Rabu, 21 Oktober 2015

00.54 -

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah





Hukum alam “semakin tua semakin loyo” tidak berlaku, jika kita tahu ...

Suasana hati kita mempengaruhi tubuh kita - semua sel dalam tubuh merespon emosi tersebut

- Gembira » menimbulkan energi
- Rasa terima kasih dan kasih sayang  » membuka hati
- Kecemasan » menegangkan otot 
- Murung/depresi » menyebabkan kelelahan 

Tubuh kita merespon citra-citra yang diciptakan oleh batin kita sendiri, dan tubuh kita merespon citra-citra di sekeliling kita. Sugesti seringkali menjadi sebab timbulnya penyakit. 

Di bawah bayang-bayang mental bencana, penyesalan, amarah, dan ketakutan yang bukan saja merampas ketentraman batin, tetapi dapat menipu tubuh menjadi percaya bahwa hal-hal itu benar terjadi. 

Stres mempunyai dampak serius terhadap imunitas atau kekebalan tubuh. Stres kronis berbentuk penyesalan-penyesalan/dendam-dendam lama yang tersimpan lama/perasaan putus asa/tak berdaya ketika merasa tidak memiliki ketrampilan untuk mengatasi tantangan-tantangan hidup. 

Di antara berbagai keadaan stres yang dihadapi dalam kehidupan, yang paling cepat mempengaruhi, adalah stres emosional (berasal dari hubungan yang buruk: perpisahan/ perceraian/kematian) dan stres akibat kerja. 

Dalam kedua hal ini, sistem organ yang paling dahulu terkena adalah usus halus, yang bertanggung jawab tidak hanya mencerna makanan namun juga trauma emosional. 

Semua trauma yang tidak tercerna hati terkumpul di usus halus sebagai simpul kekacauan. Ini yang menimbulkan lambung yang kencang, nyeri dan membengkak, pencernaan yang buruk, sembelit dan gejala lainnya. 

Kalau ada kelainan dan peradangan dalam abdomen, atau kalau sistem pencernaan tidak sehat (jaringan terlalu ketat/terlalu longgar/tanpa kelenturan (atonik), maka tubuh akan memberikan isyarat tanda adanya suatu masalah - tubuh akan mengencangkan otot-otot rongga perut untuk melindungi daerah yang terganggu - suatu tindakan dengan sendirinya (refleks) menghentikan pernafasan perut dan memulai pernafasan dada, sehingga menetralkan gerakan apa saja dalam abdomen. 

Jaringan sehat memiliki kelenturan normal karena syaraf yang mempengaruhi kelenturan tidak terserang oleh racun. 

Dengan pernafasan dada, pembuluh-pembuluh udara kecil tidak mendapat bagian udara dan tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, sehingga ada bagian paru paru yang tidak terpelihara. Lama kelamaan jadi berkurang kemampuan bekerjanya sehingga tubuh mudah terserang penyakit. 

Pola pernafasan normal dari orang yang sehat adalah pernafasan dengan perut (seperti pernafasan bayi). 

Hanya dengan inilah paru-paru dapat bekerja paling efisien (pertukaran oksigen, menggiatkan gerakan pendorongan oleh usus (peristaltik), pengolahan energi. 

Di dalam paru-paru terdapat beribu-ribu pembuluh darah yang halus, di ujungnya terdapat berjuta-juta kantung udara (alveolus) yang sangat penting dan harus mendapatkan udara untuk memperoleh tenaga hidup. Apabila kantung udara ini tidak mendapatkan udara secukupnya, maka berbagai penyakit akan mudah menyerang. 

Pernafasan yang dalam/panjang dapat memberikan energi, karena ketika kita menghembuskan nafas, kita mengeluarkan zat arang sebagai kotoran pembakaran, dan saat menghirup nafas, kita mendapatkan oksigen yang diperlukan tubuh untuk membersihkan darah dan menghasilkan kekuatan. 

Pernafasan perut yang tepat akan menyingkirkan penumpukan racun dan melatih semua organ. 

Selama melakukan pernafasan perut sekat rongga dada (diafragma) akan bergerak naik dan turun, menciptakan pemijatan memompa dan menghisap dari usus. 

Cara pernafasan perut: waktu tarik nafas kita ucapkan Ye...(perut mengembung) dan waktu mengeluarkan nafas kita ucapkan Suuuu.... ( perut mengempis). 

Dengan menyerukan nama “Yesus”, sungguh-sungguh bersifat menyelamatkan, menyembuhkan dan menyucikan (Kis 2:21). 

Pernafasan perut ini memberikan keseimbangan badan dan otak/pikiran, sehingga menjadi tentram. Memberikan efek yang besar bagi pemusatan pikiran (kosentrasi) sehingga kekalutan dan kekacauan pikiran dapat dihilangkan. 

Apakah saudara menjadi lebih rileks? Jika saudara berusaha terlalu keras malah akan menjadi tegang untuk pertama kalinya melakukan pernafasan perut ini. 


Prof. Dr. David McClelland – seorang guru besar psikolog di Harvard – terkenal dengan penelitiannya tentang motivasi manusia. Menggunakan ukuran imunitas/kekebalan yang sangat sederhana – kadar sekresi suatu antibody sIgA dalam air liur yang melindungi gerbang tubuh dari infeksi bakteri, virus, dan parasit. 

Kurangnya sIgA karena stres yang intens, bisa diumpamakan bahwa tentara yang hanya berada dalam lubang perlindungan, memungkinkan berkembangbiaknya bakteri dalam gusi (penyakit dalam rongga mulut, sariawan, kerusakan gigi dan infeksi saluran pernafasan atas, seperti selesma dan flu). 

Ahli jantung Redford Williams dan istrinya, terapis Virginia Williams beserta rekan-rekannya di Duke University Medical School menemukan bahwa bagian yang mengandung racun (toxic) dari sindroma Tipe-A bukanlah perfeksionisme, tekanan waktu, atau mengerjakan banyak hal pada saat yang sama – melainkan karena sikap sinis akibat marah, sikap bermusuhan, dan sikap senang menghakimi (mudah melontarkan ucapan kasar, penuh dengan prasangka atau pikiran buruk terhadap orang lain, senang membesar-besarkan hal-hal sepele di luar proporsinya dan selalu mencari si dungu untuk dijadikan kambing hitam). 

Ketika kita menghakimi dan mengkritik (menunjukan bahwa penilaian kita terhadap orang lain itu merupakan proyeksi tentang apa yang tidak kita sukai dalam diri kita sendiri), kita merasa terpisah dari diri kita sendiri, dari mereka yang kita persalahkan dari kehidupan itu sendiri. Seluruh tubuh kita mengerut ketika hati kita tertutup, daya hidup terkuras. 



Jalan menuju penyembuhan 
- Belajar menenangkan tubuh dan pikiran. 
- Berusaha mengubah persepsi negatif tentang kejadian-kejadian tertentu dalam kehidupan, sehingga dapat belajar merasakan sesuatu secara lain. 
- Menghilangkan segala penyesalan, dendam, dan mudah mengeritik adalah inti penyembuhan fisik, emosional, dan spiritual – penyakit apa saja. 

Dukungan sosial (saling menyayangi dan memperhatikan) merupakan perlindungan terbaik untuk menangkal stres. 

Berpikir positif dapat mengusir rasa sakit dan rasa takut yang dapat memotivasi kita untuk menyembuhkan diri sendiri. 

Namun memaksakan diri tersenyum dan menekan rasa takut kita, sehingga mempengaruhi diri kita secara diam-diam, adalah sebuah taktik yang menyebabkan stres secara kronis dan hasil medis yang jauh lebih buruk. 

Hanya dengan berbagi (sharing) perasaan kita dengan orang lain, tentang krisis yang kita alami, kita dapat membantu orang lain sembuh lebih cepat karena orang bersangkutan tidak lagi merasa sendirian. 

Kasih adalah obat yang benar-benar menjadi penyembuhnya. Jantung, sistem kekebalan tubuh, hormon – itu semua memberikan respon positif kepada aliran kasih sayang dan keterkaitan yang kita miliki dengan diri kita sendiri, dengan orang lain, dengan alam dan dengan keseluruhan yang lebih luas. 

(Sumber: Warta KPI TL No. 18/X/2005; The power of the mind to heal, Joan Borysenko, Ph.D. & Miroslov Borysenko, Ph. D.; Pernafasan untuk kesehatan Usin; Chi nei tsang, Mantak & Maneewan Chia). 

00.51 -

Sekilas Info Detoks

Semakin tua semakin loyo? Hal ini akan tidak berlaku dalam hidup kita bila kita mau melihat kebenaran-kebenaran yang telah diberikan Allah melalui firman-firman-Nya (lih. [Hos 4:6] Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah). 

Bersyukurlah, karena begitu besar kasih Allah kepada kita, sehingga Dia memberikan Yesus kepada kita sebagai batu penjuru (titik pusat penting yang menghubungkan antara ‘manusia rohani’ dan manusia ‘jasmani’) sehingga kita beroleh kasih karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga.

Menjadi kuat secara jasmani, penting untuk tetap kuat secara rohani.

Seringkali dalam menjalani kehidupan yang super sibuk ini, kita sangat mudah mengabaikan kesehatan dalam waktu yang lama. Sehingga tanpa sadar, dalam keadaan stres, mungkin kita juga akan mengalah pada kebiasaan buruk. 

Misalnya: merokok, minum-minuman beralkohol terlalu banyak, makan terlalu banyak, atau sebaliknya, lupa berolah raga, dan kurang tidur; mengikuti pola makan “berciri Barat” (daging merah, daging olahan, kentang goreng, produk-produk susu tinggi lemak, padi-padian yang diproses, makanan manis, dan pencuci mulut). 

Meneruskan pilihan yang tidak benar ini akan menyebabkan keracunan yang berasal dari dalam tubuh sendiri, sehingga kita lebih mudah terserang penyakit. 

Padahal Allah telah memberikan makanan yang bijaksana, yaitu: segala tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang berbiji (Kej 1:29), sumber protein dan lemak baik yang sangat bagus (mengandung gizi komplex) untuk diproses dengan baik di dalam tubuh.

Tulang belakang berfungsi sebagai penjuru dalam tubuh kita. Gaya gravitasi yang terus-menerus dan tiada henti menekan tubuh kita dari kepala hingga ke ujung kaki. 

Jika ada salah satu ruas tulang belakang yang mengalami pergeseran karena postur tubuh yang buruk, cidera dan stres, maka hal ini mengurangi aliran kehidupan atau tenaga dari otak ke sel-sel jaringan tubuh - jaringan apa pun yang penuh dengan urat syaraf akan berhenti bekerja 100%. 

Jadi posisi tubuh kita pada waktu duduk atau berdiri harus dalam keadaan tegak lurus. 

Cara memperbaiki sikap tubuh dan kekuatan punggung: 

- Ketika kita berdiri, kita saling mengaitkan ke dua tangan di bagian belakang pinggang, posisi istirahat di tempat dalam baris-berbaris. 

- Berdiri di tengah-tengah ambang pintu. Angkat tangan setinggi bahu/lebih tinggi, letakkan telapak tangan menyentuh jepitan pintu dan condongkan tubuh ke ambang pintu. Bertahanlah pada posisi ini selama 5 detik, lalu kembalilah ke posisi semula. Lakukanlah latihan ini 3 set setiap hari, masing-masing 15 kali. 

- Latihan bola. Gunakan bola latihan besar, berbaringlah telentang dengan punggung melengkung di atas bola selama 3-5 menit setiap hari. Mulailah perlahan-lahan. 

Selain itu kita sering tidak mengamalkan pengampunan, sehingga perasaan kepahitan tersebut dapat menghancurkan tubuh kita dalam waktu yang sangat singkat - menghentikan hati untuk menyelesaikan tugasnya melakukan detoksifikasi. 

Hati yang berfungsi secara optimal mengurangi kemarahan ketika orang tertekan. 

Gangguan emosi dapat mengurangi keluarnya cairan yang membantu pencernaan alami ini sehingga menyebabkan penyerapan yang tidak sempurna (makan, tetapi tidak bermanfaat). 

Sebagian kecil cara mengatasi detoks (proses pembuangan racun dari tubuh): 

- Rutin minum air putih (lih. Pesan penting untuk kesehatan anda). Lebih baik minum air RO (proses osmosis terbalik, suatu metode untuk menghasilkan air murni dengan menyaring air tidak murni melalui membran semi permeabel). 

Perawatan/terapi dengan menggunakan air. Air dapat membantu membersihkan pikiran negatif, menjernihkan emosi atau perasaan yang mengganggu. 

Misalnya: Hidroterapi (air dalam keadaan mengalir); Talasoterapi (menggunakan air laut dan mineral); olahraga dalam air (misalnya: berenang, berlayar, berarum jeram, selancar angin, menyelam, berjalan di tepi pantai). 

- Mengganti cara dan pola makan yang salah (lih. Sekilas info filsafat vegetaris). 

Kunyahlah makanan perlahan-lahan. Ini akan mengurangi jumlah kerja yang harus dilakukan usus dan pankreas. Menyantap makanan dengan cepat dan rakus akan mengakibatkan gangguan pencernaan dan menghambat fungsi hati. Karena hati dan pankreas menambahkan cairan empedu dan enzim pada makanan yang dikunyah. 

- Jangan minum air/kaldu terlalu banyak ketika makan – karena cairan ini akan membilas cairan lambung yang bermanfaat bagi proses pencernaan; asam pencernaan berkurang, menghasilkan pencernaan yang buruk. 

- Jangan makan buah setelah makan – menyebabkan lambatnya/tertundanya pencernaan dan fermentasi. Fermentasi dari makanan yang tidak tercerna di lingkungan gelap dan hangat (di dalam perut) menghasilkan gas beracun, kotoran berbau busuk, bahkan bisa menghasilkan alkohol. 

- Jangan mengombinasikan protein (daging memerlukan asam untuk mencerna) bersama dengan kabohidrat (roti memerlukan basa). 

Menggabungkan keduanya bisa menghentikan/memperlambat pencernaan. Ketika pencernaan berhenti, pembusukan dimulai, dan kita merasa sakit. 

- Melakukan puasa pada waktu-waktu tertentu - membantu mengistirahatkan alat pencernaan makanan (lih. Puasa ). 

- Berolah raga secara teratur - menstimulasi oksigen; meningkatkan pergerakan dan pembersihan cairan dan racun; bermanfaat untuk meningkatkan energi dan kemampuan berpikir, memunculkan hormon senang (endorfin) menciptakan suasana tenang, tidak gelisah lagi, mengurangi depresi tanpa memerlukan pengobatan; memperbaiki postur tubuh agar berotot dan kuat. Misalnya: berjalan kaki selama 30 menit. 

- Meditasi setiap hari (lih.Meditasi itu kebutuhan ). 

- Terapi tawa (lih. Hidup penuh keceriaan). 

Ketika tertawa, reaksi dalam tubuh didorong dengan keluarnya oksida nitrit, yang membuat pembuluh darah mengendur - pembuluh darah lancar memacu aliran darah. Sehingga darah tersebut dapat membawa zat-zat gizi penting dan oksigen ke sel-sel jaringan tubuh. Tekanan mental menyebabkan pembuluh darah terhambat atau mendapatkan lebih sedikit aliran darah. 

- Tidur pulas. Ketika tidur, tubuh mempunyai kesempatan untuk melakukan semua perbaikan organ dan jaringan tubuh. 

Waktu di mana tubuh kita melakukan proses detoxin: 

Pukul 21.00 – 23.00: di bagian sistem anti bodi kelenjar getah bening; harus dalam suasana yang tenang atau mendengarkan musik, bukan suara hiruk-pikuk. 

Pukul 23.00 – 01.00: di bagian hati dan sumsum tulang belakang mulai memproduksi darah; harus dalam kondisi tidur pulas. 

Pukul 01.00 – 03.00: di bagian empedu; harus dalam kondisi tidur pulas. 

Pukul 03.00 – 05.00: di bagian paru-paru. Pada masa ini tidak perlu minum obat batuk agar jangan mengganggu proses pembersihan. 

Pukul 05.00 – 07.00: di bagian usus besar; karenanya harus buang air besar. 

Tetapi hukum alam ini tidak berlaku jika kita mempersembahkan waktu itu untuk Tuhan. 

- Perawatan spa/pijat/kerokan. 

Jika organ tubuh ... lemah, maka aliran kehidupan tersembunyi di ... 

Paru-paru dan jantung – di lipat siku. 
Hati – di bawah ketiak. 
Ginjal – di lipat lutut. 
Limpa – di lipat paha. 

Selain itu dapat juga dilihat dari jaringan payudara. Jika jaringan itu sehat, maka fungsi pencernaan dan detoksifikasi dapat berlangsung dengan baik. 

- Menghindari emosi yang negatif (lih. Emosi yang mematikan}.

Tidak semua adalah baik bagi setiap orang. Banyak orang mati karena rakus, sedangkan orang yang menjaga dirinya memperpanjang umur. Periksalah dirimu mengenai cara hidupmu, perhatikanlah apa yang buruk bagimu, lalu jangan kaubiarkan terus (Sir 37:27-31).

(Sumber: Warta KPI TL No. 53/IX/2008; Sehat tanpa obat, Dr. Robert Demaria; 50 rahasia alami detoks, Tracey Kelly; Water Detox, Jane Scrivner; Kejadianku dahsyat dan ajaib!, Mansor November 2004 No. 80 Tahun VII; Tusuk jarum, B.U. Hadikusumo).

Artikel terkait







00.46 -

Sekilas Info Filsafat Vegetaris

Makanan itu mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi keadaan semua tingkat kehidupan kita – jasmani, mental dan spiritual.


Apabila kita hidup sewajarnya, sesuai dengan hukum-hukum keharmonisan dengan alam semesta, kita tidak akan sakit baik pikiran maupun badan. 

Sumber pertama dari penyakit itu bukanlah zat yang ada di luar seperti bakteri dan virus, tetapi kekotoran yang ada di dalam tubuh yang disebabkan oleh sistem pencernaan dan pembuangan tidak sempurna.

Apabila terlalu banyak makanan yang bersifat asam masuk ke dalam badan, tubuh dan darah menjadi asam, limpa, hati, jantung dan ginjal yang merupakan alat-alat tubuh yang menjernihkan darah akan menjadi lemah dan mudah diserang penyakit.

Karena sampah yang beracun itu tidak dapat dibuang dengan baik, dan mengumpul di persendian-persendian, menyebabkan rhematik dan asam urat, atau racun itu akan keluar melalui kulit (jerawat, bisul, bengkak). 

Keadaan keasaman itu akan dapat menyebabkan berbagai penyakit termasuk ambeian, kanker, lepra, kelumpuhan, sakit ginjal dan hati, batu empedu, dan berbagai infeksi, TBC, impoten, hipertensi,dan penyakit jantung, stroke dan serangan jantung, asma dan berbagai jenis alergi lainnya.

Semua bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan untuk mengawetkannya, untuk memberi warna rasa, ditambah dengan polusi udara, minum minuman keras dan merokok, tersebarnya obat-obatan sehingga manusia banyak orang yang kecanduan olehnya dan terutama tegangan emosional yang mencekam mengakibatkan perubahan drastis kepada kelenjar endokrin – semuanya ini menambah racun kimia kepada sistem kita. Beberapa dari produk buangan dari racun-racun ini lewat ginjal dan dubur atau melalui kulit menjadi keringat. 

Tetapi banyak juga jenis racun melekat menyatu dengan sel-sel, dengan alat-alat tubuh, dengan kelenjar-kelenjar, pembuluh darah nadi dan darah balik, dan mengalir di dalam aliran darah.

Bakteri dan virus menyakiti kita hanya apabila badan itu sudah lemah sebagai akibat racun yang tertimbun di dalamnya.

Apabila sisa-sisa di dalam tubuh dan racun-racun itu tidak dikeluarkan dari badan, maka kita menjadi “toxemia” (keracunan di dalam) yang merupakan akibat dari tertimbunannya sampah metabolisme. 

Jadi bukan penyakitnya yang disembuhkan tetapi badan itu sendiri yang harus dibersihkan dari racun-racun yang tertimbun itu.

Makanan yang menghasilkan asam yang harus dihindari apabila sedang salah cerna/sakit : daging, makanan yang diputihkan seperti beras, roti putih, gula putih, manisan, kue-kue, makanan goreng yang berminyak, terlalu banyak protein, dsb. – dimakan secara berlebihan.

Makanan yang bersifat alkali yang harus ditingkatkan dalam diet: hampir semua sayur-sayuran, khususnya sayur-mayur yang berwarna hijau; kecambah (sangat baik sebagai pembersih tubuh dan penuh dengan vitamin, mineral); kedelai (penanggulangan yang baik sekali terhadap tingkat keasaman yang tinggi – paling alkali); susu, mentega; madu; buah dan sari buah yang banyak airnya – merupakan makanan yang paling mudah dicerna; kelapa (air kelapa/santannya sangat baik bagi penyakit yang disebabkan oleh asiditas); jeruk terutama jeruk purut + madu/ garam + air – untuk membersihkan darah dan menenangkan jiwa (walaupun bangsa jeruk pada dasarnya bersifat asam, tetapi di dalam pencernaan bereaksi alkali) .

Daging bukan merupakan makanan yang alamiah dan makanan sehat. Dengan memakan daging memang kita bisa hidup, tetapi begitu cepat menghancurkan badan dan mengakibatkan berbagai jenis penyakit.

Pemakan daging lebih banyak menderita sakit karena: 

Sesaat sebelum hewan disembelih, karena ketakutan/marah, racun rasa sakit menyebar keseluruh tubuh – tetap melekat pada daging dan kemudian meracuni sel-sel tubuh manusia yang memakannya, juga mengganggu pikirannya. 

Bahaya ketularan karena menderita penyakit. 

Daging lambat sekali perjalanannya di dalam sistem pencernaan manusia, sehingga menghasilkan zat-zat beracun dan menghancurkan sistem pencernaan kita sebelum waktunya; ketika ginjal tidak mampu lagi menanggung beban, maka asam uric yang tidak dikeluarkan itu diendapkan ke seluruh tubuh. Lalu diserap oleh jaringan otot tubuh dan kemudian mengeras seperti kristal. 

Apabila pengerasan terjadi dipersendian disebut arthritis dan rhematik. 

Apabila asam uric mengendap pada syaraf-syaraf, terjadi neuritis dan sciatica. 

Apabila sel-sel tubuh dibentuk oleh makanan yang sudah mengalami pembusukan yang terjadi pada daging hewan dimana kecenderungan nafsu-nafsu rendah, mendominasinya, jadi wajarlah pikiran itu cenderung untuk menuju ke hal-hal yang bersifat rendah. 

Daging itu merupakan makanan yang hampir tidak berserat sehingga mengakibatkan sembelit kronis.

Allah memberikan hikmat/pengetahuan/kebijaksanaan/pengertian
kepada mereka yang mempunyai disiplin untuk menahan diri terhadap makanan dan menghabiskan waktu untuk berdoa membaca firman-Nya, serta mencari kehendak-Nya. Doa, puasa dan tobat adalah obat paling baik untuk menyembuhkan zaman ini

(Sumber: Warta KPI TL No. 22/II/2006; Makanan untuk membina kejernihan pikiran, Avadhutika A nandamitra Acarya)


00.43 -

Emosi Yang Mematikan

Sebagian orang di dunia ini menjalani kehidupannya seperti ketika mereka hendak naik roller coster. Mereka memakai sabuk pengaman dan mencengkram palang pengaman sekuat mungkin, berusaha tetap bertahan pada saat naik, turun, sangat gembira dan takut. Mereka bahkan tidak tahu seberapa stres yang tengah mereka ciptakan di hati. Semakin lama permainan itu berlangsung, semakin terbiasa dengan ketegangan di perut dan leher mereka.


Sebuah roller coster emosional juga dapat membuat seseorang goyah – tidak pasti, tidak stabil, stres, lemah dan tidak mampu menjalankan perannya secara penuh. Roller coster emosional melemahkan, baik kesehatan fisik maupun psikologis seseorang, seringkali membuat pikiran dan tubuh kehilangan energi dan kekuatan. 


Dengan cara yang sama, semakin lama seseorang hidup dengan beban stres yang tak dapat ia hindari, semakin terbiasa ... sampai ia mencapai tingkat di mana kekecewaan, kepedihan, kekuatiran, ketakutan, kemarahan, kepahitan, kebencian, dan berbagai tingkat ‘kesedihan’ tampaknya menjadi norma kehidupan.

Stres adalah ketegangan/tekanan secara mental/fisik karena tidak dapat memenuhi pengharapan dan tidak bisa mengatur reaksi terhadap kekecewaan.

Stres seseorang menciptakan stres bagi semua orang dalam keluarga/lingkungan

Tingkat stres seseorang berhubungan dengan apa yang seseorang percayai. Apa yang kita rasakan secara emosional seringkali menjadi bagaimana kita merasa secara fisik.

Stres emosional jangka panjang menyebabkan kelenjar bawah otak menghasilkan terlalu banyak hormon; menyebabkan aliran hormon epinephrine (adrenalin) dan norepinephrine (salah satunya kortisol) secara terus menerus ke dalam darah. 

Jika dibiarkan saja, pelepasan hormon-hormon stres ini dapat menghancurkan tubuh serupa dengan asam yang menghancurkan logam. Bahkan berjam-jam setelah peristiwa yang mengakibatkan stres itu pun reda, kadar hormon-hormon itu dapat tetap pada tingkat tinggi dan melanjutkan pengaruhnya yang merusak.

Akibat dari semua kecanduan hormon stres adalah:

Kondisi kesehatan yang buruk dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh, masalah jantung dan penuaan dini. 

Menjadi terobsesi untuk memenuhi keinginan secara emosional, sampai akhirnya mereka menjadi mati rasa terhadap apa yang sesungguhnya penting dalam kehidupannya – suka getaran yang terjadi dalam usaha pencapaian karier, gaya hidup, sasaran secara keuangan atau hadiah-hadiah lainnya.

Ciri-cirinya: hidup selalu terburu-buru/dalam keadaan darurat (tak dapat rileks), mudah terluka oleh beberapa masalah/isu yang terus menerus.

Allah merancangkan pelepasan hormon adrenalin dan kortisol itu untuk memampukan seseorang melepaskan diri dari situasi traumatis dari pemangsa-pemangsa yang berbahaya. Tubuh seharusnya tidak melepaskan hormon stres sepanjang hari untuk stres-stres kecil.

Adrenalin adalah suatu hormon stres yang menghasilkan perasaan ‘perkasa’ sekuat obat-obatan terlarang (dapat memampukan tubuh melakukan perkara yang menakjubkan) - memiliki banyak energi, tak butuh banyak tidur, dan cenderung merasa sangat bergairah menghadapi kehidupan secara umum. 

Kadar adrenalin yang tinggi dan berkepanjangan:

Menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah sehingga detak jantung menjadi lebih cepat dan tekanan darah tinggi.

Menyebabkan peningkatan trigliserida, yang adalah lemak di dalam darah dan peningkatan gula darah.

Menyebabkan darah membeku lebih cepat (yang menyebabkan terjadinya plak), tiroid menjadi terlalu dirangsang, dan tubuh lebih menghasilkan lebih banyak kolestrol.

Kadar kortisol yang tinggi dan berkepanjangan:

Gangguan fungsi kekebalan.

Menyebabkan tubuh menahan sodium (garam), yang menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Penurunan massa otot dan penghambatan pertumbuhan dan regenerasi kulit – keduanya terkait langsung dengan kekuatan, pengendalian berat badan, dan proses penuaan secara umum.

Menyebabkan peningkatan berat badan dan menghasilkan kegemukan yang menetap, khususnya bagian tengah.

Menyebabkan kadar gula darah dan insulin meningkat dan tetap bertahan pada tingkat tinggi. 

Menyebabkan kadar trigliserida/kolestrol meningkat dalam aliran darah dan dapat tetap bertahan pada tingkat tinggi. 

Menyebabkan kekurangan kalsium, magnesium dan potasium dalam tulang. Peningkatan kerapuhan tulang, yang mengakibatkan terjadinya osteoporosis.

Kerusakan ingatan dan kemampuan belajar - kerusakan sel-sel otak.

Orang-orang yang hidup dengan stres berkepanjangan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit dan jamur. 

Stres kronis yang tak terselesaikan memiliki hubungan dengan masalah fisik:

Masalah-masalah jantung dan vaskuler – hipertensi, jantung berdebar-debar, arrhythmias (perubahan detak jantung, dalam kecepatan maupun kekuatan), pusing-pusing, mitral valve prolapse (penurunan kemampuan katub jantung, yang dapat menyebabkan kebocoran katub), paroxysmal atrial tachycardia (detak jantung yang kecepatannya tiba-tiba meningkat), prematur ventrikuler/kontraksi atrial (detak jantung tak teratur).

Masalah sistem pencernaan – penyakit gastroesophogeal reflux (makanan yang masuk muntah kembali), ulcer (tukak lambung), gastritis (radang organ pencernaan), heartburn (rasa terbakar dan kejang di perut), indigestion (susah makan), sembelit, diare dan ketidakteraturan buang air besar, gangguan buang air besar, penyakit inflammatory bowel (termasuk penyakit Crohn dan ulcerative colitis)/radang usus).

Sakit kepala – migrain, ketegangan.

Sistem genitourinary – prostatitis kronis (infeksi prostat), infeksi peragian kronis dan sering kambuh, frequent urination (sering buang air kecil), kehilangan nafsu seks dan impotensi, infeksi sistem pembuangan air seni, tingkat progesteron dan testoteron yang rendah.

Rasa sakit dan radang – sakit punggung kronis, fibromyalgia, sindrome nyeri kronis, tendonitis (radang otot), sindrome carpal tunnel (tulang pergelangan tangan), masalah TMJ (persendian pada radang).

Masalah paru-paru dan pernafasan – flu kronis, infeksi sinus, sariawan, infeksi telinga; bronkitis kronis, pneumonia (radang paru-paru), asma, bronchropasm (penyempitan saluran udara menuju paru-paru, disebabkan oleh kekejangan otot yang melingkarinya), nafas pendek, hiperventilasi (pengeluaran CO 2 yang berlebihan melalui pernafasan).

Kerusakan kekebalan tubuh – kelelahan kronis, infeksi kronis dan sering kambuh.

Masalah dengan kanker – sel-sel kanker adalah umum di dalam setiap orang. Kebanyakan dari kita memiliki sistim kekebalan tubuh yang secara kuat dan efisien menghancurkan sel-sel yang berbahaya itu. Tetapi hal itu dapat dirusak oleh stres sehingga sel-sel ‘pembunuh’ alami itu tidak berfungsi.

Masalah dengan penyakit-penyakit autoimmune - otak mengatur tanggapan kekebalan tubuh dan ketika pengaruh yang berkaitan dengan pengaturan dari otak ini terganggu, hasilnya bukannya pengurangan tanggapan kekebalan tubuh (kurangnya aktivitas sel-sel ‘pembunuh alami’), namun justru stimulasi berlebihan dari tanggapan kekebalan tubuh. 

Dalam kasus ini, sistem kekebalan tubuh bekerja dengan kecepatan berlebihan. Akibatnya adalah sistem kekebalan tubuh tidak hanya melawan bakteri, virus, parasit, jamur dan kanker, namun juga menyerang sel-sel yang sehat. 

Akhirnya yang terjadi adalah penyakit peradangan autoimmune, seperti rhematoid arthritis (peradangan persendian yang disertai dengan gejala seperti rematik) atau lupus.

Masalah dengan alergi – penyakit alergi semuanya berkaitan langsung dengan sistem kekebalan tubuh, termasuk alergi rhinitis, alergi makanan, gatal-gatal, eksema, dan asma. 

Stres yang berlebihan dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi bingung (suatu reaksi zat yang pada hakikatnya tak berbahaya seolah-olah itu berbahaya).

Masalah dengan penyakit kulit. Sebenarnya mereka tak dapat lagi menanggung perasaan yang menyebabkan stres, melepas kesedihan melalui kulit mereka, yang memanisfestasikan dirinya dalam bentuk penyakit kulit yang menyakitkan/mengganggu. 

Misalnya: psoriasis (penyakit kulit yang ditandai dengan pembentukan belang-belang merah dan putih), eksema (‘melepuhnya’ kulit), gatal-gatal dan jerawat – semuanya menyebabkan luka pada kulit. Kondisi-kondisi ini, jika sampai pada tahap melepuh menciptakan luka kecil terbuka yang dapat menjadi jalan masuk organisme mikroskopis masuk ke dalam tubuh. 

Rahang terkatup dan gigi mengerat pada malam hari ketika seseorang berada dalam kondisi stres kronis.

Ketika seseorang memasukkan emosi-emosi yang kuat dan merusak di dalam jiwanya, ia sedang menciptakan masalah bagi dirinya. Pikiran bawah sadar harus bekerja lebih keras untuk menjaga agar emosi-emosi itu tetap di dalam perangkap. Emosi-emosi itu tidak mati. Kita menguburnya, namun kita mengubur sesuatu yang masih hidup.

Rasa malu cenderung menciptakan perasaan dukacita dan kesedihan yang mendalam, serta kurangnya percaya diri.

Dari mana kita belajar rasa malu?

Anak-anak – ketika orang tua/guru/orang penting lain mempermalukannya (dicap bodoh, lamban, dungu, tak mampu belajar dll.).

Orang-orang dewasa – ketika terjadi pelecehan seks dan fisik. Akhirnya terdapat banyak perselingkuh dan percerai, serangkaian persoalan yang tiada hentinya, dan dapat merusak hubungan-hubungan yang dekat.

Di dalam hati orang yang merasa malu merasa bahwa ia tidak dicintai dan tidak layak menerima perhatian dari siapa pun. Juga mengarah pada penyalahgunaan obat-obatan terlarang, alkoholisme, gangguan kebiasaan makan, dan judi yang tak terkendali, serta perilaku-perilaku kompulsif lainnya.

Rasa bersalah menyebabkan kemarahan akibat merasa terjebak karena tertangkap basah/menjadi korban kelemahan kita.

Baik rasa bersalah maupun malu menciptakan suatu lingkaran pemikiran negatif yang tiada hentinya. Seringkali berjalan dengan pundak membungkuk dan kepala tertunduk – menunjukkan penampilan yang ingin mereka sembunyikan (merasa seolah-olah setiap orang mengetahui segala sesuatu/mengamati/kritis terhadapnya). Emosi-emosi ini tak pernah menghasilkan kebebasan, kekuatan atau kesehatan emosional maupun fisik. 

Orang-orang yang memiliki sikap permusuhan memendam atau mengubur kemarahan mereka (menciptakan tekanan bagi diri sendiri), yang berakibat melepaskan lebih banyak adrenalin dan norepinephrine ke dalam darah (hormon-hormon ini meningkatkan tekanan darah dengan mengerutkan pembuluh-pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung).

Orang-orang yang marah juga meningkatkan kadar kortisol, menyebabkan tubuh menahan sodium (garam), yang memperbesar masalah tekanan darah; meningkatkan kadar trigliserida dan kolestrol, membuat trombosit lebih kental.

Peristiwa-peristiwa dunia dan krisis-krisis pribadi adalah dua sumber ketakutan yang mematikan (Luk 21:26).

Kepedulian berakar dalam suatu ketakutan akan kehilangan. Terlalu peduli menggambarkan suatu kondisi di mana seseorang terlalu menyatu/melekat terhadap apa yang ia pedulikan. Sebagai akibatnya ia menjadi sengsara. Demikian juga penerimanya mulai merasa khawatir, cemas, rasa bersalah, terancam, takut dan bahkan marah.

Kecemasan (kuatir) adalah perasaan takut terhadap apa yang akan terjadi yang tidak menyenangkan dalam berbagai macam situasi kehidupan, hampir setiap waktu – selalu membenarkan kepedulian mereka.

Kecemasan menyebabkan stres yang secara khusus 

Menyerang otot-otot di punggung bagian atas dan leher. Sementara otot-otot itu menegang dan menjadi terlalu lelah, itu mengalami kejang dan menyebabkan sakit kepala.

Menyulut tanggapan stres yang menyebabkan adrenalin membanjiri tubuh sehingga tekanan darah melonjak tajam. Jika lapisan lemak yang menyebabkan trombosit menjadi lebih lengket dan lebih mudah membentuk gumpalan, maka lingkungan tersebut sudah matang bagi pengembangan penyakit kasdiovaskuler dan penumpukan plak.

Memperlambat pelepasan cairan pencernaan, termasuk asam hydrochloric dan enzim-enzim pencernaan. Tubuh melangsir darah mengalir dari sistem pencernaan dan mengarahkannya ke otot-otot untuk persiapan bagi tanggapan lawan atau lari (menghidupkan sistem syaraf simpatik dan mematikan sistem ‘syaraf parasimpatik’ – yang membantu pencernaan).

Ketakutan (kecemasan jangka pendek yang terkonsentrasi) adalah suatu perasaan yang sangat kuat yang menghasilkan suatu tanggapan psikologis yang sangat kuat; mengantar pada pemikiran yang merusak, yang menyebabkan keputusasaan dan kurangnya pengharapan.

Ketakutan biasanya dimulai dengan suatu pemikiran yang negatif tentang suatu peristiwa/situasi yang menakutkan dalam kehidupannya.

Ketakutan menyamarkan pesan dari hati. Barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih (1 Yoh 4:18)

Kebencian dimulai dengan keluhan. Cerita keluhan itu sebenarnya merupakan kisah pengalaman yang menyakitkan dari masa lalu yang belum diselesaikan.

Semakin sering kita menceritakan atau mengulang ceritanya, semakin berakar pula kepahitan, kebencian dan ketidakrelaan dalam mengampuni. 

Ketika seseorang memberi ruang terlalu besar pada emosi-emosi yang meracuni itu, akhirnya semua pemikiran akan berpengaruh – akan berubah menjadi sinis, tak percaya dan pesimis, dan dalam banyak kasus, marah atau depresi, karena sakit hati yang dialami. 

Kebencian adalah penyakit yang bisa dicegah dengan mengalihkan dengan pikiran yang positif (Flp 4:8). 

Kepahitan dan kebencian bertumbuh mendalam dan berkelanjutan dipicu oleh ingatan-ingatan yang membangkitkan kemarahan, sehingga membenci segala sesuatu dalam hidupnya – membenci di mana dan bagaimana ia hidup, bagaimana penampilannya, bagaimana perasaannya ... bahkan membenci dirinya sendiri - hampir selalu percaya bahwa orang lain yang salah, bahkan seringkali juga mempersalahkan Allah.

Kebanyakan kecermasan dan depresi berakar pada rasa bersalah menetap yang untuk mana seseorang tidak pernah menerima pengampunan sejati.

Cemburu adalah kesadaran yang menyakitkan/membangkitkan kemarahan melihat keuntungan yang orang lain nikmati. Itu disertai dengan suatu keinginan yang besar untuk memiliki keuntungan yang sama – dengan cepat membangkitkan perasaan persaingan/dendam, yang pada gilirannya dapat menimbulkan kemarahan dan permusuhan.

Orang-orang yang memendam emosi negatif, khususnya kemarahan dan permusuhan selama bertahun-tahun, tidak perlu banyak untuk melepaskannya. Cercaan yang sekalipun dapat menyebabkan suatu ledakan yang melampaui suatu tanggapan normal. 

Apa yang terjadi ketika kita menekan kemarahan/ketakutan? Kita merasakan ketegangan yang normal itu, namun ketegangan itu diarahkan ke dalam, bukannya ke luar. Tubuh mengalihkannya pada otot-otot di dalam tubuh. Ekspresi ‘aduh’ tidak diungkapkan...untuk sementara waktu. Akhirnya, kita bangun dengan punggung yang kaku atau leher yang sakit dan ekspresi ‘aduh’ memperoleh jalan keluarnya.

Depresi adalah kemarahan yang terpendam di dalam diri seseorang, berasal dari trauma-trauma masa kanak-kanak dan konflik-konflik tak terselesaikan yang tersembunyi di balik banyak lapisan mekanisme pertahanan diri seperti penyangkalan.

Pemendaman emosi yang cukup lama itu sebagian besar bersifat bawah sadar; cenderung mengungkapkan hal-hal berikut ini: 

Perfeksionisme (berusaha menjaga segala sesuatu ‘sempurna’ dalam hidupnya).

Keinginan untuk menguasai.

Keraguan diri dan rendah diri - merasa tidak dikasihi atau ditolak; mencemoh kelemahan-kelemahan diri sendiri, mengucilkan pujian, membuat komentar-komentar yang terlalu kritis tentang kegagalan-kegagalan/kesalahan yang kecil, mengkritik suatu keputusan setelah hasilnya diketahui.

Sinis dan kritis – mahir dalam mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan mengarahkannya pada orang lain untuk menghindari penolakan, sakit hati/tekanan emosionasl lebih lanjut.

Perzinahan – banyak orang yang memiliki perasaan rendah diri dan memendam emosi, berusaha keras untuk menyenangkan semua orang dan mencari ekspresi-ekspresi di tempat-tempat lain dengan orang-orang yang tidak seharusnya. Mereka bisa menjadi terlalu berani dalam berhubungan seks demi memenuhi keinginan mereka untuk mengalami kasih sayang dan keamanan yang tidak mereka peroleh semasa kanak-kanak/untuk kompensasi penolakan yang mereka rasakan dari pasangannya.

Dosa kemarahan dan permusuhan yang tak kunjung reda, akan mengeraskan hati manusia. Kenyataannya, pembuluh-pembuluh yang mengeras atau mengapur dapat menyebabkan jantung manusia benar-benar terlihat sekeras batu pada saat diotopsi.

Di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan (Pkh 1:18).

(Sumber: Warta KPI TL No. 36/IV/2007; Emosi yang mematikan, Don Colbert, M.D.).

00.31 -

Firman Allah – Obat Mujarab Yang Selalu Manjur

Kesembuhan adalah kehendak Allah untuk kepentingan manusia, Ia tidak pernah membedakan orang (Kis 10:34). Allah sendiri yang memberi jaminan bahwa Firman akan ditepati (Mat 24:35).

Apabila dokter memberi obat kepada seseorang, selalu ada petunjuk mengenai pemakaiannya yang tertulis di botol. Dokter tidak menjamin obat yang diberikan itu mujarab, kecuali apabila digunakan sesuai dengan petunjuk-petunjuk pemakaiannya. Beberapa jenis obat yang diminum orang harus masuk ke dalam peredaran darah dahulu, barulah obat itu akan mujarab. 

Demikian juga dengan obat Tuhan, ia akan mujarab apabila benar-benar masuk ke dalam hati kita. Firman Allah dapat menyembuhkan tubuh jasmani, tidak peduli apa pun masalah dengan fisik saudara! Akan menjadi obat mujarab yang selalu manjur bagi seluruh tubuh dan bagi setiap keadaan di dalam kehidupan. 

Sebab itu Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membeda-bedakan pertimbangan dan pikiran hati kita (Ibr 4:12).

Bila saudara berada dalam ketidaktaatan, terbukalah pintu iblis untuk bekerja di dalam kehidupan saudara. Kata-kata yang saudara ucapkan menentukan apakah saudara akan menerima kesembuhan atau tidak sama sekali. Mengapa? Karena kata-kata saudara menunjukkan iman saudara. ...Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibr 12:2).

Orang-orang yang disembuhkan secara bertahap, mereka belajar berjalan dengan iman di dalam Firman, mereka menjadi lebih baik dan mulai menunjukkan perkembangan yang meningkat. Kadangkala seseorang menerima mujizat dan sakit kembali karena kembali pada kebiasaan yang sama seperti sebelum disembuhkan.

Supaya Firman Tuhan menjadi obat untuk tubuh jasmani, ikutilah petunjuk ini (Ams 4:20-22):

1. Perhatikanlah perkataan-Ku

Di dalam seluruh Alkitab jelas sekali terlihat bahwa kunci rahasia untuk dapat menerima kesembuhan dari Tuhan adalah mendengar (Kel 15:26) – apa yang didengar dan bagaimana cara kita mendengar. Hal ini bukan saja merupakan kunci untuk menerima kesembuhan, tetapi juga kunci untuk memperoleh iman (Rm 10:17). Sayang sekali ada orang yang cukup rajin membaca Alkitab, tetapi mereka tidak pernah mendapatkan “pendengaran” yang disebutkan Alkitab.

2. Arahkanlah telingamu kepada ucapan-Ku – suatu tindakan yang bersinambungan terus menerus (Rm 10:17)

Pada saat mengarahkan (menurunkan) telinga, saudara juga menundukkan kepala – menandakan suatu sikap yang rendah hati dan terbuka kepada pengajaran. 

Firman Tuhan dapat menyelamatkan/menyembuhkan/memberkati dengan berbagai cara, tetapi hanya apabila menyambutnya dan menerimanya dengan rendah hati (jangan datang dengan segala argumentasi, prasangka dan konsep-konsep yang lama – hal-hal yang menyulitkan seseorang untuk bersikap sederhana dan tulus adalah sikap mengandalkan kepintaran otak dan sikap pandai mencari dalih).

3. Janganlah semuanya itu menjauh dari matamu

Di alam jasmani, jika orang bermata normal tidak memfokuskan pandangan kedua matanya dengan benar, ia akan memperoleh penglihatan yang kabur karena yang diterima matanya “berbayang”. Itulah masalah yang dialami oleh banyak orang di bidang rohani, sehingga penglihatan mereka mengenai perkara-perkara rohani kabur dan buram.

Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu (Luk 11:34).

Di alam jasmani, matahari merupakan sumber terang. Apabila matahari terbit, ada dua hal yang dihasilkan oleh cahaya terangnya, yaitu kebenaran dan kesembuhan. Dosa dan penyakit merupakan pekerjaan kegelapan, tetapi kebenaran dan kesembuhan merupakan pekerjaan terang.

4. Simpanlah itu di lubuk hatimu

Segala perkara dalam kehidupan keluar dari hati kita (Ams 4:23). Apa yang ada di dalam hati akan menentukan segala sesuatu - menentukan arah kehidupan/ nasib yang akan saudara alami di dalam kehidupan. Apabila Firman itu sudah masuk ke dalam hati, maka akan bekerja dan menggenapi janjinya. 

Firman Allah hanya menjadi kehidupan bagi mereka yang menemukannya.

Pengetahuan teologi pada umumnya tidak menambah iman seseorang. Kita harus menjadi orang yang bodoh di mata dunia ini, supaya kita dapat masuk ke dalam hikmat Allah. 

Bacalah Alkitab secara apa adanya dan terimalah apa yang dikatakan di dalamnya. Firman Allah adalah obat mujarab yang selalu manjur di dalam setiap situasi dan kondisi yang saudara hadapi di dalam setiap kehidupan. 

Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu. Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan supaya eng.kau hidup (Mzm 103:3; Ul 30:19)

(Sumber: Warta KPI TL No. 18/X/2005; Firman Allah – obat yang selalu manjur, Kenneth E.Hagin).

Rabu, 02 September 2015

19.23 -

Pesan Penting Untuk Kesehatan Anda



Udara, air, dan makanan adalah tiga hal pokok untuk kehidupan. Kita tahu tanpa udara kita bisa mati; kita makan agar bisa bertahan hidup; tetapi kita sering mengabaikan kebutuhan akan air.


Kita hidup dengannya, dilahirkan olehnya, dan kita bertahan hidup olehnya. Air bisa untuk menyimpan ‘ingatan’, memiliki energi, getaran, gema (resonansi), apa pun yang kita letakkan di dekatnya/rendam/campurkan di dalamnya. 


Jadi energi/getaran air yang ada di dekat kita akan menjadi energi dan getaran yang kita alami.

Tanpa cukup cairan di dalam tubuh, kita mengalami dehidrasi dan organ-organ pembersih (hati, ginjal, sistem getah bening, peredaran darah, paru-paru, dan sel-sel) tidak bisa berfungsi secara efisien, dan peredaran darah menjadi lamban.

Beberapa fakta yang mengagumkan tentang air:

Tubuh kita terdiri dari air 60%, otak dan otot 75%, darah 82%, tulang 25%. 

Air di dalam tubuh mempertahankan keseimbangan pH tubuh dan mengatur suhu tubuh – pada hari-hari panas, keringat menyebabkan kita kehilangan sampai 16 gelas air perhari; dalam cuaca dingin, tubuh membutuhkan air dalam jumlah yang sama seperti pada cuaca yang panas.

Air untuk membantu kita bernafas karena melembabkan udara pada saat kita menghirupnya; untuk menghembuskan nafas.

Air membantu mengeluarkan racun dan bahan sisa metabolisme.

75% dari rasa lapar kita sebenarnya adalah permintaan akan air. Jadi, setiap kali saudara merasa lapar, minumlah satu gelas air. Jika 20 menit kemudian masih merasa lapar, saudara bisa memakan sesuatu. Berkurang sebesar 2% saja, kita akan mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). 

Begitu kita mengalami dehidrasi, fungsi tubuh akan mulai melamban dan beroperasi secara tidak efisien. 

Jika kita tidak cukup minum, pasokan air akan habis sebelum air mencapai bagian luar dan kulit kita akan tampak kering, kerut-kerut wajah akan lebih terlihat, rasa nyeri serta linu. Mulut yang kering merupakan tanda terakhir dari dehidrasi.

1. Dehidrasi ringan memperlambat metabolisme sebanyak 3% - penyebab perasaan lemas ketika bangun dan letih sepanjang hari, memperlambat ingatan, kesulitan menghitung/ membaca/memilah pekerjaan, bisa mengakibatkan kulit kering dan gatal.

2. Dehidrasi tingkat sedang – sakit kepala, pusing.

3. Dehidrasi jangka panjang – tekanan darah tinggi, buruknya peredaran darah/pencernaan/ginjal, serta fungsi dan proses tubuh yang lambat.

Jika mengalami beberapa gejala tersebut di atas, hanya dengan minum air dalam jumlah yang benar bisa membuat perbedaan besar pada tubuh dan kehidupan kita – mempunyai energi yang luar biasa, kulit yang bercahaya, turunnya berat badan, berkurangnya selulit, membaiknya imunitas tubuh, tidak letih dan lesu, mampu berpikir jernih sepanjang hari dan meningkatnya kesehatan dan kesejahteraan secara umum.

Banyak penyakit serius yang disebabkan oleh dehidrasi yang bisa diobati dengan memperbolehkan tubuh berfungsi pada tingkat hidrasi optimal dan imunitas lengkap.

Apakah akibat dari terjadinya dehidrasi?

* 75% rasa lapar sebenarnya adalah sensasi haus 

Jika kita menerapkan cara makan, misalnya minggu ini makan banyak dan minggu berikutnya nyaris tidak makan apa pun untuk menyeimbangkan tindakan minggu sebelumnya (Sindroma Yo-Yo), maka tubuh akan berupaya ekstra keras untuk mengimbangi fluktuasi yang ekstrem ini. Sama halnya dengan air. 

Jika saudara minum banyak minggu ini lalu nyaris tidak minum air pada minggu berikutnya, maka tubuh akan berusaha mengatur diri dengan menahan pasokan air yang ada. Akhirnya tubuh memasuki modus kelaparan. 

Untuk mengatur titik puncak dan titik dasar, metabolisme akan melambat agar tidak membakar lemak. Dengan melakukan hal ini, tubuh mempunyai cadangan lemak untuk digunakan ketika kelak kita melaparkan diri. 

Akibatnya adalah, bahwa ketika berdiet, tidak mengalami penurunan berat tubuh karena tubuh tidak mau menempatkan diri pada posisi kacau. 

Maka terjadi dehidrasi dengan cara yang sama: tubuh membutuhkan air, jika kita tidak memberinya cukup banyak maka tubuh akan membuat cadangan agar bisa tetap berfungsi – hasilnya adalah retensi air. 

* Jika kita mengalami dehidrasi, keseimbangan pH akan terganggu (pH di bawah 7,4) dan keasaman tubuh meningkat. 

Tingkat keasaman ini bisa berdampak pada cairan di dalam sel-sel. Pada keadaan perut panas/gangguan pencernaan, lapisan lambung tidak lagi melindungi lambung dari asam lambung yang dikandungnya (kembung, nyeri tukak lambung/sakit maag, gas, iritasi usus, tekanan darah tinggi, sembelit).

Pertukaran cairan di dalam sel tubuh diatur oleh kandungan natrium/sodium (berada di dalam sel) dan kalsium/potasium (berada di luar sel). Keseimbangan ini akan menciptakan fungsi pompa yang optimal (sodium - menyerap air, potasium mengeluarkan cairan). Jika pompa ini tidak seimbang, secara otomatis, tubuh akan menarik dan menahan lebih banyak air. 

Efek jangka pendeknya adalah kembung dan retensi cairan; efek jangka panjangnya adalah pembaruan dan regenerasi sel menjadi buruk (kerusakan yang menetap pada struktur di dalam sel-sel). 

Jika sodium sudah dominan, gerakan di antara sel-sel akan melamban, pembuangan bahan sisa akan melambat sehingga menjurus ke penumpukan bahan sisa, maka air akan tertahan, dan menimbulkan penyumbatan.

Tubuh setiap orang memiliki sel-sel lemak. Hormon menentukan ukuran, penyebaran, dan penumpukannya. 

Stres, gaya hidup yang pasif, postur tubuh, pakaian, peredaran darah yang buruk dan siklus diet/makan banyak – menyumbang pembentukan selulit (timbunan racun, air, dan produk sisa), yang ditandai secara khusus oleh struktur kulit yang buruk. 

Kondisi normal tubuh mereka bisa terganggu dan menghalangi kemampuannya untuk memproses cairan dan getah bening secara efektif dan efisien. 

Tampilan selulit bisa seperti kulit jeruk, daging yang menggelantung, dan kadang-kadang nyaris tidak terlihat karena berada di bawah lapisan kulit yang bugar dan sehat. 

Kelebihan berat badan, kenaikan/penurunan berat tubuh yang cepat, akan memberi tekanan tambahan pada sel-sel jaringan kulit sehingga akhirnya mengakibatkan daging yang kendur, menggelantung, dan teregang. 

Jika daging tidak terhidrasi penuh, kebugaran dan kelenturan kulit akan menurun dan terbentuk selulit.

Tetapi sayangnya, selulit tidak hilang dengan sendirinya ketika pergeseran hormon ini berhenti.

Akan bertambah parah ketika kadar racun di dalam tubuh sudah terlalu tinggi/pekat (asma dan alergi).

Peredaran darah sangat mengandalkan air, begitu pula sel-sel dan tulang-tulang kita. 

Jika kita tidak cukup minum air: 

1. darah menjadi mengental dan peredarannya menjadi lambat. 

Jika kita mengalami dehidrasi, darah juga mengalami dehidrasi. Karenanya, darah tidak dapat mencapai organ-organ dan anggota tubuh secara efisien, dan ini bisa menimbulkan masalah pengaturan tekanan darah, pengaturan jantung, dan memberi stres pada jantung. 

Jantung adalah pompa yang mempertahankan peredaran darah dan sebagian besar fungsi tubuh kita diatur olehnya. Jika cairan yang dipompanya mengalami perubahan keadaan/kandungan, maka jantung mendapat tekanan lebih besar/mengalami perubahan, dan kedua keadaan ini tentunya tidak sehat (tekanan darah tinggi dan kondisi jantung).

2. Tulang akan mengering dan menyebabkan pergesekan. Kantong cairan, yang biasanya melindungi sendi dan menjadi bantalan untuk setiap gesekan yang kita lakukan, tidak lagi bisa bekerja dengan baik. 

Kontak di antara persendian dan kurangnya perlindungan di antara tulang akan menimbulkan nyeri - sebagai petunjuk adanya ketidak-beresan di dalam tubuh (Arthritis). 

Tulang punggung didukung dan disangga oleh kantong-kantong cairan (piringan sendi) yang ada di antara setiap tulang punggung. 

Setiap piringan ini mendukung gerakan dan benturan sehari-hari. Ketika kita berolahraga, melompat naik-turun, piringan sendi berfungsi seperti bantal yang melindungi sendi dari kerusakan/benturan. 

Jika kadar air di dalam tubuh rendah, maka kadar cairan di tulang punggung juga berkurang. Dalam keadaan seperti ini, ketika kita bergerak, tulang dan sendi akan saling berbenturan keras. 

Akibat yang paling ringan adalah rasa nyeri, dan yang terburuk adalah kelumpuhan (karena terjadinya benturan yang menembus piringan sendi dan merusak saraf tulang belakang - sakit punggung).

Aturan sederhana agar mendapatkan hasil terbaik dan efek langsung dari terapi air:

Pastikan airnya segar – dari botol yang baru dibuka hari itu/air yang baru dituang dari bejana yang berfilter.

Minum paling sedikit 2 liter air per hari, pada hari panas/dingin tambahkan paling sedikit setengah liter air.

Pastikan paling sedikit 1,5 liter air bening (teh herbal, air tawar, air dikarbonasi, sari buah – diperhitungkan sebagai air); dan tersebar di sepanjang hari, misalnya satu gelas setiap satu jam.

Jika fisik kita bekerja dengan keras/olahraga, tubuh akan mengeluarkan banyak air yang sangat berharga (berkeringat). Peningkatan penggunaan otot, kecepatan metabolisme, dan peredaran darah memerlukan lebih banyak cairan untuk bekerja dengan efisien. 

Pastikan menambah satu liter air/jam bukan di awal/akhir olahraga. Tidak minum terlalu cepat dan banyak karena akan membebani sistem kita (membanjiri tubuh) dan akan menghambat tubuh menyerap nutrisi penting yang dibutuhkan.

Jika kita minum ketika tidur, kita kehilangan air melalui keringat dan metabolisme normal - kehilangan air dalam jumlah yang sama banyaknya seperti ketika kita sedang tidak tidur. Meminum banyak air sebelum tidur akan membuat kita bangun tengah malam untuk ke kamar mandi. Berjuanglah untuk tidak buang air kecil, maka perasaan itu akan lenyap dengan sendirinya!

Pastikan ketika bangun pagi, kita meminum satu gelas besar air untuk menggantikan air yang sudah keluar semalaman. Jangan tergoda meminum air yang sudah berada di sisi tempat tidur kita semalaman – air ini sudah tidak segar dan tidak membugarkan lagi.

Setiap kali minum segelas teh/kopi/minuman soda (tidak diperhitungkan sebagai air), paling sedikit minumlah air dalam jumlah yang sama. 

Teh/kopi/minuman soda adalah minuman yang mengandung kofein bersifat diuretika (menyebabkan sering buang air kecil), meningkatkan keasaman di dalam tubuh, membuat kehilangan air di dalam tubuh dan juga meninggalkan residu yang perlu dibersihkan oleh tubuh; mempercepat metabolisme dengan cara yang tidak benar, dan membuat kita tergantung pada asupan kofein untuk bisa berfungsi secara benar.

Minuman soda secara berlebihan dan teratur akan membuat hidung bengkak, pembuluh darah pecah, dan peredaran darah melemah, kulit akan menjadi pucat, bernoda dan kering. Kofein akan berpengaruh sama, kecuali masalah pembuluh darah.

Kapan kita harus minum air?

Begitu terbangun di pagi hari, minumlah satu gelas air.

Untuk sarapan, selalu minum satu gelas air hangat dan air jeruk lemon nipis segar untuk membersihkan sistem tubuh.

Setiap kali buang air kecil, minumlah 8 teguk air untuk menggantikan cairan yang hilang.

Sebelum makan, pastikan minum satu gelas air. Ini akan menghambat selera makan dan menghambat minum selagi makan. Jika minum terlalu banyak pada waktu makan akan mengurangi penyerapan bahan nutrisi.

Pastikan sudah minum sedikitnya 1,5 liter air sebelum jam 6 sore.

Pergilah ke toilet sebelum pergi tidur, tetapi minumlah satu gelas air sebelum tidur – 4 atau 5 teguk saja.

Kita bisa terhidrasi penuh dengan tubuh yang segar, kulit yang lembut, dan penuh energi. 

Tetapi jika kita tidak bersikap positif terhadap kehidupan, kita tidak akan benar-benar bersih dari racun - air dapat membantu membersihkan pikiran negatif, menjernihkan emosi/perasaan yang mengganggu).

(Sumber: Warta KPI TL No. 36/IV/2007; Water Detox, Jane Scrivner)