Ginjal – di lipat lutut. 
Limpa – di lipat paha. 

Selain itu dapat juga dilihat dari jaringan payudara. Jika jaringan itu sehat, maka fungsi pencernaan dan detoksifikasi dapat berlangsung dengan baik

- Menghindari emosi yang negatif (lih. Emosi yang mematikan}.

Tidak semua adalah baik bagi setiap orang. Banyak orang mati karena rakus, sedangkan orang yang menjaga dirinya memperpanjang umur. Periksalah dirimu mengenai cara hidupmu, perhatikanlah apa yang buruk bagimu, lalu jangan kaubiarkan terus (Sir 37:27-31).

(Sumber: Warta KPI TL No. 53/IX/2008; Sehat tanpa obat, Dr. Robert Demaria; 50 rahasia alami detoks, Tracey Kelly; Water Detox, Jane Scrivner; Kejadianku dahsyat dan ajaib!, Mansor November 2004 No. 80 Tahun VII; Tusuk jarum, B.U. Hadikusumo).

Artikel terkait







00.46 -

Sekilas Info Filsafat Vegetaris

Makanan itu mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi keadaan semua tingkat kehidupan kita – jasmani, mental dan spiritual.


Apabila kita hidup sewajarnya, sesuai dengan hukum-hukum keharmonisan dengan alam semesta, kita tidak akan sakit baik pikiran maupun badan

Sumber pertama dari penyakit itu bukanlah zat yang ada di luar seperti bakteri dan virus, tetapi kekotoran yang ada di dalam tubuh yang disebabkan oleh sistem pencernaan dan pembuangan tidak sempurna.

Apabila terlalu banyak makanan yang bersifat asam masuk ke dalam badan, tubuh dan darah menjadi asam, limpa, hati, jantung dan ginjal yang merupakan alat-alat tubuh yang menjernihkan darah akan menjadi lemah dan mudah diserang penyakit.

Karena sampah yang beracun itu tidak dapat dibuang dengan baik, dan mengumpul di persendian-persendian, menyebabkan rhematik dan asam urat, atau racun itu akan keluar melalui kulit (jerawat, bisul, bengkak). 

Keadaan keasaman itu akan dapat menyebabkan berbagai penyakit termasuk ambeian, kanker, lepra, kelumpuhan, sakit ginjal dan hati, batu empedu, dan berbagai infeksi, TBC, impoten, hipertensi,dan penyakit jantung, stroke dan serangan jantung, asma dan berbagai jenis alergi lainnya.

Semua bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan untuk mengawetkannya, untuk memberi warna rasa, ditambah dengan polusi udara, minum minuman keras dan merokok, tersebarnya obat-obatan sehingga manusia banyak orang yang kecanduan olehnya dan terutama tegangan emosional yang mencekam mengakibatkan perubahan drastis kepada kelenjar endokrin – semuanya ini menambah racun kimia kepada sistem kita. Beberapa dari produk buangan dari racun-racun ini lewat ginjal dan dubur atau melalui kulit menjadi keringat. 

Tetapi banyak juga jenis racun melekat menyatu dengan sel-sel, dengan alat-alat tubuh, dengan kelenjar-kelenjar, pembuluh darah nadi dan darah balik, dan mengalir di dalam aliran darah.

Bakteri dan virus menyakiti kita hanya apabila badan itu sudah lemah sebagai akibat racun yang tertimbun di dalamnya.

Apabila sisa-sisa di dalam tubuh dan racun-racun itu tidak dikeluarkan dari badan, maka kita menjadi “toxemia” (keracunan di dalam) yang merupakan akibat dari tertimbunannya sampah metabolisme. 

Jadi bukan penyakitnya yang disembuhkan tetapi badan itu sendiri yang harus dibersihkan dari racun-racun yang tertimbun itu.

Makanan yang menghasilkan asam yang harus dihindari apabila sedang salah cerna/sakit : daging, makanan yang diputihkan seperti beras, roti putih, gula putih, manisan, kue-kue, makanan goreng yang berminyak, terlalu banyak protein, dsb. – dimakan secara berlebihan.

Makanan yang bersifat alkali yang harus ditingkatkan dalam diet: hampir semua sayur-sayuran, khususnya sayur-mayur yang berwarna hijau; kecambah (sangat baik sebagai pembersih tubuh dan penuh dengan vitamin, mineral); kedelai (penanggulangan yang baik sekali terhadap tingkat keasaman yang tinggi – paling alkali); susu, mentega; madu; buah dan sari buah yang banyak airnya – merupakan makanan yang paling mudah dicerna; kelapa (air kelapa/santannya sangat baik bagi penyakit yang disebabkan oleh asiditas); jeruk terutama jeruk purut + madu/ garam + air – untuk membersihkan darah dan menenangkan jiwa (walaupun bangsa jeruk pada dasarnya bersifat asam, tetapi di dalam pencernaan bereaksi alkali) .

Daging bukan merupakan makanan yang alamiah dan makanan sehat. Dengan memakan daging memang kita bisa hidup, tetapi begitu cepat menghancurkan badan dan mengakibatkan berbagai jenis penyakit.

Pemakan daging lebih banyak menderita sakit karena

Sesaat sebelum hewan disembelih, karena ketakutan/marah, racun rasa sakit menyebar keseluruh tubuh – tetap melekat pada daging dan kemudian meracuni sel-sel tubuh manusia yang memakannya, juga mengganggu pikirannya. 

Bahaya ketularan karena menderita penyakit. 

Daging lambat sekali perjalanannya di dalam sistem pencernaan manusia, sehingga menghasilkan zat-zat beracun dan menghancurkan sistem pencernaan kita sebelum waktunya; ketika ginjal tidak mampu lagi menanggung beban, maka asam uric yang tidak dikeluarkan itu diendapkan ke seluruh tubuh. Lalu diserap oleh jaringan otot tubuh dan kemudian mengeras seperti kristal. 

Apabila pengerasan terjadi dipersendian disebut arthritis dan rhematik. 

Apabila asam uric mengendap pada syaraf-syaraf, terjadi neuritis dan sciatica. 

Apabila sel-sel tubuh dibentuk oleh makanan yang sudah mengalami pembusukan yang terjadi pada daging hewan dimana kecenderungan nafsu-nafsu rendah, mendominasinya, jadi wajarlah pikiran itu cenderung untuk menuju ke hal-hal yang bersifat rendah. 

Daging itu merupakan makanan yang hampir tidak berserat sehingga mengakibatkan sembelit kronis.

Allah memberikan hikmat/pengetahuan/kebijaksanaan/pengertian
kepada mereka yang mempunyai disiplin untuk menahan diri terhadap makanan dan menghabiskan waktu untuk berdoa membaca firman-Nya, serta mencari kehendak-Nya. Doa, puasa dan tobat adalah obat paling baik untuk menyembuhkan zaman ini

(Sumber: Warta KPI TL No. 22/II/2006; Makanan untuk membina kejernihan pikiran, Avadhutika A nandamitra Acarya)


00.43 -

Emosi Yang Mematikan

Sebagian orang di dunia ini menjalani kehidupannya seperti ketika mereka hendak naik roller coster. Mereka memakai sabuk pengaman dan mencengkram palang pengaman sekuat mungkin, berusaha tetap bertahan pada saat naik, turun, sangat gembira dan takut. Mereka bahkan tidak tahu seberapa stres yang tengah mereka ciptakan di hati. Semakin lama permainan itu berlangsung, semakin terbiasa dengan ketegangan di perut dan leher mereka.


Sebuah roller coster emosional juga dapat membuat seseorang goyah – tidak pasti, tidak stabil, stres, lemah dan tidak mampu menjalankan perannya secara penuh. Roller coster emosional melemahkan, baik kesehatan fisik maupun psikologis seseorang, seringkali membuat pikiran dan tubuh kehilangan energi dan kekuatan


Dengan cara yang sama, semakin lama seseorang hidup dengan beban stres yang tak dapat ia hindari, semakin terbiasa ... sampai ia mencapai tingkat di mana kekecewaan, kepedihan, kekuatiran, ketakutan, kemarahan, kepahitan, kebencian, dan berbagai tingkat ‘kesedihan’ tampaknya menjadi norma kehidupan.

Stres adalah ketegangan/tekanan secara mental/fisik karena tidak dapat memenuhi pengharapan dan tidak bisa mengatur reaksi terhadap kekecewaan.

Stres seseorang menciptakan stres bagi semua orang dalam keluarga/lingkungan

Tingkat stres seseorang berhubungan dengan apa yang seseorang percayai. Apa yang kita rasakan secara emosional seringkali menjadi bagaimana kita merasa secara fisik.

Stres emosional jangka panjang menyebabkan kelenjar bawah otak menghasilkan terlalu banyak hormon; menyebabkan aliran hormon epinephrine (adrenalin) dan norepinephrine (salah satunya kortisol) secara terus menerus ke dalam darah. 

Jika dibiarkan saja, pelepasan hormon-hormon stres ini dapat menghancurkan tubuh serupa dengan asam yang menghancurkan logam. Bahkan berjam-jam setelah peristiwa yang mengakibatkan stres itu pun reda, kadar hormon-hormon itu dapat tetap pada tingkat tinggi dan melanjutkan pengaruhnya yang merusak.

Akibat dari semua kecanduan hormon stres adalah:

Kondisi kesehatan yang buruk dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh, masalah jantung dan penuaan dini. 

Menjadi terobsesi untuk memenuhi keinginan secara emosional, sampai akhirnya mereka menjadi mati rasa terhadap apa yang sesungguhnya penting dalam kehidupannya – suka getaran yang terjadi dalam usaha pencapaian karier, gaya hidup, sasaran secara keuangan atau hadiah-hadiah lainnya.

Ciri-cirinya: hidup selalu terburu-buru/dalam keadaan darurat (tak dapat rileks), mudah terluka oleh beberapa masalah/isu yang terus menerus.

Allah merancangkan pelepasan hormon adrenalin dan kortisol itu untuk memampukan seseorang melepaskan diri dari situasi traumatis dari pemangsa-pemangsa yang berbahaya. Tubuh seharusnya tidak melepaskan hormon stres sepanjang hari untuk stres-stres kecil.

Adrenalin adalah suatu hormon stres yang menghasilkan perasaanperkasasekuat obat-obatan terlarang (dapat memampukan tubuh melakukan perkara yang menakjubkan) - memiliki banyak energi, tak butuh banyak tidur, dan cenderung merasa sangat bergairah menghadapi kehidupan secara umum. 

Kadar adrenalin yang tinggi dan berkepanjangan:

Menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah sehingga detak jantung menjadi lebih cepat dan tekanan darah tinggi.

Menyebabkan peningkatan trigliserida, yang adalah lemak di dalam darah dan peningkatan gula darah.

Menyebabkan darah membeku lebih cepat (yang menyebabkan terjadinya plak), tiroid menjadi terlalu dirangsang, dan tubuh lebih menghasilkan lebih banyak kolestrol.

Kadar kortisol yang tinggi dan berkepanjangan:

Gangguan fungsi kekebalan.

Menyebabkan tubuh menahan sodium (garam), yang menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Penurunan massa otot dan penghambatan pertumbuhan dan regenerasi kulit – keduanya terkait langsung dengan kekuatan, pengendalian berat badan, dan proses penuaan secara umum.

Menyebabkan peningkatan berat badan dan menghasilkan kegemukan yang menetap, khususnya bagian tengah.

Menyebabkan kadar gula darah dan insulin meningkat dan tetap bertahan pada tingkat tinggi

Menyebabkan kadar trigliserida/kolestrol meningkat dalam aliran darah dan dapat tetap bertahan pada tingkat tinggi

Menyebabkan kekurangan kalsium, magnesium dan potasium dalam tulang. Peningkatan kerapuhan tulang, yang mengakibatkan terjadinya osteoporosis.

Kerusakan ingatan dan kemampuan belajar - kerusakan sel-sel otak.

Orang-orang yang hidup dengan stres berkepanjangan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit dan jamur. 

Stres kronis yang tak terselesaikan memiliki hubungan dengan masalah fisik:

Masalah-masalah jantung dan vaskuler – hipertensi, jantung berdebar-debar, arrhythmias (perubahan detak jantung, dalam kecepatan maupun kekuatan), pusing-pusing, mitral valve prolapse (penurunan kemampuan katub jantung, yang dapat menyebabkan kebocoran katub), paroxysmal atrial tachycardia (detak jantung yang kecepatannya tiba-tiba meningkat), prematur ventrikuler/kontraksi atrial (detak jantung tak teratur).

Masalah sistem pencernaan – penyakit gastroesophogeal reflux (makanan yang masuk muntah kembali), ulcer (tukak lambung), gastritis (radang organ pencernaan), heartburn (rasa terbakar dan kejang di perut), indigestion (susah makan), sembelit, diare dan ketidakteraturan buang air besar, gangguan buang air besar, penyakit inflammatory bowel (termasuk penyakit Crohn dan ulcerative colitis)/radang usus).

Sakit kepala – migrain, ketegangan.

Sistem genitourinary – prostatitis kronis (infeksi prostat), infeksi peragian kronis dan sering kambuh, frequent urination (sering buang air kecil), kehilangan nafsu seks dan impotensi, infeksi sistem pembuangan air seni, tingkat progesteron dan testoteron yang rendah.

Rasa sakit dan radang – sakit punggung kronis, fibromyalgia, sindrome nyeri kronis, tendonitis (radang otot), sindrome carpal tunnel (tulang pergelangan tangan), masalah TMJ (persendian pada radang).

Masalah paru-paru dan pernafasan – flu kronis, infeksi sinus, sariawan, infeksi telinga; bronkitis kronis, pneumonia (radang paru-paru), asma, bronchropasm (penyempitan saluran udara menuju paru-paru, disebabkan oleh kekejangan otot yang melingkarinya), nafas pendek, hiperventilasi (pengeluaran CO 2 yang berlebihan melalui pernafasan).

Kerusakan kekebalan tubuh – kelelahan kronis, infeksi kronis dan sering kambuh.

Masalah dengan kanker – sel-sel kanker adalah umum di dalam setiap orang. Kebanyakan dari kita memiliki sistim kekebalan tubuh yang secara kuat dan efisien menghancurkan sel-sel yang berbahaya itu. Tetapi hal itu dapat dirusak oleh stres sehingga sel-sel ‘pembunuh’ alami itu tidak berfungsi.

Masalah dengan penyakit-penyakit autoimmune - otak mengatur tanggapan kekebalan tubuh dan ketika pengaruh yang berkaitan dengan pengaturan dari otak ini terganggu, hasilnya bukannya pengurangan tanggapan kekebalan tubuh (kurangnya aktivitas sel-sel ‘pembunuh alami’), namun justru stimulasi berlebihan dari tanggapan kekebalan tubuh. 

Dalam kasus ini, sistem kekebalan tubuh bekerja dengan kecepatan berlebihan. Akibatnya adalah sistem kekebalan tubuh tidak hanya melawan bakteri, virus, parasit, jamur dan kanker, namun juga menyerang sel-sel yang sehat. 

Akhirnya yang terjadi adalah penyakit peradangan autoimmune, seperti rhematoid arthritis (peradangan persendian yang disertai dengan gejala seperti rematik) atau lupus.

Masalah dengan alergi – penyakit alergi semuanya berkaitan langsung dengan sistem kekebalan tubuh, termasuk alergi rhinitis, alergi makanan, gatal-gatal, eksema, dan asma. 

Stres yang berlebihan dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi bingung (suatu reaksi zat yang pada hakikatnya tak berbahaya seolah-olah itu berbahaya).

Masalah dengan penyakit kulit. Sebenarnya mereka tak dapat lagi menanggung perasaan yang menyebabkan stres, melepas kesedihan melalui kulit mereka, yang memanisfestasikan dirinya dalam bentuk penyakit kulit yang menyakitkan/mengganggu. 

Misalnya: psoriasis (penyakit kulit yang ditandai dengan pembentukan belang-belang merah dan putih), eksema (‘melepuhnya’ kulit), gatal-gatal dan jerawat – semuanya menyebabkan luka pada kulit. Kondisi-kondisi ini, jika sampai pada tahap melepuh menciptakan luka kecil terbuka yang dapat menjadi jalan masuk organisme mikroskopis masuk ke dalam tubuh. 

Rahang terkatup dan gigi mengerat pada malam hari ketika seseorang berada dalam kondisi stres kronis.

Ketika seseorang memasukkan emosi-emosi yang kuat dan merusak di dalam jiwanya, ia sedang menciptakan masalah bagi dirinya. Pikiran bawah sadar harus bekerja lebih keras untuk menjaga agar emosi-emosi itu tetap di dalam perangkap. Emosi-emosi itu tidak mati. Kita menguburnya, namun kita mengubur sesuatu yang masih hidup.

Rasa malu cenderung menciptakan perasaan dukacita dan kesedihan yang mendalam, serta kurangnya percaya diri.

Dari mana kita belajar rasa malu?

Anak-anak – ketika orang tua/guru/orang penting lain mempermalukannya (dicap bodoh, lamban, dungu, tak mampu belajar dll.).

Orang-orang dewasa – ketika terjadi pelecehan seks dan fisik. Akhirnya terdapat banyak perselingkuh dan percerai, serangkaian persoalan yang tiada hentinya, dan dapat merusak hubungan-hubungan yang dekat.

Di dalam hati orang yang merasa malu merasa bahwa ia tidak dicintai dan tidak layak menerima perhatian dari siapa pun. Juga mengarah pada penyalahgunaan obat-obatan terlarang, alkoholisme, gangguan kebiasaan makan, dan judi yang tak terkendali, serta perilaku-perilaku kompulsif lainnya.

Rasa bersalah menyebabkan kemarahan akibat merasa terjebak karena tertangkap basah/menjadi korban kelemahan kita.

Baik rasa bersalah maupun malu menciptakan suatu lingkaran pemikiran negatif yang tiada hentinya. Seringkali berjalan dengan pundak membungkuk dan kepala tertunduk – menunjukkan penampilan yang ingin mereka sembunyikan (merasa seolah-olah setiap orang mengetahui segala sesuatu/mengamati/kritis terhadapnya). Emosi-emosi ini tak pernah menghasilkan kebebasan, kekuatan atau kesehatan emosional maupun fisik

Orang-orang yang memiliki sikap permusuhan memendam atau mengubur kemarahan mereka (menciptakan tekanan bagi diri sendiri), yang berakibat melepaskan lebih banyak adrenalin dan norepinephrine ke dalam darah (hormon-hormon ini meningkatkan tekanan darah dengan mengerutkan pembuluh-pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung).

Orang-orang yang marah juga meningkatkan kadar kortisol, menyebabkan tubuh menahan sodium (garam), yang memperbesar masalah tekanan darah; meningkatkan kadar trigliserida dan kolestrol, membuat trombosit lebih kental.

Peristiwa-peristiwa dunia dan krisis-krisis pribadi adalah dua sumber ketakutan yang mematikan (Luk 21:26).

Kepedulian berakar dalam suatu ketakutan akan kehilangan. Terlalu peduli menggambarkan suatu kondisi di mana seseorang terlalu menyatu/melekat terhadap apa yang ia pedulikan. Sebagai akibatnya ia menjadi sengsara. Demikian juga penerimanya mulai merasa khawatir, cemas, rasa bersalah, terancam, takut dan bahkan marah.

Kecemasan (kuatir) adalah perasaan takut terhadap apa yang akan terjadi yang tidak menyenangkan dalam berbagai macam situasi kehidupan, hampir setiap waktu – selalu membenarkan kepedulian mereka.

Kecemasan menyebabkan stres yang secara khusus 

Menyerang otot-otot di punggung bagian atas dan leher. Sementara otot-otot itu menegang dan menjadi terlalu lelah, itu mengalami kejang dan menyebabkan sakit kepala.

Menyulut tanggapan stres yang menyebabkan adrenalin membanjiri tubuh sehingga tekanan darah melonjak tajam. Jika lapisan lemak yang menyebabkan trombosit menjadi lebih lengket dan lebih mudah membentuk gumpalan, maka lingkungan tersebut sudah matang bagi pengembangan penyakit kasdiovaskuler dan penumpukan plak.

Memperlambat pelepasan cairan pencernaan, termasuk asam hydrochloric dan enzim-enzim pencernaan. Tubuh melangsir darah mengalir dari sistem pencernaan dan mengarahkannya ke otot-otot untuk persiapan bagi tanggapan lawan atau lari (menghidupkan sistem syaraf simpatik dan mematikan sistem ‘syaraf parasimpatik’ – yang membantu pencernaan).

Ketakutan (kecemasan jangka pendek yang terkonsentrasi) adalah suatu perasaan yang sangat kuat yang menghasilkan suatu tanggapan psikologis yang sangat kuat; mengantar pada pemikiran yang merusak, yang menyebabkan keputusasaan dan kurangnya pengharapan.

Ketakutan biasanya dimulai dengan suatu pemikiran yang negatif tentang suatu peristiwa/situasi yang menakutkan dalam kehidupannya.

Ketakutan menyamarkan pesan dari hatiBarangsiapa takutia tidak sempurna di dalam kasih (1 Yoh 4:18)

Kebencian dimulai dengan keluhan. Cerita keluhan itu sebenarnya merupakan kisah pengalaman yang menyakitkan dari masa lalu yang belum diselesaikan.

Semakin sering kita menceritakan atau mengulang ceritanya, semakin berakar pula kepahitan, kebencian dan ketidakrelaan dalam mengampuni

Ketika seseorang memberi ruang terlalu besar pada emosi-emosi yang meracuni itu, akhirnya semua pemikiran akan berpengaruh – akan berubah menjadi sinis, tak percaya dan pesimis, dan dalam banyak kasus, marah atau depresi, karena sakit hati yang dialami. 

Kebencian adalah penyakit yang bisa dicegah dengan mengalihkan dengan pikiran yang positif (Flp 4:8). 

Kepahitan dan kebencian bertumbuh mendalam dan berkelanjutan dipicu oleh ingatan-ingatan yang membangkitkan kemarahan, sehingga membenci segala sesuatu dalam hidupnya – membenci di mana dan bagaimana ia hidup, bagaimana penampilannya, bagaimana perasaannya ... bahkan membenci dirinya sendiri - hampir selalu percaya bahwa orang lain yang salah, bahkan seringkali juga mempersalahkan Allah.

Kebanyakan kecermasan dan depresi berakar pada rasa bersalah menetap yang untuk mana seseorang tidak pernah menerima pengampunan sejati.

Cemburu adalah kesadaran yang menyakitkan/membangkitkan kemarahan melihat keuntungan yang orang lain nikmati. Itu disertai dengan suatu keinginan yang besar untuk memiliki keuntungan yang sama – dengan cepat membangkitkan perasaan persaingan/dendam, yang pada gilirannya dapat menimbulkan kemarahan dan permusuhan.

Orang-orang yang memendam emosi negatif, khususnya kemarahan dan permusuhan selama bertahun-tahun, tidak perlu banyak untuk melepaskannya. Cercaan yang sekalipun dapat menyebabkan suatu ledakan yang melampaui suatu tanggapan normal

Apa yang terjadi ketika kita menekan kemarahan/ketakutan? Kita merasakan ketegangan yang normal itu, namun ketegangan itu diarahkan ke dalam, bukannya ke luar. Tubuh mengalihkannya pada otot-otot di dalam tubuh. Ekspresi ‘aduh’ tidak diungkapkan...untuk sementara waktu. Akhirnya, kita bangun dengan punggung yang kaku atau leher yang sakit dan ekspresi ‘aduh’ memperoleh jalan keluarnya.

Depresi adalah kemarahan yang terpendam di dalam diri seseorang, berasal dari trauma-trauma masa kanak-kanak dan konflik-konflik tak terselesaikan yang tersembunyi di balik banyak lapisan mekanisme pertahanan diri seperti penyangkalan.

Pemendaman emosi yang cukup lama itu sebagian besar bersifat bawah sadar; cenderung mengungkapkan hal-hal berikut ini: 

Perfeksionisme (berusaha menjaga segala sesuatu ‘sempurna’ dalam hidupnya).

Keinginan untuk menguasai.

Keraguan diri dan rendah diri - merasa tidak dikasihi atau ditolak; mencemoh kelemahan-kelemahan diri sendiri, mengucilkan pujian, membuat komentar-komentar yang terlalu kritis tentang kegagalan-kegagalan/kesalahan yang kecil, mengkritik suatu keputusan setelah hasilnya diketahui.

Sinis dan kritis – mahir dalam mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan mengarahkannya pada orang lain untuk menghindari penolakan, sakit hati/tekanan emosionasl lebih lanjut.

Perzinahan – banyak orang yang memiliki perasaan rendah diri dan memendam emosi, berusaha keras untuk menyenangkan semua orang dan mencari ekspresi-ekspresi di tempat-tempat lain dengan orang-orang yang tidak seharusnya. Mereka bisa menjadi terlalu berani dalam berhubungan seks demi memenuhi keinginan mereka untuk mengalami kasih sayang dan keamanan yang tidak mereka peroleh semasa kanak-kanak/untuk kompensasi penolakan yang mereka rasakan dari pasangannya.

Dosa kemarahan dan permusuhan yang tak kunjung reda, akan mengeraskan hati manusia. Kenyataannya, pembuluh-pembuluh yang mengeras atau mengapur dapat menyebabkan jantung manusia benar-benar terlihat sekeras batu pada saat diotopsi.

Di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan (Pkh 1:18).

(Sumber: Warta KPI TL No. 36/IV/2007; Emosi yang mematikan, Don Colbert, M.D.).

00.31 -

Firman Allah – Obat Mujarab Yang Selalu Manjur

Kesembuhan adalah kehendak Allah untuk kepentingan manusia, Ia tidak pernah membedakan orang (Kis 10:34). Allah sendiri yang memberi jaminan bahwa Firman akan ditepati (Mat 24:35).

Apabila dokter memberi obat kepada seseorang, selalu ada petunjuk mengenai pemakaiannya yang tertulis di botol. Dokter tidak menjamin obat yang diberikan itu mujarab, kecuali apabila digunakan sesuai dengan petunjuk-petunjuk pemakaiannya. Beberapa jenis obat yang diminum orang harus masuk ke dalam peredaran darah dahulu, barulah obat itu akan mujarab. 

Demikian juga dengan obat Tuhan, ia akan mujarab apabila benar-benar masuk ke dalam hati kita. Firman Allah dapat menyembuhkan tubuh jasmani, tidak peduli apa pun masalah dengan fisik saudara! Akan menjadi obat mujarab yang selalu manjur bagi seluruh tubuh dan bagi setiap keadaan di dalam kehidupan. 

Sebab itu Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membeda-bedakan pertimbangan dan pikiran hati kita (Ibr 4:12).

Bila saudara berada dalam ketidaktaatan, terbukalah pintu iblis untuk bekerja di dalam kehidupan saudara. Kata-kata yang saudara ucapkan menentukan apakah saudara akan menerima kesembuhan atau tidak sama sekali. Mengapa? Karena kata-kata saudara menunjukkan iman saudara. ...Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibr 12:2).

Orang-orang yang disembuhkan secara bertahap, mereka belajar berjalan dengan iman di dalam Firman, mereka menjadi lebih baik dan mulai menunjukkan perkembangan yang meningkat. Kadangkala seseorang menerima mujizat dan sakit kembali karena kembali pada kebiasaan yang sama seperti sebelum disembuhkan.

Supaya Firman Tuhan menjadi obat untuk tubuh jasmani, ikutilah petunjuk ini (Ams 4:20-22):

1. Perhatikanlah perkataan-Ku

Di dalam seluruh Alkitab jelas sekali terlihat bahwa kunci rahasia untuk dapat menerima kesembuhan dari Tuhan adalah mendengar (Kel 15:26) – apa yang didengar dan bagaimana cara kita mendengar. Hal ini bukan saja merupakan kunci untuk menerima kesembuhan, tetapi juga kunci untuk memperoleh iman (Rm 10:17). Sayang sekali ada orang yang cukup rajin membaca Alkitab, tetapi mereka tidak pernah mendapatkan “pendengaran” yang disebutkan Alkitab.

2. Arahkanlah telingamu kepada ucapan-Ku – suatu tindakan yang bersinambungan terus menerus (Rm 10:17)

Pada saat mengarahkan (menurunkan) telinga, saudara juga menundukkan kepala – menandakan suatu sikap yang rendah hati dan terbuka kepada pengajaran. 

Firman Tuhan dapat menyelamatkan/menyembuhkan/memberkati dengan berbagai cara, tetapi hanya apabila menyambutnya dan menerimanya dengan rendah hati (jangan datang dengan segala argumentasi, prasangka dan konsep-konsep yang lama – hal-hal yang menyulitkan seseorang untuk bersikap sederhana dan tulus adalah sikap mengandalkan kepintaran otak dan sikap pandai mencari dalih).

3. Janganlah semuanya itu menjauh dari matamu

Di alam jasmani, jika orang bermata normal tidak memfokuskan pandangan kedua matanya dengan benar, ia akan memperoleh penglihatan yang kabur karena yang diterima matanya “berbayang”. Itulah masalah yang dialami oleh banyak orang di bidang rohani, sehingga penglihatan mereka mengenai perkara-perkara rohani kabur dan buram.

Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu (Luk 11:34).

Di alam jasmani, matahari merupakan sumber terang. Apabila matahari terbit, ada dua hal yang dihasilkan oleh cahaya terangnya, yaitu kebenaran dan kesembuhan. Dosa dan penyakit merupakan pekerjaan kegelapan, tetapi kebenaran dan kesembuhan merupakan pekerjaan terang.

4. Simpanlah itu di lubuk hatimu

Segala perkara dalam kehidupan keluar dari hati kita (Ams 4:23). Apa yang ada di dalam hati akan menentukan segala sesuatu - menentukan arah kehidupan/ nasib yang akan saudara alami di dalam kehidupan. Apabila Firman itu sudah masuk ke dalam hati, maka akan bekerja dan menggenapi janjinya

Firman Allah hanya menjadi kehidupan bagi mereka yang menemukannya.

Pengetahuan teologi pada umumnya tidak menambah iman seseorang. Kita harus menjadi orang yang bodoh di mata dunia ini, supaya kita dapat masuk ke dalam hikmat Allah. 

Bacalah Alkitab secara apa adanya dan terimalah apa yang dikatakan di dalamnya. Firman Allah adalah obat mujarab yang selalu manjur di dalam setiap situasi dan kondisi yang saudara hadapi di dalam setiap kehidupan

Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu. Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan supaya eng.kau hidup (Mzm 103:3; Ul 30:19)

(Sumber: Warta KPI TL No. 18/X/2005; Firman Allah – obat yang selalu manjur, Kenneth E.Hagin).